Rumah Penumpang Lion Air di Depok Didatangi Keluarga dan Tetangga

Kompas.com - 29/10/2018, 19:31 WIB
Rumah M Jufri, penumpang Lion Air yang diduga jatuh di perairan Karawang, di Depok. KOMPAS.com/ ANANDITA GETAR REZHARumah M Jufri, penumpang Lion Air yang diduga jatuh di perairan Karawang, di Depok.
Penulis Icha Rastika
|

DEPOK, KOMPAS.com - Tempat tinggal M Jufri, salah satu penumpang pesawat Lion Air yang jatuh, Senin (29/10/2018), di Kompleks Sawangan Permai, Depok, ramai didatangi kerabat dan tetangganya.

Menurut Ketua RT 009 RW 009 Sawangan Permai, Dani, korban dikenal ramah dan suka membantu tetangga.

Biasanya, korban yang bekerja sebagai kepala seksi di Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Pangkal Pinang itu pulang dua pekan sekali ke rumahnya.

"Tinggal dari 2008 di sini, Bapak Jufri ramah dan suka bantu tetangga. Biasanya pulang 2 minggu sekali ke sini," kata Dani.

Baca juga: Alumni Jadi Korban Lion Air JT-610, SMA 3 Magelang Berduka

M Jufri mempunyai 3 orang anak yang masih kecil. Anak pertama berumur 13 tahun, kedua 5 tahun, dan paling kecil berumur 3 tahun.

Salah satu kakak ipar korban, Heni, menyampaikan bahwa anak-anak M Jufri akan dibawa ke rumah nenek-kakeknya di Tanjung Priok.

Sementara itu, kata dia, istri M Jufri sudah berada di Tanjung Priok lebih dulu. Keluarga masih berharap yang terbaik atas kejadian yang menimpa pesawat Lion Air tersebut.

"Adik saya sudah di sana, dia kan kerja juga. Jadi langsung ke sana supaya lebih dekat juga kalau dari sana. Mohon doanya juga yang terbaik untuk beliau," kata Heni.

Baca juga: Alumni Jadi Korban Lion Air JT-610, SMA 3 Magelang Berduka

Pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin pagi.

Pesawat itu mengangkut 178 orang dewasa, 1 anak, dan 2 bayi, serta 7 awak pesawat lainnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Lagi Pegawai PN Jakarta Barat Terpapar Covid-19

3 Lagi Pegawai PN Jakarta Barat Terpapar Covid-19

Megapolitan
Jelang Pilkada Depok, PSI: Prioritas Kami Mengakhiri Rezim PKS

Jelang Pilkada Depok, PSI: Prioritas Kami Mengakhiri Rezim PKS

Megapolitan
3 Pelaku Penembakan secara Acak di Tangsel Beraksi 7 Kali, 8 Pengendara Jadi Korban

3 Pelaku Penembakan secara Acak di Tangsel Beraksi 7 Kali, 8 Pengendara Jadi Korban

Megapolitan
Pemkot Depok Optimalkan Kampung Siaga Covid-19, Setiap RW Dapat Rp 2 Juta

Pemkot Depok Optimalkan Kampung Siaga Covid-19, Setiap RW Dapat Rp 2 Juta

Megapolitan
Struktur Bata di Bawah Stasiun Bekasi Diduga Bekas Markas di Zaman Jepang

Struktur Bata di Bawah Stasiun Bekasi Diduga Bekas Markas di Zaman Jepang

Megapolitan
Tak Ada Lonjakan Jumlah Penumpang MRT Saat Penerapan Ganjil Genap Jakarta

Tak Ada Lonjakan Jumlah Penumpang MRT Saat Penerapan Ganjil Genap Jakarta

Megapolitan
5 Karyawan Positif Covid-19, LKBN Antara Ditutup Sehari

5 Karyawan Positif Covid-19, LKBN Antara Ditutup Sehari

Megapolitan
Kronologi Penangkapan 3 Pelaku Penembakan yang Incar Pengendara di Tangsel

Kronologi Penangkapan 3 Pelaku Penembakan yang Incar Pengendara di Tangsel

Megapolitan
Diduga Korsleting, Rumah Dua Lantai di Pademangan Timur Terbakar

Diduga Korsleting, Rumah Dua Lantai di Pademangan Timur Terbakar

Megapolitan
Aturan Ganjil Genap, Perusahaan Jasa Pengiriman Berskala UMKM Terdampak

Aturan Ganjil Genap, Perusahaan Jasa Pengiriman Berskala UMKM Terdampak

Megapolitan
Perusahaan Jasa Pengiriman Siapkan Opsi Hadapi Ganjil Genap, Pakai Motor hingga Ubah Pelat Kuning

Perusahaan Jasa Pengiriman Siapkan Opsi Hadapi Ganjil Genap, Pakai Motor hingga Ubah Pelat Kuning

Megapolitan
Ini Alasan Anji Wawancara Hadi Pranoto soal Klaim Temuan Obat Covid-19

Ini Alasan Anji Wawancara Hadi Pranoto soal Klaim Temuan Obat Covid-19

Megapolitan
Meriahkan 17 Agustus di Masa Pandemi, Pemkot Tangerang Gelar Lomba Joget Balon Online

Meriahkan 17 Agustus di Masa Pandemi, Pemkot Tangerang Gelar Lomba Joget Balon Online

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Bantah Bakal Buka Sekolah September 2020

Wali Kota Tangerang Bantah Bakal Buka Sekolah September 2020

Megapolitan
44 Perusahaan di Jakarta Ditutup Sementara karena Ada Kasus Covid-19

44 Perusahaan di Jakarta Ditutup Sementara karena Ada Kasus Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X