Bawaslu DKI Sudah Turunkan 1.039 Alat Peraga Kampanye

Kompas.com - 17/10/2018, 19:13 WIB
Ilustrasi alat peraga kampanye yang dipaku di pohon. KOMPAS.com/Nursita SariIlustrasi alat peraga kampanye yang dipaku di pohon.

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta telah menurunkan 1.039 alat peraga kampanye yang melanggar aturan. Komisioner Bawaslu DKI Jakarta Puadi mengatakan, angka itu tercatat sejak masa kampanye dimulai pada 23 Setember lalu.

"Kami kemarin sudah menurunkan alat peraga kampanye (APK) itu dari tanggal 23 September sampai sekarang itu sudah ada 1.039 penurunan APK yang sudah dilakukan oleh Bawaslu," kata Puadi di kantornya, Rabu (17/10/2018).

Ia menyebutkan, alat peraga kampanye yang diturunkan Bawaslu DKI terdiri atas baliho, bendera, umbul-umbul, hingga flyer.

Menurut dia, APK-APK itu diturunkan karena dipasang di tempat-tempat terlarang seperti jalan protokol, jembatan penyeberangan orang, atau di tiang listrik.

Baca juga: Soal Laporan Dugaan Pelanggaran Kampanye Damai, Ini Kata Ketua KPU

"Kami sudah mengimbau itu kan termasuk alat peraga kampanye yang dipasangnya di taman, di pohon, di tiang listrik, di tempat yang tidak seharusnya," ujar Puadi.

Berdasarkan data yang diterima Kompas.com, Bawaslu DKI paling banyak menurunkan APK di Jakarta Timur, yaitu sejumlah 725 buah. Sementara, jenis APK yang paling banyak diturunkan adalah spanduk, sebanyak 662 buah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Puadi enggan membeberkan partai politik atau politikus mana yang APK-nya paling banyak diturunkan Bawaslu DKI.

Baca juga: Temui Pelanggaran Kampanye di Jakut? Hubungi Nomor Ini

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinas LH Kembali Segel Saluran Limbah Pabrik Pencemar Parasetamol di Teluk Jakarta

Dinas LH Kembali Segel Saluran Limbah Pabrik Pencemar Parasetamol di Teluk Jakarta

Megapolitan
Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Kota Tangerang 94 Persen

Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Kota Tangerang 94 Persen

Megapolitan
Keputusan Gubernur Banten: UMK 2022 Kota Tangerang Rp 4.285.798, Kota Tangsel Rp 4.280.214

Keputusan Gubernur Banten: UMK 2022 Kota Tangerang Rp 4.285.798, Kota Tangsel Rp 4.280.214

Megapolitan
Curhat Orangtua Murid SMPN 2 Depok Izinkan Anak Ikut PTM Terbatas

Curhat Orangtua Murid SMPN 2 Depok Izinkan Anak Ikut PTM Terbatas

Megapolitan
Korban Pelecehan Seksual KPI Harap Polres Jakpus Segera Rampungkan Penyelidikan

Korban Pelecehan Seksual KPI Harap Polres Jakpus Segera Rampungkan Penyelidikan

Megapolitan
Cerita Guru SMPN 2 Depok Senang PTM Terbatas

Cerita Guru SMPN 2 Depok Senang PTM Terbatas

Megapolitan
Satu Mahasiswi Meninggal, UPN Veteran Jakarta Sebut Pembaretan Menwa Tak Berizin

Satu Mahasiswi Meninggal, UPN Veteran Jakarta Sebut Pembaretan Menwa Tak Berizin

Megapolitan
6 Anggota Pemuda Pancasila Jadi Tersangka Pengeroyokan, Polisi Cari Pelaku Lain

6 Anggota Pemuda Pancasila Jadi Tersangka Pengeroyokan, Polisi Cari Pelaku Lain

Megapolitan
Mulai Rabu, Warga Belum Vaksinasi Covid-19 Dilarang Masuk Pasar Anyar Bogor

Mulai Rabu, Warga Belum Vaksinasi Covid-19 Dilarang Masuk Pasar Anyar Bogor

Megapolitan
Jenazah Korban Mutilasi di Bekasi Diserahkan ke Keluarga

Jenazah Korban Mutilasi di Bekasi Diserahkan ke Keluarga

Megapolitan
Penjelasan Rektor UPN Veteran Jakarta soal Kematian Mahasiswi Saat Pembaretan Menwa

Penjelasan Rektor UPN Veteran Jakarta soal Kematian Mahasiswi Saat Pembaretan Menwa

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Menyoroti Beban Tracking WNA Positif Covid-19

Wali Kota Tangerang Menyoroti Beban Tracking WNA Positif Covid-19

Megapolitan
Wakil Wali Kota Depok Mempertanyakan Data Pelecehan Seksual Anak, Ini Penjelasan Kejaksaan

Wakil Wali Kota Depok Mempertanyakan Data Pelecehan Seksual Anak, Ini Penjelasan Kejaksaan

Megapolitan
Rabu Besok, Sidang Munarman di PN Jaktim Digelar Virtual

Rabu Besok, Sidang Munarman di PN Jaktim Digelar Virtual

Megapolitan
Satpol PP Copot Atribut Ormas di Kawasan Cilandak Cegah Gesekan

Satpol PP Copot Atribut Ormas di Kawasan Cilandak Cegah Gesekan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.