Kompas.com - 30/10/2018, 21:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - DPD Partai Gerindra DKI Jakarta mengundang DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DKI Jakarta untuk membahas kursi wakil gubernur DKI Jakarta yang ditinggalkan Sandiaga Uno.

Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohammad Taufik mengatakan, pihaknya mengundang DPW PKS DKI datang ke kantor DPD Gerindra DKI pada 5 November 2018.

"Hari ini kami udah bersurat ke PKS, mengundang PKS tanggal 5 (November), jam 15.00, di kantor DPD Gerindra, untuk duduk bareng mendiskusikan soal pencalonan wakil gubernur menggantikan Pak Sandi," ujar Taufik di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (30/10/2018).

Baca juga: Gerindra Diminta Tanda Tangani Kesepakatan 2 Cawagub DKI dari PKS

Taufik berharap DPW PKS DKI bisa memenuhi undangan tersebut.

Dengan demikian, kedua pihak bisa segera memutuskan dua kandidat wagub yang akan diserahkan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Menurut Taufik, persoalan wagub DKI ini cukup diselesaikan kedua partai di tingkat provinsi.

Baca juga: Teka-teki 2 Nama Cawagub DKI yang Disepakati Gerindra dan PKS

"Urusan wagub itu urusan DPD (parpol tingkat provinsi). Maksud saya, ayo kita berunding, duduk bareng, musyawarah. Pasti ada jalan keluar," kata Taufik.

Sosok yang akan menggantikan Sandiaga menduduki jabatan wakil gubernur DKI Jakarta masih menjadi teka-teki.

Sebagai parpol pengusung Anies-Sandiaga pada Pilkada DKI Jakarta 2017, Gerindra dan PKS belum menemukan kata sepakat.

Baca juga: Kata Triwisaksana soal 2 Nama Cawagub DKI yang Disepakati PKS dan Gerindra

DPD Gerindra DKI memutuskan nama Taufik sebagai kandidat wagub yang diusulkan menggantikan posisi Sandiaga.

Sementara PKS memilih dua kadernya sebagai kandidat wagub DKI, yakni Sekretaris DPW PKS DKI Jakarta Agung Yulianto dan mantan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu.

Soal mekanisme penentuan pengganti Sandiaga, partai pengusung harus mengajukan dua nama pengganti kepada Gubernur Anies.

Baca juga: Semakin Mengerucut, PKS dan Gerindra Sepakati 2 Nama Cawagub DKI

Setelah itu, Anies tinggal mengantarkan dua nama tersebut kepada DPRD DKI Jakarta. DPRD DKI akan memilih satu orang dari dua kandidat tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anies Gratiskan PBB Rumah di Bawah Rp 2 Miliar untuk Pulihkan Ekonomi, Pakar: Ngawur Ini Namanya

Anies Gratiskan PBB Rumah di Bawah Rp 2 Miliar untuk Pulihkan Ekonomi, Pakar: Ngawur Ini Namanya

Megapolitan
Putra Siregar dan Rico Valentino Divonis 6 Bulan Penjara, Ini Hal yang Meringankan dan Memberatkan Hukuman

Putra Siregar dan Rico Valentino Divonis 6 Bulan Penjara, Ini Hal yang Meringankan dan Memberatkan Hukuman

Megapolitan
Begini Cara Daftar Jadi Penghuni Rusunawa di Jakarta lewat Aplikasi Sirukim...

Begini Cara Daftar Jadi Penghuni Rusunawa di Jakarta lewat Aplikasi Sirukim...

Megapolitan
Anies Sebut Janji Kampanyenya Telah Tuntas Satu Per Satu, Termasuk soal Hunian

Anies Sebut Janji Kampanyenya Telah Tuntas Satu Per Satu, Termasuk soal Hunian

Megapolitan
Polisi Gelar Perkara Kasus Penganiayaan Murid oleh Guru di SMKN 1 Jakarta

Polisi Gelar Perkara Kasus Penganiayaan Murid oleh Guru di SMKN 1 Jakarta

Megapolitan
Putra Siregar dan Rico Valentino Divonis 6 Bulan Penjara Terkait Kasus Penganiayaan

Putra Siregar dan Rico Valentino Divonis 6 Bulan Penjara Terkait Kasus Penganiayaan

Megapolitan
Cara Daftarkan Rumah yang Jadi Sarana Pendidikan Keagamaan di Jakarta Bebas PBB-P2

Cara Daftarkan Rumah yang Jadi Sarana Pendidikan Keagamaan di Jakarta Bebas PBB-P2

Megapolitan
Minta Warga Rusunawa Akur, Anies: Enggak Ada Tetangga yang Sempurna...

Minta Warga Rusunawa Akur, Anies: Enggak Ada Tetangga yang Sempurna...

Megapolitan
Mahasiswa UI Dibegal hingga Dibacok Saat Duduk di Warkop Kawasan Beji

Mahasiswa UI Dibegal hingga Dibacok Saat Duduk di Warkop Kawasan Beji

Megapolitan
Mobil Bak Terbuka Tabrak Truk di Tol Tangerang Jakbar, Muatan Durian Tumpah di Jalan

Mobil Bak Terbuka Tabrak Truk di Tol Tangerang Jakbar, Muatan Durian Tumpah di Jalan

Megapolitan
Guru SMKN 1 Jakarta Diduga Aniaya Murid hingga Lebam, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Guru SMKN 1 Jakarta Diduga Aniaya Murid hingga Lebam, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Megapolitan
Seorang Perempuan Kena Jambret di Warkop Kawasan Manggarai, Ponsel Depan Mata Dicomot

Seorang Perempuan Kena Jambret di Warkop Kawasan Manggarai, Ponsel Depan Mata Dicomot

Megapolitan
Kebakaran Ruko di Tambora Tewaskan 6 Penghuni Kos, Api Diduga Berasal dari Korsleting Kipas di Kamar

Kebakaran Ruko di Tambora Tewaskan 6 Penghuni Kos, Api Diduga Berasal dari Korsleting Kipas di Kamar

Megapolitan
 Pondok Aren Berkibar, 3.522 Meter Bendera Merah Putih Terbentang di Sekeliling Situ Parigi Tangsel

Pondok Aren Berkibar, 3.522 Meter Bendera Merah Putih Terbentang di Sekeliling Situ Parigi Tangsel

Megapolitan
Anggota Paskibra Cabangbungin yang Berjoget Usai Upacara HUT RI Diberi Pembinaan

Anggota Paskibra Cabangbungin yang Berjoget Usai Upacara HUT RI Diberi Pembinaan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.