Kompas.com - 30/10/2018, 20:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik tidak yakin koalisi Gerindra dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terganggu gara-gara urusan kursi wakil gubernur DKI Jakarta.

Menurut Taufik, koalisi Gerindra dan PKS tidak mungkin goyah hanya karena persoalan di tingkat provinsi.

"Saya enggak yakin itu. PKS dan Gerindra itu partai besar. Masa partai besar, karena begituan (urusan wagub DKI), terus goyah. Saya kira enggak," ujar Taufik di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (30/10/2018).

Baca juga: Gerindra Diminta Tanda Tangani Kesepakatan 2 Cawagub DKI dari PKS

Menurut Taufik, Gerindra dan PKS sama-sama tidak akan memutuskan komitmen berkoalisi pada Pilpres 2019.

Dia menyayangkan adanya pernyataan yang menyebut koalisi Gerindra dan PKS terganggu gara-gara kursi wagub DKI.

"Kalau ada orang buat pernyataan itu, menurut saya, dia tidak menghargai partainya juga. PKS partai besar, Gerindra partai besar. Kalau partai besar itu enggak akan goyah dalam komitmen," kata dia.

Baca juga: Teka-teki 2 Nama Cawagub DKI yang Disepakati Gerindra dan PKS

DPD Gerindra DKI Jakarta berencana mengundang DPW PKS DKI Jakarta berdialog pada 5 November 2018.

Taufik berharap ada keputusan yang dihasilkan dalam pertemuan tersebut.

"Kalau sudah ketemu, pasti ada solusi," ucapnya.

Baca juga: Kata Triwisaksana soal 2 Nama Cawagub DKI yang Disepakati PKS dan Gerindra

Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi sebelumnya mengatakan, perebutan kursi wagub DKI Jakarta mengganggu koalisi PKS dengan Partai Gerindra pada Pilpres 2019, khususnya di tingkat DKI Jakarta.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.