Mendagri Ingatkan Kepala Daerah "Lepas Jabatan" Saat Kampanye

Kompas.com - 16/10/2018, 22:08 WIB
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo memberikan keterangan kepada wartawan di Ancol, Jakarta Utara, Selasa (16/10/2018). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DMenteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo memberikan keterangan kepada wartawan di Ancol, Jakarta Utara, Selasa (16/10/2018).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengingatkan para kepala daerah untuk tidak membawa jabatannya ketika berkampanye dalam Pemilihan Presiden 2019.

Tjahjo menyatakan, kepala daerah harus bisa memilah posisinya sebagai bagian dari pemerintah atau sebagai politikus dan juru kampanye.

" Kepala daerah harus bisa memilah posisi. Dia sebagai bagian daripada pemerintahan, dia harus netral. Dia sebagai jurkam atau sebagai wakil parpol pasangan calon, dia harus melepas jabatannya," kata Tjahjo di Ancol, Jakarta Utara, Selasa (16/10/2018).

Baca juga: Mendagri Sebut Papua Wilayah Paling Rawan Tindak Pidana Pemilu

Tjahjo menyampaikan, yang dimaksud dari melepas jabatan adalah kepala daerah tidak boleh menggunakan aset daerah saat berkampanye dan meminta izin sebelum berkampanye.

"Tidak menggunakan aset daerah dan kalau kampanye dia harus melakukan izin, termasuk menteri juga harus melakulan izin ke KPU dan Panwaslu," kata Tjahjo.

Baca juga: Bupati Bekasi Ditangkap, Mendagri Ingatkan Kepala Daerah Taati Aturan Tata Ruang

Di samping itu, Tjahjo mengaku optimistis para aparatur sipil negara (ASN) dapat bersikap netral dalam menyambut Pemilu 2019.

Sebab, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi Syafruddin disebutnya telah mempunyai aturan tegas terkait hal itu.

"Menpan sudah punya program yang lengkap dan aturannya jelas. Kemudian Pak Syafruddin Menpan juga keras sekali bahwa posisi ASN harus sama dengan TNI dan Polri," kata Tjahjo.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wakapolri Ancam Copot Kapolsek hingga Kapolda yang Tak Serius Tangani Covid-19

Wakapolri Ancam Copot Kapolsek hingga Kapolda yang Tak Serius Tangani Covid-19

Megapolitan
Nilai Rapor Jadi Pertimbangan Lulus Ujian SIMAK UI

Nilai Rapor Jadi Pertimbangan Lulus Ujian SIMAK UI

Megapolitan
Pilkada Depok, PSI Manfaatkan Kesempatan untuk Perkuat Mesin Partai

Pilkada Depok, PSI Manfaatkan Kesempatan untuk Perkuat Mesin Partai

Megapolitan
[HOAKS] Data BIN Tetapkan Jakarta Zona Hitam Covid-19

[HOAKS] Data BIN Tetapkan Jakarta Zona Hitam Covid-19

Megapolitan
Ditjen Perkeretapian Hentikan Pembongkaran Struktur Bata Kuno di Proyek DDT Stasiun Bekasi

Ditjen Perkeretapian Hentikan Pembongkaran Struktur Bata Kuno di Proyek DDT Stasiun Bekasi

Megapolitan
Warga Jakarta Bisa Gelar Lomba dan Kegiatan 17 Agustus, asalkan...

Warga Jakarta Bisa Gelar Lomba dan Kegiatan 17 Agustus, asalkan...

Megapolitan
Polisi Buru Tetangga yang Diduga Bawa Kabur Remaja Asal Cengkareng

Polisi Buru Tetangga yang Diduga Bawa Kabur Remaja Asal Cengkareng

Megapolitan
Seorang Ibu Laporkan Tetangga, Diduga Bawa Kabur Anaknya Berusia 14 Tahun

Seorang Ibu Laporkan Tetangga, Diduga Bawa Kabur Anaknya Berusia 14 Tahun

Megapolitan
Bandara Soekarno-Hatta Operasikan Heliport Komersial Mulai 23 Agustus

Bandara Soekarno-Hatta Operasikan Heliport Komersial Mulai 23 Agustus

Megapolitan
PSI Nilai Koalisi Gerindra dan PDI-P Tak Serius Menang di Pilkada Depok 2020

PSI Nilai Koalisi Gerindra dan PDI-P Tak Serius Menang di Pilkada Depok 2020

Megapolitan
Ledakan Covid-19 Kota Bogor, PNS Hingga Puluhan Pegawai Puskesmas Positif Corona

Ledakan Covid-19 Kota Bogor, PNS Hingga Puluhan Pegawai Puskesmas Positif Corona

Megapolitan
Saat 867 Pohon Harus Diganti dan Direlokasi karena Imbas Proyek MRT Fase 2A

Saat 867 Pohon Harus Diganti dan Direlokasi karena Imbas Proyek MRT Fase 2A

Megapolitan
Penumpang KRL Tak Tertib hingga Rusak Pagar Stasiun Tanah Abang, Personel TNI-Polri Dikerahkan

Penumpang KRL Tak Tertib hingga Rusak Pagar Stasiun Tanah Abang, Personel TNI-Polri Dikerahkan

Megapolitan
UPDATE 11 Agustus: Covid-19 di Kota Bekasi Capai 626 Kasus Positif

UPDATE 11 Agustus: Covid-19 di Kota Bekasi Capai 626 Kasus Positif

Megapolitan
Akhir Rentetan Penembakan Misterius yang Incar Pengedara di Tangsel

Akhir Rentetan Penembakan Misterius yang Incar Pengedara di Tangsel

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X