Ini Wilayah di Jakbar yang Rawan Genangan saat Musim Hujan

Kompas.com - 06/11/2018, 12:39 WIB
 Perumahan Pakuwon, Cengkareng terendam banjir hingga sepinggang orang dewasa. Warga perumahan ini mengungsi ke posko banjir terdekat karena tempat tinggalnya mulai tak layak dihuni. Foto diambil pada Rabu (11/02/2015). Dimas Jarot Bayu/Kompas.com Perumahan Pakuwon, Cengkareng terendam banjir hingga sepinggang orang dewasa. Warga perumahan ini mengungsi ke posko banjir terdekat karena tempat tinggalnya mulai tak layak dihuni. Foto diambil pada Rabu (11/02/2015).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Wali Kota Jakarta Barat, M. Zen, mengatakan setiap kecamatan di wilayahnya berpotensi menimbulkan genangan di saat memasuki musim hujan.

Adapun kecamatan yang ada di Jakarta Barat yaitu Tamansari, Kembangan, Kebon Jeruk, Grogol Petamburan, Tambora, Kalideres, Cengkareng, dan Palmerah.

"Kami sih setiap kecamatan-kecamatan ada daerah-daerah yang sifatnya genangan, ada banyak di setiap wilayah kecamatan. Kemudian wilayah rawan banjir ada di datanya," kata Zen di Ruang Pola, Gedung Wali Kota Jakarta Barat, Selasa (6/11/2018).

Baca juga: Masuki Musim Hujan, Ada Fenomena Tanah Retak di Banjarnegara


Sementara titik rawan banjir yang ada di Jakarta Barat berada di kawasan Cengkareng, Rawa Buaya, Kedaung Angke, Kalideres, Kebon Jeruk, dan Kembangan.

Kawasan tersebut dialiri oleh Kali Pesanggrahan, Kali Mookevart, Kali Sekretaris, dan Kali Angke.

Dalam mengantisipasi genangan dan banjir, Zen mengimbau agar masyarakat berperan aktif dalam membantu pemerintah, seperti gerakan kerja bakti di wilayah masing-masing.

Baca juga: Musim Hujan, Jakarta Selatan Paling Rawan Genangan

Hal itu diperlukan agar dalam penanganan kebersihan tak hanya dilakukan oleh petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).

Zen mengatakan berdasarkan informasi dan prediksi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, curah hujan tinggi di Jakarta Barat akan terjadi pada awal tahun 2019.

"Prediksi puncaknya (curah hujan tertinggi) pada Januari sampai Febuari. Itu memang perlu kita antisipasi," katanya.

Pada kesempatan berbeda, Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat, Imron, mengatakan masih melakukan normalisasi 47 saluran air di beberapa ruas di kecamatan yang ada di Jakarta Barat jelang musim hujan.

Pemasangan saluran yang dilakukan adalah u-ditch atau saluran beton bertulang bentuk U.

Masing-masing saluran panjangnya mencapai 30 kilometer.

"Kami masih melakukan pembangunan saluran air sampai batas kontrak selesai. Kami kejar target sampai 15 Desember nanti," kata Imron.

Dari pemasangan saluran air tersebut, ia berharap masyarakat bisa merawatnya. Sehingga air hujan bisa mengalir dan tidak terjadi genangan bahkan banjir.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Sebut Tidak Ada Tanda Pencurian Kabel PLN pada Kasus Bocah Tewas Tersetrum

Polisi Sebut Tidak Ada Tanda Pencurian Kabel PLN pada Kasus Bocah Tewas Tersetrum

Megapolitan
Tol Kunciran-Serpong Diresmikan, Warga: Senang, Mau ke Mana-mana Jadi Cepat

Tol Kunciran-Serpong Diresmikan, Warga: Senang, Mau ke Mana-mana Jadi Cepat

Megapolitan
Tangan Jahil Beraksi Tiap Malam, Coret-coret Makam di TPU Menteng Pulo 2

Tangan Jahil Beraksi Tiap Malam, Coret-coret Makam di TPU Menteng Pulo 2

Megapolitan
Proyek Saluran Air Rusak Rumah Warga Cakung, Pemkot Minta Kontraktor Perbaiki

Proyek Saluran Air Rusak Rumah Warga Cakung, Pemkot Minta Kontraktor Perbaiki

Megapolitan
Cinta Mega Ingin Dewan Satukan Persepsi Sebelum Ungkap Anggaran, Pengamat: Paradigma Usang

Cinta Mega Ingin Dewan Satukan Persepsi Sebelum Ungkap Anggaran, Pengamat: Paradigma Usang

Megapolitan
Lantai 5 Mal Lokasari Plaza di Taman Sari Jakbar Terbakar

Lantai 5 Mal Lokasari Plaza di Taman Sari Jakbar Terbakar

Megapolitan
Warga Keluhkan Proyek Saluran Air di Cakung, Pemkot Salahkan Kontraktor

Warga Keluhkan Proyek Saluran Air di Cakung, Pemkot Salahkan Kontraktor

Megapolitan
Tanpa PSI, Komisi C DPRD DKI Gelar Konpers Bela Anggaran Komputer Rp 128,9 Miliar

Tanpa PSI, Komisi C DPRD DKI Gelar Konpers Bela Anggaran Komputer Rp 128,9 Miliar

Megapolitan
Seorang Pelajar Tewas dalam Laka Lantas Mobil Vs Sepeda Motor

Seorang Pelajar Tewas dalam Laka Lantas Mobil Vs Sepeda Motor

Megapolitan
Cara Mengganti E-KTP Setelah Pindah Domisili

Cara Mengganti E-KTP Setelah Pindah Domisili

Megapolitan
Wali Kota Tangsel Berharap Tol Kunciran-Serpong Bisa Atasi Macet

Wali Kota Tangsel Berharap Tol Kunciran-Serpong Bisa Atasi Macet

Megapolitan
Masuk Musim Hujan, Pemkot Jakpus Pangkas 9.302 Pohon di 8 Kecamatan

Masuk Musim Hujan, Pemkot Jakpus Pangkas 9.302 Pohon di 8 Kecamatan

Megapolitan
Komisi D DPRD DKI: Rusunami DP 0 Bukan Jawaban Kebutuhan Masyarakat

Komisi D DPRD DKI: Rusunami DP 0 Bukan Jawaban Kebutuhan Masyarakat

Megapolitan
Dua Pria Bawa Samurai Rampok Minimarket di Batu Ceper

Dua Pria Bawa Samurai Rampok Minimarket di Batu Ceper

Megapolitan
Viral, Pemalakan Sopir Mobil Bongkar Muat Sembako dengan Karcis Parkir Berlogo Ormas

Viral, Pemalakan Sopir Mobil Bongkar Muat Sembako dengan Karcis Parkir Berlogo Ormas

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X