Cegah Banjir, DKI Akan Bangun Tanggul Temporer di Cipinang Melayu

Kompas.com - 08/11/2018, 15:07 WIB
Kondisi Kali Sunter yang meluap di RW 003 dan RW 004, Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur, Senin (5/2/2018). Ridwan Aji Pitoko/KOMPAS.comKondisi Kali Sunter yang meluap di RW 003 dan RW 004, Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur, Senin (5/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berharap Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, tak lagi kebanjiran pada musim hujan kali ini. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membangun tanggul temporer di lokasi itu.

"Bismillah, mudah-mudahan (tidak banjir). Setiap tahun kita berharap itu," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (8/11/2018).

Rencana pembangunan tanggul temporer bermula ketika Anies melakukan inspeksi kesiapan menghadapi banjir di RW 004 Kelurahan Cipinang Melayu, Rabu malam.

Warga di sana mengeluhkan kondisi tanggul yang pembangunannya tak rampung sehingga mereka kebanjiran saat volume air kali tinggi.

Baca juga: Luapan Kali Sunter Menggenangi Permukiman Warga Cipinang Melayu

"Tadi malam saya sudah lihat, nanti insya Allah akan kami siapkan. Paling tidak solusi jangka pendeknya dulu untuk tanggul temporer," kata Anies.

Ia belum bisa memastikan apakah kelanjutan pembangunan tanggul permanen di sana bisa direalisasikan tahun ini.

Karena itu, tanggul temporer akan dibangun sebagai solusi sementara menghadapi musim hujan kali ini.

"Akan lihat apakah bisa tahun ini (kelanjutan pembangunan tanggul permanen) atau tahun ini dipasang batu turap sementara," ucap Anies.

"Disiapkan dulu paling enggak tanggul awalnya sampai kami bisa eksekusi tanggul berikutnya," lanjut dia.

Baca juga: Banjir Kembali Genangi Cipinang Melayu Setelah Sempat Surut



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Klaster dengan Kasus Covid-19 Tertinggi Kedua di DKI, Kemenhub Klaim Sudah Taat Protokol

Jadi Klaster dengan Kasus Covid-19 Tertinggi Kedua di DKI, Kemenhub Klaim Sudah Taat Protokol

Megapolitan
Akhir Pekan, Kasus Harian Covid-19 Kota Bogor Tembus 1.000 Orang

Akhir Pekan, Kasus Harian Covid-19 Kota Bogor Tembus 1.000 Orang

Megapolitan
UPDATE 19 September: Bertambah 932, Kasus Positif Covid-19 di DKI Jadi 61.807

UPDATE 19 September: Bertambah 932, Kasus Positif Covid-19 di DKI Jadi 61.807

Megapolitan
Ungkap Kasus Pelecehan dan Pemerasan Penumpang, Pihak Bandara Persilakan Polisi Periksa CCTV

Ungkap Kasus Pelecehan dan Pemerasan Penumpang, Pihak Bandara Persilakan Polisi Periksa CCTV

Megapolitan
Rektor IPB University Positif Covid-19

Rektor IPB University Positif Covid-19

Megapolitan
Positif Covid-19, Jenazah Camat Kelapa Gading Dimakamkan di TPU Pondok Ranggon

Positif Covid-19, Jenazah Camat Kelapa Gading Dimakamkan di TPU Pondok Ranggon

Megapolitan
Camat Kelapa Gading Meninggal karena Covid-19

Camat Kelapa Gading Meninggal karena Covid-19

Megapolitan
Hilang Selama Sehari, Jasad Remaja Putri Ditemukan di Sungai Citarum

Hilang Selama Sehari, Jasad Remaja Putri Ditemukan di Sungai Citarum

Megapolitan
Hingga Hari Kelima PSBB DKI, Pemprov Tutup Sementara 37 Perusahaan

Hingga Hari Kelima PSBB DKI, Pemprov Tutup Sementara 37 Perusahaan

Megapolitan
Kimia Farma Telusuri Kasus Dugaan Kekerasan Seksual dan Pemerasan di Bandara Soekarno-Hatta

Kimia Farma Telusuri Kasus Dugaan Kekerasan Seksual dan Pemerasan di Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Klaster Dinkes DKI Jakarta, 22 Pegawai Positif Covid-19

Klaster Dinkes DKI Jakarta, 22 Pegawai Positif Covid-19

Megapolitan
6 Pejabat Pemprov DKI Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

6 Pejabat Pemprov DKI Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

Megapolitan
Daftar Klaster Covid-19 Terbesar di Jakarta, 252 Kasus Ada di Kemenkes

Daftar Klaster Covid-19 Terbesar di Jakarta, 252 Kasus Ada di Kemenkes

Megapolitan
Ketika Anggota Ormas Mengaku 'Aparat' Tolak Patuhi Larangan Makan di Tempat...

Ketika Anggota Ormas Mengaku "Aparat" Tolak Patuhi Larangan Makan di Tempat...

Megapolitan
2 Kasus Positif Covid-19 di KPU Tangsel dan Nasib Pilkada 2020...

2 Kasus Positif Covid-19 di KPU Tangsel dan Nasib Pilkada 2020...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X