Bawaslu Putuskan Guru SMAN 87 yang Dilaporkan Doktrin Anti-Jokowi Tak Bersalah

Kompas.com - 31/10/2018, 19:51 WIB
Bawaslu memanggil lima siswa SMAN 87 Jakarta, Selasa (16/10/2018), untuk dimintai keterangan terkait kasus guru memberi doktrin anti Presiden Joko Widodo saat mengajar. KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFARBawaslu memanggil lima siswa SMAN 87 Jakarta, Selasa (16/10/2018), untuk dimintai keterangan terkait kasus guru memberi doktrin anti Presiden Joko Widodo saat mengajar.

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) DKI memutuskan NK, guru SMAN 87 Jakarta, tidak bersalah terkait laporan terhadap dirinya yang disebut memberi doktrin anti- Jokowi

Keputusan ini diambil Bawaslu DKI pada Rabu (31/10/2018) sore setelah rapat pleno bersama kepolisian dan kejaksaan.

"Setelah pembahasan, memang ternyata tidak ditemukan tindak pidana," kata Komisioner Bawaslu DKI Jakarta Puadi kepada Kompas.com, Rabu malam.

Baca juga: Bawaslu Telusuri Keaslian Rekaman Dugaan Doktrin Anti-Jokowi Guru SMAN 87


Puadi mengatakan, tuduhan guru NK menyampaikan doktrin anti-Jokowi tidak terbukti.

Klarifikasi telah dilakukan terhadap siswa NK, kepala sekolah, hingga pelapor.

"Pelapor sendiri tidak jelas, dia tidak bisa membuktikan," kata Puadi.

Selain itu, pihak kepolisian telah menyelidiki laporan dengan meminta keterangan ke siswa. Namun, laporan tak terbukti.

Puadi mengatakan, Bawaslu DKI bakal mengumumkan hasil pleno ini secepatnya di situs Bawaslu DKI.

Selain itu, keputusan ini akan disampaikan ke pelapor, telapor, dan kepala SMAN 87.

Kasus ini bermula dari keluhan seorang orangtua murid yang viral di media sosial.

Baca juga: Bawaslu DKI Butuh Waktu untuk Telusuri Kasus Guru SMAN 87

Orangtua itu mengadukan anaknya dan siswa SMAN 87 lainnya dikumpulkan NK di masjid dan dipertontonkan video gempa di Palu, Sulawesi Tengah.

NK dituduh menyebut Jokowi yang mengakibatkan banyaknya korban bencana itu.

Saat dimintai keterangan Kepala Sekolah, NK tak mengakui laporan itu. Kemudian, puluhan siswa berunjuk rasa membela NK. Mereka meminta nama baik NK dipulihkan jika tak terbukti bersalah.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Stres Mau Nikah Diduga Jadi Motif ART Aniaya Bayi 2 Tahun di Depok

Stres Mau Nikah Diduga Jadi Motif ART Aniaya Bayi 2 Tahun di Depok

Megapolitan
Rumah 4 Lantai Dibongkar Satpol PP Jaksel karena Langgar Peraturan Perizinan

Rumah 4 Lantai Dibongkar Satpol PP Jaksel karena Langgar Peraturan Perizinan

Megapolitan
30 Pelajar Diamankan Terkait Perusakan SMK di Depok, 5 Orang Jadi Tersangka

30 Pelajar Diamankan Terkait Perusakan SMK di Depok, 5 Orang Jadi Tersangka

Megapolitan
Raup Rp 2,5 Miliar dari Gelapkan 62 Mobil, Djeni Terlilit Utang

Raup Rp 2,5 Miliar dari Gelapkan 62 Mobil, Djeni Terlilit Utang

Megapolitan
Dishub DKI: Kami Tidak Bisa Larang Penggunaan Bus Zhong Tong

Dishub DKI: Kami Tidak Bisa Larang Penggunaan Bus Zhong Tong

Megapolitan
Pengasuh Aniaya Bocah, Orangtua Korban Penasaran Apa Motifnya

Pengasuh Aniaya Bocah, Orangtua Korban Penasaran Apa Motifnya

Megapolitan
1 November, 59 Bus Zhongtong Beroperasi di Jakarta

1 November, 59 Bus Zhongtong Beroperasi di Jakarta

Megapolitan
Orang Tua YM Curiga karena Pengasuh Mengurung Diri 2 Malam Bersama Anaknya

Orang Tua YM Curiga karena Pengasuh Mengurung Diri 2 Malam Bersama Anaknya

Megapolitan
Kisah Warga Kampung Starling, Demo Bawa Rezeki dan Satpol PP Paling Dihindari

Kisah Warga Kampung Starling, Demo Bawa Rezeki dan Satpol PP Paling Dihindari

Megapolitan
Pemprov DKI Bahas Kenaikan UMP DKI 2020 Sebesar 8 Persen

Pemprov DKI Bahas Kenaikan UMP DKI 2020 Sebesar 8 Persen

Megapolitan
Keluarga Kaget Dengar Djeni Raup Rp 2,5 Miliar dari Penggelapan 62 Mobil

Keluarga Kaget Dengar Djeni Raup Rp 2,5 Miliar dari Penggelapan 62 Mobil

Megapolitan
Sutradara Amir Mirza Gumay Simpan Sabu di Bawah Kitchen Set Rumah

Sutradara Amir Mirza Gumay Simpan Sabu di Bawah Kitchen Set Rumah

Megapolitan
Tujuh Titik Kabel Semrawut di Jakarta Selatan Segera Ditertibkan

Tujuh Titik Kabel Semrawut di Jakarta Selatan Segera Ditertibkan

Megapolitan
Keluarga Djeni Didatangi Banyak Korban Sebelum Penangkapan

Keluarga Djeni Didatangi Banyak Korban Sebelum Penangkapan

Megapolitan
MRT Jakarta Tertibkan Penjualan Benda Tajam di Dalam Stasiun

MRT Jakarta Tertibkan Penjualan Benda Tajam di Dalam Stasiun

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X