Wakil Wali Kota Tangsel: Kalau Enggak Dibantu DKI, Jalan Aja Pakai APBD Sendiri...

Kompas.com - 28/10/2018, 22:44 WIB
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie (kanan).

KOMPAS.COM/ANDRI DONNAL PUTERAWakil Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie (kanan).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan, pihaknya tidak terlalu bergantung terhadap dana hibah yang diajukan ke Pemprov DKI Jakarta.

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kota Tangerang Selatan dinilai mampu untuk membiayai program pembangunan di Tangerang Selatan.

"Kalau enggak dibantu DKI, jalan aja pakai APBD kami," kata Benyamin saat ditemui di kantor Wali Kota Tangerang Selatan, Jumat (26/10/2018) malam.

Baca juga: Hibah 2018 Ditolak Pemprov DKI, Pemkot Tangsel Ajukan Hibah 2019 Rp 77,8 Miliar


Seperti diketahui pada 2018, Pemprov DKI Jakarta menolak pengajuan dana hibah yang dilakukan Pemkot Tangerang Selatan. Untuk tahun anggaran 2019, Pemkot Tangerang Selatan kembali mengajukan dana hibah dengan nilai mencapai Rp 77,8 miliar.

Namun demikian, dana hibah tersebut, menurut Benyamin, bisa digunakan untuk membiayai pembangunan yang sebelumnya telah dialokasikan di APBD Pemkot Tangerang Selatan. Anggaran dari APBD bisa digunakan untuk pembiayaan program lainnya.

Benyamin menilai, dana hibah hanya merupakan sebuah alat untuk mempererat hubungan antara Pemprov DKI Jakarta dan Pemkot Tangerang Selatan.

Baca juga: Kala Bekasi Menuntut Hibah Rp 2,09 Triliun dari DKI...

Dana tersebut akan digunakan untuk program-program yang berhubungan dengan kedua daerah, salah satunya untuk perbaikan maupun pembangunan jalan.

Benyamin mengatakan, pengajuan dana hibah juga tidak terlepas dari tawaran Pemprov DKI Jakarta di tahun-tahun sebelumnya yang menawarkan diri untuk memberikan dana hibah untuk Pemkot Tangerang Selatan.

"Yang pertama filosofinya adalah hubungan antar daerah. Jadi ini (dana hibah) ditandai dengan kerjasama antar daerah. Jadi bukti konkretnya adalah hubungan program dan (bantuan) keuangan," ujar Benyamin.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sekda DKI Pastikan Anggota TGUPP yang Rangkap Jabatan Akan Diberhentikan

Sekda DKI Pastikan Anggota TGUPP yang Rangkap Jabatan Akan Diberhentikan

Megapolitan
Kepada Polisi, Ibu di Kedoya Mengaku Tak Tahu Bayi Berusia 40 Hari Belum Bisa Mencerna Pisang

Kepada Polisi, Ibu di Kedoya Mengaku Tak Tahu Bayi Berusia 40 Hari Belum Bisa Mencerna Pisang

Megapolitan
Warga Kampung Mampangan Depok Temukan Ular Sanca 3 Meter di Bantaran Kali

Warga Kampung Mampangan Depok Temukan Ular Sanca 3 Meter di Bantaran Kali

Megapolitan
Anggaran TGUPP Dipangkas untuk 50 Orang, Fraksi PDI-P Anggap Masih Terlalu Banyak

Anggaran TGUPP Dipangkas untuk 50 Orang, Fraksi PDI-P Anggap Masih Terlalu Banyak

Megapolitan
Pemprov DKI Anggarkan Rp 170 Miliar untuk Revitalisasi Terminal Kampung Rambutan

Pemprov DKI Anggarkan Rp 170 Miliar untuk Revitalisasi Terminal Kampung Rambutan

Megapolitan
Jualan di Bahu Jalan, PKL Senen Merasa Tak Ganggu Lalu Lintas

Jualan di Bahu Jalan, PKL Senen Merasa Tak Ganggu Lalu Lintas

Megapolitan
Bayi Berusia 40 Hari di Kedoya Meninggal karena Tersedak Pisang yang Diberikan Ibunya

Bayi Berusia 40 Hari di Kedoya Meninggal karena Tersedak Pisang yang Diberikan Ibunya

Megapolitan
DPRD DKI Terbelah Soal TGUPP, PDI-P dan PSI Menolak, Gerindra dan PAN Mendukung

DPRD DKI Terbelah Soal TGUPP, PDI-P dan PSI Menolak, Gerindra dan PAN Mendukung

Megapolitan
Diusulkan untuk Gaji 67 Anggota, Anggaran TGUPP Dipangkas Hanya Buat 50 Orang

Diusulkan untuk Gaji 67 Anggota, Anggaran TGUPP Dipangkas Hanya Buat 50 Orang

Megapolitan
PKL Senen Akan Direlokasi, Pemkot Jakpus Diminta Sosialisasi ke Masyarakat

PKL Senen Akan Direlokasi, Pemkot Jakpus Diminta Sosialisasi ke Masyarakat

Megapolitan
Ada Permainan Tradisional Betawi dan Area Outbond di Taman Tomang Rawa Kepa

Ada Permainan Tradisional Betawi dan Area Outbond di Taman Tomang Rawa Kepa

Megapolitan
Perusahaan Patungan PT KAI dan PT MRT Jakarta Bertugas Kelola Kawasan Transit hingga Tiketing

Perusahaan Patungan PT KAI dan PT MRT Jakarta Bertugas Kelola Kawasan Transit hingga Tiketing

Megapolitan
Dishub Sebut Penutupan Lay Bay Stasiun Bekasi oleh PT KAI Tanpa Kajian Matang

Dishub Sebut Penutupan Lay Bay Stasiun Bekasi oleh PT KAI Tanpa Kajian Matang

Megapolitan
Sidang Eksepsi Kasus 'Ikan Asin' Akan Digelar Tahun Depan

Sidang Eksepsi Kasus "Ikan Asin" Akan Digelar Tahun Depan

Megapolitan
Lay Bay Ditutup, Angkot dan Ojol Bakal Dilarang Ngetem di Depan Stasiun Bekasi?

Lay Bay Ditutup, Angkot dan Ojol Bakal Dilarang Ngetem di Depan Stasiun Bekasi?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X