Prasetio: Pak Taufik Mengutarakan Siap Jadi Cawagub DKI

Kompas.com - 16/10/2018, 18:14 WIB
Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik usai menemui Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi di Jalan Imam Bonjol, Selasa (16/10/2018). KOMPAS.com/JESSI CARINA Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik usai menemui Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi di Jalan Imam Bonjol, Selasa (16/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi membenarkan bahwa Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta M Taufik telah memperkenalkan dirinya sebagai calon wakil gubernur DKI pengganti Sandiaga Uno. 

Prasetio mengemukakan hal itu setelah menerima Taufik di kediamannya di Jalan Imam Bonjol, Selasa (16/10/2018) sore ini.

"Dia mengutarakan bahwa dia siap, dia mau jadi cawagub dan dia minta tolong untuk nanti diparipurnakan," kata Prasetio. 

Prasetio menyatakan, dirinya siap menggelar rapat paripurna pemilihan wakil gubernur di Gedung DPRD DKI Jakarta. Asalkan, partai pengusung Anies Baswedan dan Sandiaga Uno bisa segera menyepakati dua nama calon wakil gubernur.


Baca juga: Sambangi Rumah Ketua DPRD, Taufik Nyatakan Diri sebagai Cawagub DKI dari Gerindra

Prasetio mengatakan, pihaknya tidak bisa menjalankan mekanisme pemilihan tanpa ada surat pengajuan dua kandidat wakil gubernur itu.

"Setelah saya terima suratnya nanti saya akan tindak lanjuti di dalam forum DPRD, karena bukan apa-apa, di sini juga ada tata tertib dan aturan. Saya enggak mau keluar dari aturan yang ada," ujar Prasetio.

Prasetio sebelumnya telah menerima salah satu calon wakil gubernur dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yaitu Agung Yulianto. Jawaban yang dia sampaikan kepada Agung sama dengan Taufik. Dia meminta agar dua partai pengusung segera mengajukan nama.

Jabatan wakil gubernur DKI sudah kosong sejak Sandiaga Uno mengundurkan diri. Sandiaga mundur karena maju sebagai calon wakil presiden dalam Pemilihan Presiden 2019.

Terkait mekanisme penentuan pengganti Sandiaga, partai pengusung harus mengajukan dua nama pengganti kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Setelah itu Anies mengantarkan dua nama tersebut ke DPRD DKI Jakarta. DPRD DKI Jakarta kemudian akan memilih satu orang dari dua kandidat tersebut.

Baca juga: Sandiaga Minta Gerindra Segera Tentukan Wagub DKI

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Empat Rancangan Anggaran Fantastis Gulkarmat Akhirnya Disahkan dengan Diwarnai Perdebatan

Empat Rancangan Anggaran Fantastis Gulkarmat Akhirnya Disahkan dengan Diwarnai Perdebatan

Megapolitan
Fraksi PSI Minta Empat Anggaran Fantastis Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Ditangguhkan

Fraksi PSI Minta Empat Anggaran Fantastis Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Ditangguhkan

Megapolitan
Peringati Hari Ibu, Iriana Jokowi Hadiri Acara Jalan Sehat bersama Penyandang Disabilitas

Peringati Hari Ibu, Iriana Jokowi Hadiri Acara Jalan Sehat bersama Penyandang Disabilitas

Megapolitan
Bukan Hanya Nama Jalan, MH Thamrin Juga Pernah Dijadikan Nama Proyek Pembangunan

Bukan Hanya Nama Jalan, MH Thamrin Juga Pernah Dijadikan Nama Proyek Pembangunan

Megapolitan
Polisi Tunggu Hasil Labfor untuk Ungkap Penyebab Kebakaran Mal Lokasari Square

Polisi Tunggu Hasil Labfor untuk Ungkap Penyebab Kebakaran Mal Lokasari Square

Megapolitan
Tercatat 96 Kali Gempa Tektonik di Wilayah Banten pada November 2019

Tercatat 96 Kali Gempa Tektonik di Wilayah Banten pada November 2019

Megapolitan
Begini Cara Petugas PJL Atur Pelintasan KA Tanpa Palang di Stasiun Ancol

Begini Cara Petugas PJL Atur Pelintasan KA Tanpa Palang di Stasiun Ancol

Megapolitan
Berjaga 24 Jam, Mendengar Aktivitas Alam yang Kian Sulit Dipahami

Berjaga 24 Jam, Mendengar Aktivitas Alam yang Kian Sulit Dipahami

Megapolitan
DPRD DKI Soroti Usulan Anggaran Sistem Informasi Potensi Bencana Senilai Rp 8 Miliar

DPRD DKI Soroti Usulan Anggaran Sistem Informasi Potensi Bencana Senilai Rp 8 Miliar

Megapolitan
Sempat Dicoret, Pembangunan SMK 74 Akhirnya Disahkan DPRD DKI sebagai Boarding School

Sempat Dicoret, Pembangunan SMK 74 Akhirnya Disahkan DPRD DKI sebagai Boarding School

Megapolitan
Ketika Komisi E DPRD DKI Terbelah soal Boarding School SMKN 74...

Ketika Komisi E DPRD DKI Terbelah soal Boarding School SMKN 74...

Megapolitan
BPBD DKI Usulkan Anggaran Simulator Bencana Berteknologi Canggih Senilai Rp 12 Miliar

BPBD DKI Usulkan Anggaran Simulator Bencana Berteknologi Canggih Senilai Rp 12 Miliar

Megapolitan
Ketua DPC Hanura Didorong Partainya Ikut Pilkada Tangsel 2020

Ketua DPC Hanura Didorong Partainya Ikut Pilkada Tangsel 2020

Megapolitan
Anggarannya Sempat Dicoret, Disdik DKI Usulkan SMK Pariwisata jadi Sekolah Asrama

Anggarannya Sempat Dicoret, Disdik DKI Usulkan SMK Pariwisata jadi Sekolah Asrama

Megapolitan
Bocah yang Hanyut di Kali Angke Ciputat Ditemukan 13 Meter dari Lokasi Awal

Bocah yang Hanyut di Kali Angke Ciputat Ditemukan 13 Meter dari Lokasi Awal

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X