Kasus Keterlibatan Kepala Sekolah SMP 127 Dalan Kampanye Dibawa ke KASN

Kompas.com - 17/10/2018, 21:42 WIB
Barang bukti atribut kampanye caleg DPRD DKI Jakarta Mohammad Arief yang diterima guru-guru dalam acara Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di SMP 127 Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada Rabu (3/10/2018).Dok. Bawaslu Kota Jakarta Barat Barang bukti atribut kampanye caleg DPRD DKI Jakarta Mohammad Arief yang diterima guru-guru dalam acara Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di SMP 127 Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada Rabu (3/10/2018).

JAKARTA,KOMPAS.com - Ketua Bawaslu Kota Jakarta Barat Oding Junaidi mengatakan, pihaknya membawa kasus Kepala Sekolah SMP 127 Kebon Jeruk, Mardiana, ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Mardiana terlibat dalam kampanye terselubung yang dilakukan caleg DPRD DKI Jakarta dari Parta Gerindra, Mohammad Arief, dalam acara Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika dan Seni Budaya pada 3 Oktober ini.

"Bawaslu Kota Jakarta Barat hanya bisa merekomendasikan (kepala sekolah) kepada Komisi ASN. Nanti yang melakukan klarifikasi berikutnya dan sanksi adalah Komisi ASN," kata Oding di kantornya, Kebon Jeruk, Rabu (17/10/2018).

Oding menyebutkan, pihaknya telah memeriksa Mardiana setelah mendapat laporan masyarakat pada Senin lalu. Kepala sekolah itu dinilai ikut serta dalam memfasilitask kegiatan caleg tersebut yang melakukan kampanye terselubung.

Baca juga: Caleg Gerindra Bagikan Sarung dan Stiker kepada Guru-guru di SMP 127

Namun, Oding mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan, kepala sekolah itu tidak dikenakan hukum pidana. Sebab, dia tidak menjadi tim atau pelaksana kampanye caleg tersebut.

"Sanksi pidananya tidak bisa kami duga, jadi kesalahannya adalah sifatnya. Ia melanggar Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara sehingga yang dikenakan hanya kode etik," kata dia.

Kegiatan MGMP Matematika dan Seni Budaya itu diikuti guru-guru dari wilayah Suku Dinas Pendidikan II yang mencakupi kecamatan Palmerah, Kebon Jeruk, Grogol Petamburan dan Kembangan. Dalam acara tersebut, Arief datang sebagai pembicara dari  Komisi E (bidang pendidikan) DPRD DKI Jakarta.

Namun, ia membagikan cenderamata berisi sarung dan stiker kampanye. Stiker mengandung ajakan memilih Arief pada Pemilu 2019 untuk DPRD DKI Jakarta dari Dapil 10 wilayah Jakarta Barat.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Wali Kota Tidak Ada, Pertemuan BMPS dengan Dinas Pendidikan Kota Bekasi Buntu

Wali Kota Tidak Ada, Pertemuan BMPS dengan Dinas Pendidikan Kota Bekasi Buntu

Megapolitan
Selain yang Dinyanyikan Wali Kota Depok, Dishub Siapkan Lagu Lain untuk di Lampu Merah

Selain yang Dinyanyikan Wali Kota Depok, Dishub Siapkan Lagu Lain untuk di Lampu Merah

Megapolitan
'Seabrek' Tugas Pemadam Kebakaran: Padamkan Api, Tangkap Biawak hingga Melepas Cincin

"Seabrek" Tugas Pemadam Kebakaran: Padamkan Api, Tangkap Biawak hingga Melepas Cincin

Megapolitan
Lagu yang Disetel di Lampu Merah Depok Bukan untuk Atasi Macet atau Hibur Warga

Lagu yang Disetel di Lampu Merah Depok Bukan untuk Atasi Macet atau Hibur Warga

Megapolitan
Penjelasan Dishub Soal Lagu Wali Kota Depok yang Akan Disetel di Lampu Merah

Penjelasan Dishub Soal Lagu Wali Kota Depok yang Akan Disetel di Lampu Merah

Megapolitan
Pimpinan Pansus Wagub DKI Dukung Fraksi Demokrat yang Mau Laporkan Politisi PSI

Pimpinan Pansus Wagub DKI Dukung Fraksi Demokrat yang Mau Laporkan Politisi PSI

Megapolitan
Bicara Politik Uang dalam Pemilihan Wagub DKI, PSI Bingung Fraksi Demokrat yang Tersinggung

Bicara Politik Uang dalam Pemilihan Wagub DKI, PSI Bingung Fraksi Demokrat yang Tersinggung

Megapolitan
Sampaikan Duplik, Jokdri Berkukuh Tak Bersalah dalam Kasus Perusakan Barang Bukti

Sampaikan Duplik, Jokdri Berkukuh Tak Bersalah dalam Kasus Perusakan Barang Bukti

Megapolitan
Depok Uji Coba Pemutaran Lagu di Lampu Merah, Agustus Mendatang

Depok Uji Coba Pemutaran Lagu di Lampu Merah, Agustus Mendatang

Megapolitan
Kasus Usulan Tak Pasang Foto Presiden, Keluarga Tersangka Ajukan Penangguhan Penahanan

Kasus Usulan Tak Pasang Foto Presiden, Keluarga Tersangka Ajukan Penangguhan Penahanan

Megapolitan
SMP Negeri Dadakan Disebut Anak Haram, Disdik Bekasi Sebut Sudah Sesuai Kajian

SMP Negeri Dadakan Disebut Anak Haram, Disdik Bekasi Sebut Sudah Sesuai Kajian

Megapolitan
Ramai Surat Tilang ETLE, Berikut Tarif Resmi Denda Pelanggaran Lalu Lintas

Ramai Surat Tilang ETLE, Berikut Tarif Resmi Denda Pelanggaran Lalu Lintas

Megapolitan
Warga Diimbau Tak Buang Sampah Lagi ke Kali Tegal Amba

Warga Diimbau Tak Buang Sampah Lagi ke Kali Tegal Amba

Megapolitan
Pro Kontra Warga Depok Tanggapi Wacana Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

Pro Kontra Warga Depok Tanggapi Wacana Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

Megapolitan
Sebuah Mobil Tabrak Separator Busway lalu Terguling di Jalan Jenderal Sudirman

Sebuah Mobil Tabrak Separator Busway lalu Terguling di Jalan Jenderal Sudirman

Megapolitan
Close Ads X