Berkas Perkara Kasus Augie Fantinus Dilimpahkan ke Kejaksaan

Kompas.com - 07/11/2018, 18:56 WIB
Pembawa acara Augie Fantinus diabadikan di halaman Gedung Trans, Jalan Kapten Tendean, Mampang, Jakarta Selatan, Jumat (15/4/2016). KOMPAS.com/TRI SUSANTO SETIAWANPembawa acara Augie Fantinus diabadikan di halaman Gedung Trans, Jalan Kapten Tendean, Mampang, Jakarta Selatan, Jumat (15/4/2016).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, berkas perkara kasus pencemaran nama baik dengan tersangka Augie Fantinus telah dilimpahkan ke kejaksaan.

"Sudah kami lakukan berkas perkara pada 4 November 2018. Jadi kami sudah limpahkan, kami menunggu evaluasi kejaksaan," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (7/11/2018).

Pihaknya tengah menunggu penjelasan kejaksaan terkait kelengkapan berkas secara formil maupun materiil.

Baca juga: Udjo Project Pop-Tika Panggabean Cerita tentang Kondisi Augie Fantinus

Jika belum lengkap, pihaknya segera melakukan perbaikan agar kasus ini dapat disidang.

"Kalau sudah dinyatakan lengkap, JPU akan kirimkan keterangan P21. Sebagai tanggung jawab penyidik adalah mengirimkan tersangka beserta barang bukti," kata dia. 

Augie ditetapkan sebagai tersangka kasus pencemaran nama baik pada Jumat (12/10/2018).

Baca juga: Udjo dan Tika Project Pop Gagal Jenguk Augie Fantinus di Tahanan

Augie ditetapkan sebagai tersangka setelah mengunggah video polisi di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) dan menyebutnya sebagai calo tiket ke akun media sosial.

Berdasarkan keterangan pada unggahan video itu, polisi terlihat sedang bertugas di arena pertandingan basket dan hendak menjual tiket kepada Augie.

"Memalukan!!! Ini hari pertama gua ke GBK untuk support Timnas Basket Kursi Roda INDONESIA @jakartaswift.basketball di @asianpg2018....Bangga senang terharu sama antusias penonton yang penuh FULL HOUSE di lapangan basket senayan," isi keterangan video tersebut seperti dikutip Kompas.com.

Baca juga: Augie Fantinus Tunjuk Pengacara untuk Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik

"Bahkan gue pun beli tiket bersama coach @hermanto1978 dan ngantre panjang untuk masuk ke dalam lapangan. Tapi gue kecewa dan emosi dengan kejadian ini! Polisi yang seharusnya tugas menjaga dan melayani masyarakat justru oknum polisi jadi calo. Ini Oknum! Pantaskah! Biar masyarakat yang menilai. Saya melakukan ini karena saya cinta Indonesia," lanjut keterangan pada video itu.

Argo mengatakan, oknum yang terekam dalam video unggahan Augie memang anggota polisi. Namun setelah diselidiki, oknum tersebut tidak sedang melakukan praktik percaloan.

Oknum polisi tersebut kemudian melaporkan perkara ini ke Polda Metro Jaya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kabur ke Sumsel, Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan Sudah Ditangkap

Kabur ke Sumsel, Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan Sudah Ditangkap

Megapolitan
Di Balik Tegaknya Masjid Lautze, Ada Peran BJ Habibie...

Di Balik Tegaknya Masjid Lautze, Ada Peran BJ Habibie...

Megapolitan
Tradisi Bagi-bagi Angpau untuk Warga Kurang Mampu di Wihara Dharma Bhakti

Tradisi Bagi-bagi Angpau untuk Warga Kurang Mampu di Wihara Dharma Bhakti

Megapolitan
Sejak Pagi, Kelenteng Tertua di Tangerang Boen Tek Bio Dipadati Umat

Sejak Pagi, Kelenteng Tertua di Tangerang Boen Tek Bio Dipadati Umat

Megapolitan
Kisah Rumah Tua Pondok Cina, Jejak Etnis Tionghoa di Depok

Kisah Rumah Tua Pondok Cina, Jejak Etnis Tionghoa di Depok

Megapolitan
Ketika Masyarakat Tionghoa di Wihara Dharma Bakti Berdoa Lebih Lama pada Tahun Tikus Logam

Ketika Masyarakat Tionghoa di Wihara Dharma Bakti Berdoa Lebih Lama pada Tahun Tikus Logam

Megapolitan
Fakta tentang Virus Corona, Gejalanya Sangat Umum, Satu Orang Diduga Terinfeksi

Fakta tentang Virus Corona, Gejalanya Sangat Umum, Satu Orang Diduga Terinfeksi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Jakarta Banjir Lagi | Suspect Virus Corona di Jakarta Utara

[POPULER JABODETABEK] Jakarta Banjir Lagi | Suspect Virus Corona di Jakarta Utara

Megapolitan
Cerita Singkat tentang Masjid Lautze yang Dibangun oleh Warga Keturunan Tionghoa

Cerita Singkat tentang Masjid Lautze yang Dibangun oleh Warga Keturunan Tionghoa

Megapolitan
Revitalisasi Monas Terhambat Legalitas, Apa yang Dilakukan Pemprov DKI?

Revitalisasi Monas Terhambat Legalitas, Apa yang Dilakukan Pemprov DKI?

Megapolitan
Melihat Sembahyang Imlek di Wihara Dharma Bakti Petak Sembilan

Melihat Sembahyang Imlek di Wihara Dharma Bakti Petak Sembilan

Megapolitan
Ini Lokasi dan Rangkaian Acara Perayaan Imlek di Jakarta

Ini Lokasi dan Rangkaian Acara Perayaan Imlek di Jakarta

Megapolitan
Jejak Orang Tionghoa dalam Roti Gambang dan Es Teler

Jejak Orang Tionghoa dalam Roti Gambang dan Es Teler

Megapolitan
Asal-usul Jalan Perniagaan, Perkampungan Masyarakat Keturunan Tionghoa di Jakarta

Asal-usul Jalan Perniagaan, Perkampungan Masyarakat Keturunan Tionghoa di Jakarta

Megapolitan
Perkiraan Cuaca Tahun Baru Imlek 2571, Jakarta Dilanda Hujan dan Petir

Perkiraan Cuaca Tahun Baru Imlek 2571, Jakarta Dilanda Hujan dan Petir

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X