Pemprov DKI: Kami Enggak Mau Industri Hiburan Selalu Ditutup

Kompas.com - 08/11/2018, 16:36 WIB
Plt Dinas Pariwisata dan Budaya dan DKI Jakarta, Asiantoro, di Museun Tekstil, Palmerah, Jakarta Barat, Kamis (8/11/2018). RIMA WAHYUNINGRUMPlt Dinas Pariwisata dan Budaya dan DKI Jakarta, Asiantoro, di Museun Tekstil, Palmerah, Jakarta Barat, Kamis (8/11/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya dan DKI Jakarta Asiantoro meminta pengusaha industri hiburan malam mematuhi Peraturan Gubernur Nomor 18 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata.

Ia mengatakan, pelanggaran aturan menyebabkan tempat hiburan malam disegel.  

"Saya enggak mau industri hiburan selalu ditutup. Kami membina, 'Lo jangan main (salahi aturan) itu dong, patuhi dong (aturannya). Kami enggak bisa bela nih kalau kena pergub itu," kata Asiantoro di Museum Tekstil, Jakarta Barat, Kamis (8/11/2018).

Baca juga: Ribut Rebutan Cewek di Diskotek, Mantan Atlet Balap Sepeda Ditangkap

Pergub tersebut mengacu tiga pasal, yaitu pasal 54 tentang peredaran narkoba, pasal 55 tentang tempat prostitusi atau perdagangan manusia, dan pasal 56 tentang lokasi perjudian.

"Kalau soal judi, wanita dan narkoba, kami enggak bisa menolong karena menimbulkan keresahan. Gambling juga kalau zona itu bukan peruntukan untuk itu (tempat hiburan malam)," ujar dia. 

Dalam menutup tempat hiburan malam, Disparbud DKI Jakarta bersinergi dengan beberapa pihak seperti Satpol PP dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) DKI.

Baca juga: Pengunjung yang Pernah Tersangkut Kasus Narkoba Dilarang Masuk Diskotek Old City

Apabila terbukti ada pelanggaran, maka tanda daftar usaha pariwisata (TDUP) akan dicabut.

"PTSP juga enggak main tutup tanpa ada rekomendasi dari kami, semua bersinergi. Disparbud enggak bisa jalan sendiri," kata Asiantoro. 

Beberapa waktu lalu, Dinas Pariwisata dan Budaya DKI Jakarta bersama Satpol PP DKI Jakarta menyegel Diskotek Old City, di Jalan Kalibesar Barat, Jakarta Barat pada Senin (22/10/2018).

Baca juga: Manajemen Diskotek Old City Tak Terbukti Terlibat Peredaran Narkoba

Penyegelan dilakukan akibat ditemukannya ekstasi dan pengunjung yang positif menggunakan narkoba dalam razia pada Minggu (21/10/2018).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Minta UMK Bekasi 2020 Rp 4,9 Juta, Serikat Buruh Klaim Sudah Lakukan Survei

Minta UMK Bekasi 2020 Rp 4,9 Juta, Serikat Buruh Klaim Sudah Lakukan Survei

Megapolitan
Buruh Kota Bekasi Ingin UMK Sebesar Rp 4,9 Juta

Buruh Kota Bekasi Ingin UMK Sebesar Rp 4,9 Juta

Megapolitan
Polisi Kaji Ruas Jalan yang Dapat Dilintasi Skuter Listrik GrabWheels

Polisi Kaji Ruas Jalan yang Dapat Dilintasi Skuter Listrik GrabWheels

Megapolitan
Pulang Kampung demi Pilih Kepala Desa, Warsidin Kembali ke Jakarta Tinggal Nama

Pulang Kampung demi Pilih Kepala Desa, Warsidin Kembali ke Jakarta Tinggal Nama

Megapolitan
Ratusan Buruh Kawal Rapat Pembahasan UMK Bekasi 2020

Ratusan Buruh Kawal Rapat Pembahasan UMK Bekasi 2020

Megapolitan
Penabrak Pengguna GrabWheels Tidak Ditahan Bukan karena Anak Orang Penting

Penabrak Pengguna GrabWheels Tidak Ditahan Bukan karena Anak Orang Penting

Megapolitan
BPTJ: Penggunaan Transportasi Umum Baru 30 Persen di Jabodetabek

BPTJ: Penggunaan Transportasi Umum Baru 30 Persen di Jabodetabek

Megapolitan
Awal Mula Toko Minyak Wangi Menjamur di Kawasan Condet

Awal Mula Toko Minyak Wangi Menjamur di Kawasan Condet

Megapolitan
Pihak SDIT Izzati Bantah Terduga Teroris yang Ditangkap di Depok adalah Guru

Pihak SDIT Izzati Bantah Terduga Teroris yang Ditangkap di Depok adalah Guru

Megapolitan
Pemprov DKI Tak Akan Larang GrabWheels Beroperasi

Pemprov DKI Tak Akan Larang GrabWheels Beroperasi

Megapolitan
YLKI Minta Pemprov DKI Buat Regulasi soal Skuter Listrik, dari Perizinan hingga Asuransi

YLKI Minta Pemprov DKI Buat Regulasi soal Skuter Listrik, dari Perizinan hingga Asuransi

Megapolitan
Kuli Bangunan Asal Cilandak Jadi Korban Kecelakaan Bus di Tol Cipali

Kuli Bangunan Asal Cilandak Jadi Korban Kecelakaan Bus di Tol Cipali

Megapolitan
Korban Pemerkosaan Ayah Tiri Sempat Diancam Pria Misterius

Korban Pemerkosaan Ayah Tiri Sempat Diancam Pria Misterius

Megapolitan
Pemkot Tangerang Jelaskan Duduk Perkara Pengosongan Ruko di Cimone

Pemkot Tangerang Jelaskan Duduk Perkara Pengosongan Ruko di Cimone

Megapolitan
Kapal Sampah Bekasi Pabrikan Jerman Bisa Angkut 300 Kilogram Sampah Sekali Jalan

Kapal Sampah Bekasi Pabrikan Jerman Bisa Angkut 300 Kilogram Sampah Sekali Jalan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X