Sinyal "Black Box" CVR Lion Air Belum Terdengar Lagi

Kompas.com - 06/11/2018, 14:53 WIB
Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya M Syaugi memberikan keterangan kepada awak media di atas KRI Banjarmasin, Selasa (6/11/2018).KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya M Syaugi memberikan keterangan kepada awak media di atas KRI Banjarmasin, Selasa (6/11/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sinyal black box yang berisi Cockpit Voice Recorder (CVR) dari pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 belum terdengar lagi hingga Selasa (6/11/2018) siang.

"Tanda (sinyal) lagi belum ada, cuma kan kami sudah tahu prediksi daerahnya di situ," kata Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya M Syaugi di atas KRI Banjarmasin, Selasa.

Syaugi mengatakan, black box atau kotak hitam CVR itu diduga terendam lumpur sehingga sinyalnya tidak terdengar.

Baca juga: Ungkap Isi Black Box Lion, KNKT Gandeng Tim AS, Australia, Singapura, hingga Saudi


"Kemungkinan CVR berada itu di lumpur atau pasirnya cukup dalam lebih dari 1 meter. Jadi alat ping detector itu kadang dengar kadang tidak," ujar dia.

Black box CVR diperkirakan berada di kedalaman 35 meter di bawah permukaan laut. Derasnya arus menjadi kendala bagi penyelam yang hendak mencari black box itu.

"Tetap safety itu nomor satu, keselamatan orang nomor satu, termasuk penyelam, petugas pilotnya, (personel) searching, dan segala macam," kata Syaugi.

Baca juga: Lumpur Persulit Pencarian Sinyal Black Box Satu Lagi dari JT 610

Sebelumnya, Tim SAR Gabungan telah menemukan black box berisi Flight Data Recorder (FDR) pada Kamis (1/11/2018) lalu.

Black box yang terdiri atas Flight Data Recorder dan Cockpit Voice Recorder sama-sama dibutuhkan untuk menginvestigasi penyebab jatuhnya pesawat secara komprehensif.

Pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang jatuh di Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018) pagi.

Pesawat itu mengangkut 181 penumpang dan 8 awak. Semua penumpang dan awak diduga tewas dalam kecelakaan itu.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Anies Izinkan Anggota TGUPP-nya Bela Prabowo di MK

Anies Izinkan Anggota TGUPP-nya Bela Prabowo di MK

Megapolitan
Aryo Djojohadikusumo, Komisaris di Perusahaan Pemilik Ambulans Berlogo Gerindra

Aryo Djojohadikusumo, Komisaris di Perusahaan Pemilik Ambulans Berlogo Gerindra

Megapolitan
Anies Minta Kantor dan Toko yang Tututp karena Aksi 22 Mei Buka Lagi

Anies Minta Kantor dan Toko yang Tututp karena Aksi 22 Mei Buka Lagi

Megapolitan
Ambulans Berlogo Partai Gerindra Milik PT Arsari Pratama

Ambulans Berlogo Partai Gerindra Milik PT Arsari Pratama

Megapolitan
Sisa Gas Air Mata Kerusuhan 22 Mei Bikin Perih Mata Pengendara

Sisa Gas Air Mata Kerusuhan 22 Mei Bikin Perih Mata Pengendara

Megapolitan
Polisi: Ambulans Gerindra Dikirim ke Jakarta atas Perintah Ketua DPC Tasikmalaya

Polisi: Ambulans Gerindra Dikirim ke Jakarta atas Perintah Ketua DPC Tasikmalaya

Megapolitan
Anggota Brimob yang Viral Saat 'Video Call' Ditawari Liburan Gratis ke Bali

Anggota Brimob yang Viral Saat "Video Call" Ditawari Liburan Gratis ke Bali

Megapolitan
Siapa Perempuan Bercadar yang Diamankan di Depan Bawaslu Saat 22 Mei?

Siapa Perempuan Bercadar yang Diamankan di Depan Bawaslu Saat 22 Mei?

Megapolitan
Dalam Ambulans Berlogo Gerindra, Tak Ditemukan Perlengkapan Medis

Dalam Ambulans Berlogo Gerindra, Tak Ditemukan Perlengkapan Medis

Megapolitan
Anies Bersihkan Jalan MH Thamrin Pascakerusuhan 22 Mei

Anies Bersihkan Jalan MH Thamrin Pascakerusuhan 22 Mei

Megapolitan
Pasukan Oranye Angkut Sampah 72 Karung Seberat 3,6 Ton di KS Tubun

Pasukan Oranye Angkut Sampah 72 Karung Seberat 3,6 Ton di KS Tubun

Megapolitan
Anggota TGUPP, Bambang Widjojanto dan Rikrik Jadi Pengacara Prabowo

Anggota TGUPP, Bambang Widjojanto dan Rikrik Jadi Pengacara Prabowo

Megapolitan
Foto 'Video Call' Anggota Brimob dengan Anaknya Menginspirasi Ilustrasi Ini

Foto "Video Call" Anggota Brimob dengan Anaknya Menginspirasi Ilustrasi Ini

Megapolitan
Senyum Anggota Brimob di Bawaslu Saat Diberikan Bunga oleh Warga

Senyum Anggota Brimob di Bawaslu Saat Diberikan Bunga oleh Warga

Megapolitan
Cerita Usma soal Rokok Habis Dijarah Perusuh 22 Mei hingga Rugi Rp 20 Juta

Cerita Usma soal Rokok Habis Dijarah Perusuh 22 Mei hingga Rugi Rp 20 Juta

Megapolitan

Close Ads X