Kompas.com - 16/10/2018, 20:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sahroni, pelapor dugaan pelanggaran kampanye calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin, bercerita soal dugaan pelanggaran kampanye yang ditemukannya.

Ia bercerita, penemuan itu berawal ketika ia pulang dari kantornya di Harmoni, Jakarta Pusat, menuju rumahnya di kawasan Kebayoran, Jakarta Selatan, Jumat (28/9/2018).

Di sepanjang perjalanan, kata Sahroni, dia melihat iklan Asian Para Games yang terpampang di sejumlah videotron di jalur kepulangannya.

Baca juga: Tim Kampanye Jokowi-Maruf Selidiki Tayangan Videotron di Jalan Protokol

"Kemudian dalam iklan tersebut, saya tersentak kaget kenapa ada yang namanya iklan kampanye, 01 dengan gambar Jokowi-Ma'ruf selaku capres dan cawapres dan ada gambar slogan kampanyenya," kata Sahroni di Kantor Bawaslu DKI Jakarta, Jakarta Utara, Selasa (16/10/2018).

Melihat tayangan itu, ia menduga akan ada tayangan kampanye dari calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Namun, tayangan yang ditunggu tidak juga muncul.

"Sampai kepada paling ujung yang ada di Blok M juga tidak ada. Ternyata kemudian saya besoknya mengulang lagi lewat situ, saya dapati juga tidak ada, yang ada hanya Jokowi dan Ma'ruf," ujar Sahroni.

Baca juga: Tim Kampanye Jokowi-Maruf Bantah Pasang Iklan di Videotron

Tayangan video kampanye Jokowi-Maruf di sebuah videotron yang dilaporkan Sahroni ke Bawaslu DKI JakartaDokumentasi/Sahroni Tayangan video kampanye Jokowi-Maruf di sebuah videotron yang dilaporkan Sahroni ke Bawaslu DKI Jakarta
Sahroni mengatakan, hal itu ditemuinya selama tiga hari berturut-turut. Ia pun mengajak temannya untuk dijadikan saksi atas temuannya.

Ia mengajak temannya karena menganggap tayangan video itu melanggar SK KPU DKI Jakarta Nomor 175 Tahun 2018 yang melarang pemasangan alat peraga kampanye di sejumlah jalan protokol.

Sahroni pun menduga tayangan itu tidak hanya ditampilkan di Jakarta, melainkan juga di kota-kota besar lainnya.

Baca juga: Kata Bawaslu soal Dugaan Kampanye Videotron Jokowi-Ma’ruf Amin

"Saya telepon teman saya di Surabaya, Bandung, Medan, dan Palembang, ternyata memang ada juga di sana. Tapi saya belum sempat minta bukti jadi saya laporkan yang ada dulu di jakarta ini," katanya.

Berdasarkan temuannya itulah, Sahroni melaporkan Jokowi-Ma'ruf ke Bawaslu pada Selasa (2/10/2016). Adapun laporan itu telah dilimpahkan dan ditangani Bawaslu DKI Jakarta.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korban Pemerkosaan di Jakut Mulai Pulih, Cerita ke Kak Seto Ingin Jadi Dokter

Korban Pemerkosaan di Jakut Mulai Pulih, Cerita ke Kak Seto Ingin Jadi Dokter

Megapolitan
Perjalanan Tempat Prostitusi di Jakarta, Kini Berubah Jadi Masjid dan Taman Ramah Anak

Perjalanan Tempat Prostitusi di Jakarta, Kini Berubah Jadi Masjid dan Taman Ramah Anak

Megapolitan
Pembangunan Halte Bundaran HI yang Halangi Visual Patung Selamat Datang Jalan Terus meski Tuai Kritik

Pembangunan Halte Bundaran HI yang Halangi Visual Patung Selamat Datang Jalan Terus meski Tuai Kritik

Megapolitan
Pemkot Tangerang Gusur Bangunan Liar di Perbatasan Jakarta

Pemkot Tangerang Gusur Bangunan Liar di Perbatasan Jakarta

Megapolitan
Kisah di Balik Spanduk Tolak Rentenir di Depok, Upaya Lindungi Warga dari Lintah Darat...

Kisah di Balik Spanduk Tolak Rentenir di Depok, Upaya Lindungi Warga dari Lintah Darat...

Megapolitan
Memetik Pelajaran dari Konten 'Prank' Laporan KDRT Baim Paula...

Memetik Pelajaran dari Konten "Prank" Laporan KDRT Baim Paula...

Megapolitan
Disebut Kembali Fasilitasi Prostitusi, Begini Wajah Kalijodo Sebelum Berubah Jadi Ruang Publik Ramah Anak...

Disebut Kembali Fasilitasi Prostitusi, Begini Wajah Kalijodo Sebelum Berubah Jadi Ruang Publik Ramah Anak...

Megapolitan
Skywalk Stasiun KRL Kebayoran Lama Rampung November 2022

Skywalk Stasiun KRL Kebayoran Lama Rampung November 2022

Megapolitan
Otoritas Bandara Soetta: Pengunjung dan Penumpang Masih Wajib Pakai Masker dan Booster

Otoritas Bandara Soetta: Pengunjung dan Penumpang Masih Wajib Pakai Masker dan Booster

Megapolitan
'Baim Wong dan Paula, KDRT Bukan untuk Guyonan...'

"Baim Wong dan Paula, KDRT Bukan untuk Guyonan..."

Megapolitan
DPRD Panggil Dua Pihak Ini Terkait Revitalisasi Halte Transjakarta Bundaran HI

DPRD Panggil Dua Pihak Ini Terkait Revitalisasi Halte Transjakarta Bundaran HI

Megapolitan
Cabut Pergub Penggusuran Era Ahok, Pemprov DKI Kirim 2 Surat ke Kemendagri Hari Ini

Cabut Pergub Penggusuran Era Ahok, Pemprov DKI Kirim 2 Surat ke Kemendagri Hari Ini

Megapolitan
Wagub: Anies Tidak Campuri Urusan Jakarta dan Politik meski Jadi Capres Saat Masih Jabat Gubernur

Wagub: Anies Tidak Campuri Urusan Jakarta dan Politik meski Jadi Capres Saat Masih Jabat Gubernur

Megapolitan
Ini Alasan Revitalisasi Halte Transjakarta Bundaran HI Harus Dievaluasi

Ini Alasan Revitalisasi Halte Transjakarta Bundaran HI Harus Dievaluasi

Megapolitan
Baim Wong dan Paula 'Prank' Polisi, Pakar: Siapa Pun, Harus Diproses Hukum!

Baim Wong dan Paula "Prank" Polisi, Pakar: Siapa Pun, Harus Diproses Hukum!

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.