Satpol PP Jakbar Copot Alat Peraga Kampanye yang Dipasang di Rambu Jalan

Kompas.com - 23/10/2018, 13:17 WIB
Satpol PP Jakarta Barat mencopot alat peraga kampanye yang dipasang di rambu lalu lintas dan petunjuk jalan di kawasan Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, Selasa (23/10/2018) RIMA WAHYUNINGRUMSatpol PP Jakarta Barat mencopot alat peraga kampanye yang dipasang di rambu lalu lintas dan petunjuk jalan di kawasan Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, Selasa (23/10/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Barat bersama Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jakarta Barat melakukan penertiban alat peraga kampanye, Selasa (23/10/2018).

Para petugas mengecek keberadaan spanduk mulai dari kawasan kantor Wali Kota Jakarta Barat hingga Srengseng. Mereka menemukan pelanggaran pemasangan alat peraga kampanye berupa spanduk di perempatan Srengseng, Kembangan.

Mereka mencopot sebuah spanduk bergambar calon legistlatif Ramdhan Alamsyah (Partai Perindo) di Jalan Srengeseng Raya. Spanduk itu berukuran sekitar 2x1 meter. Spanduk tersebut diikat di di tiang rambu lalu lintas. Dua tali terikat di traffict light dan dua tali lainnya terikat di tiang peringatan dilarang berhenti. 

Baca juga: Salahi Aturan, Bawaslu Sapu Bersih Alat Peraga Kampanye

Pelanggaran serupa ditemukan di Jalan Meruya Ilir. Sebuah spanduk berwarna biru atas bergambar caleg Santosa Cahya dari Partai Nasdem terpasang di bawah rambu lalu lintas. Spanduk berukuran sekitar 1x1,3 meter tersebut pun dicopot.

Ketua Bawaslu Jakarta Barat Oding Junaidi mengatakan, pihaknya akan memberikan sanksi administrasi kepada partai politik yang melakukan pelanggaran. Pihaknya bersurat dengan meminta agar tidak ada pelanggaran lainnya. 

Ia menyebutkan, larangan pemasangan alat peraga kampanye telah dilakukan dalam sosialisai. Partai politik dilarang untuk memasang alat peraga di sarana dan prasarana milik pemerintah, termasuk petunjuk jalan dan rambu lalu lintas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Bawaslu DKI Sudah Turunkan 1.039 Alat Peraga Kampanye

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat Anies Lesehan di Jalan Bersama Buruh yang Demo Menuntut Kenaikan UMP…

Saat Anies Lesehan di Jalan Bersama Buruh yang Demo Menuntut Kenaikan UMP…

Megapolitan
Polres Jakpus Tangkap 4 Anggota Sindikat Bandar Narkoba Jaringan Malaysia

Polres Jakpus Tangkap 4 Anggota Sindikat Bandar Narkoba Jaringan Malaysia

Megapolitan
Pengetatan di Bandara Soekarno Hatta untuk Cegah Omicron, WNA dari 11 Negara Dilarang Masuk, WNI Karantina 14 Hari

Pengetatan di Bandara Soekarno Hatta untuk Cegah Omicron, WNA dari 11 Negara Dilarang Masuk, WNI Karantina 14 Hari

Megapolitan
UPDATE 29 November: Tak Ada Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang, 18 Pasien Masih Dirawat

UPDATE 29 November: Tak Ada Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang, 18 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Wagub DKI Klaim Pemprov Tak Intervensi Batalnya Reuni 212 di Jakarta

Wagub DKI Klaim Pemprov Tak Intervensi Batalnya Reuni 212 di Jakarta

Megapolitan
Sempat Kabur, Satu Tersangka Buron Kasus Mutilasi di Kedungwaringin Bekasi Akhirnya Ditangkap

Sempat Kabur, Satu Tersangka Buron Kasus Mutilasi di Kedungwaringin Bekasi Akhirnya Ditangkap

Megapolitan
UPDATE 29 November: Tambah 5 Kasus di Tangsel, 39 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 29 November: Tambah 5 Kasus di Tangsel, 39 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Isi Inmendagri, PPKM Level 2 di Jakarta sampai 13 Desember

Isi Inmendagri, PPKM Level 2 di Jakarta sampai 13 Desember

Megapolitan
Mulai Hari Ini Jakarta Kembali Berstatus PPKM Level 2

Mulai Hari Ini Jakarta Kembali Berstatus PPKM Level 2

Megapolitan
Babak Baru Formula E di Jakarta: Politikus Jadi Panitia, KPK Diminta Ikut Awasi

Babak Baru Formula E di Jakarta: Politikus Jadi Panitia, KPK Diminta Ikut Awasi

Megapolitan
Sopir Mercy yang Lawan Arah di Tol JORR Idap Demensia, Bilang Hendak Kerja padahal Sudah Pensiun

Sopir Mercy yang Lawan Arah di Tol JORR Idap Demensia, Bilang Hendak Kerja padahal Sudah Pensiun

Megapolitan
Marak Kasus Pelecehan Seksual, Masih Layakkah Depok Sandang Status Kota Layak Anak?

Marak Kasus Pelecehan Seksual, Masih Layakkah Depok Sandang Status Kota Layak Anak?

Megapolitan
UPDATE 29 November: Tambah 41 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta

UPDATE 29 November: Tambah 41 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Cerita Dua Korban Mafia Tanah, Empat Tahun Menanti Kasusnya Terungkap, Berharap Aset Kembali

Cerita Dua Korban Mafia Tanah, Empat Tahun Menanti Kasusnya Terungkap, Berharap Aset Kembali

Megapolitan
Ketika Anies Kembali Bergabung dalam Demo Buruh, Ikut Kritik UMP DKI dan Terpaksa Teken SK

Ketika Anies Kembali Bergabung dalam Demo Buruh, Ikut Kritik UMP DKI dan Terpaksa Teken SK

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.