Pedagang Binaan PIK Keluhkan Menjamurnya PKL Ilegal

Kompas.com - 15/10/2018, 21:57 WIB
Suasana di Perkampungan Industri Kecil (PIK) Pulogadung, di Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (9/11/2016) Kompas.com/Robertus BelarminusSuasana di Perkampungan Industri Kecil (PIK) Pulogadung, di Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (9/11/2016)

JAKARTA, KOMPAS.com - Pedagang binaan Perkampungan Industri Kecil (PIK) Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, mengeluhkan keberadaan pedagang kaki lima ( PKL) yang terus menjamur di sekitar lapak usaha mereka.

Keberadaan PKL yang bukan pedagang binaan mengakibatkan barang dagangan pedagang PIK Penggilingan sulit laku. Seorang pedagang binaan Bambang (47) mengaku kurang menyetujui sikap pengelola PIK yang memperbolehkan PKL yang bukan binaan berdagang di tempat tersebut.

“Ini kami yang lagi sepi pembeli malah ditambah lagi pesaing, yang ada kami semakin hancur,” kata Bambang, Senin (15/10/2018).

Baca juga: Menengok Perkampungan Industri Kecil di Pulogadung


Pedagang lainnya, Ahmad menyebut keberadaan PKL itu sudah hampir setahun belakangan ini. Ia juga merasa kurang nyaman lantaran PKL berjualan tepat di depan toko-toko pedagang binaan.

“Kalau seperti ini namanya membunuh kami secara perlahan-lahan. Kami yang jelas-jelas terdaftar malah mendapatkan perlakuan seperti ini,” ujar Ahmad.

Ahmad menduga maraknya PKL yang bukan binaan karena ada campur tangan petugas PIK Penggilingan yang melegalkan dengan memungut biaya dari para pedagang itu.

“Bukan rahasia umum lagi menjamurnya pedagang karena harus bayar, apalagi ini pedagang kaki-5 malah makin banyak,” kata dia.

Bambang dan Ahmad serta rekan lainnya sudah melaporkan hal itu ke kantor Kecamatan Penggilingan tetapi belum ada tanggapan.

“Kalau begini, kami harus lapor siapa? Padahal kami setiap bulan sudah bayar retribusi,” keluh Bambang.

Plt UPK PIK Penggilingan Cakung Samsu Rizal membantah pihaknya melegalkan PKL seperti yang dikeluhkan pedagang binaan.

“Saya jamin tak ada aksi itu, saya juga akan periksa masalah ini di dalam UPK PIK,” kata dia. 

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X