Keluarga Korban Lion Air Diimbau Waspadai Oknum yang Mengatasnamakan DVI

Kompas.com - 08/11/2018, 21:27 WIB
Suasana saat penyerahan surat kematian jenazah penumpang Lion air PK-LQP kepada pihak keluarga di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (5/11/2018).KOMPAS.com/-DEAN PAHREVI Suasana saat penyerahan surat kematian jenazah penumpang Lion air PK-LQP kepada pihak keluarga di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (5/11/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Brigjen Pol Musyafak mengimbau keluarga korban Lion Air JT 610 untuk menghindari atau tidak mengangkat telepon dari oknum tidak bertanggung jawab yang mengatasnamakan Disaster Victim Identification (DVI) Polri.

"Dari kami tim DVI Polri memberitahukan kepada keluarga penumpang karena ada info, ada beberapa oknum yang menelepon mengatasnamakan tim DVI. Perlu saya sampaikan kalau tidak dari nomor yang kami sampaikan di sini berarti (itu) oknum yang tidak bertanggung jawab," kata dia di RS Polri, Kramatjati, Kamis (8/11/2018).

Ada laporan dari sejumlah keluarga korban yang terganggu karena dihubungi oknum yang mengatasnamakan tim DVI.

Baca juga: Tim DVI Polri Kembali Identifikasi 3 Jasad Korban Lion Air JT 610

"Ada (laporan). Apa yang saya sampaikan ini ada informasi dari pihak keluarga, ditelepon-telepon. Yang jelas agak terganggu, memaksa dan sebagainya. Karena itu kami pastikan nomor yang resmi," kata Musyafak.

Nomor resmi DVI adalah sebagai berikut :

1. Nomor Whatsapp : 0821 2568 7642

2. Call center yang bisa dihubungi : 0812 1179 0961 dan 0878 8871 9805

"Kalau misalkan ada yang menelepon di luar nomor yang saya sampaikan tadi berarti bukan dari tim DVI Polri," kata dia.

"Memang dari antemortem kadang-kadang menelepon terkait pendalaman. Terkait adanya tambahan info. Untuk biaya itu semua dari Polri untuk proses identifikasi," kata Musyafak.

Pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang jatuh di Tanjung Karawang, Jawa Barat, 29 Okobter lalu. Pesawat itu mengangkut 181 penumpang dan 8 awak. Semua penumpang dan awak diduga tewas dalam kecelakaan itu.



Terkini Lainnya

BPN Kalbar: Penghitungan 'Real Count' Masih Belum Selesai

BPN Kalbar: Penghitungan "Real Count" Masih Belum Selesai

Regional
Cara Anies 'Paksa' Swasta Buatkan Ruang Terbuka Hijau untuk DKI...

Cara Anies "Paksa" Swasta Buatkan Ruang Terbuka Hijau untuk DKI...

Megapolitan
Klaim Real Count Prabowo-Sandiaga, Begini Cara Kerja BPN di Daerah

Klaim Real Count Prabowo-Sandiaga, Begini Cara Kerja BPN di Daerah

Regional
Ajak Pemilu Damai, Forpimda Magelang Deklarasi Sepakat Tunggu Keputusan KPU

Ajak Pemilu Damai, Forpimda Magelang Deklarasi Sepakat Tunggu Keputusan KPU

Regional
Dirut PLN Sofyan Basir, Tersangka Keempat dalam Kasus PLTU Riau 1

Dirut PLN Sofyan Basir, Tersangka Keempat dalam Kasus PLTU Riau 1

Nasional
3 Fakta Penemuan Jenazah di Atas Ember di Tangerang

3 Fakta Penemuan Jenazah di Atas Ember di Tangerang

Megapolitan
BPN Aceh Kumpulkan Data C1 Secara Manual, Saksi Antar Langsung ke Sekretariat

BPN Aceh Kumpulkan Data C1 Secara Manual, Saksi Antar Langsung ke Sekretariat

Regional
Hasil Sementara Situng KPU di DKI, PAN dan Partai Demokrat Menduduki Urutan Kelima

Hasil Sementara Situng KPU di DKI, PAN dan Partai Demokrat Menduduki Urutan Kelima

Megapolitan
Kericuhan Sekelompok Orang yang Tewaskan Anggota FBR di Daan Mogot

Kericuhan Sekelompok Orang yang Tewaskan Anggota FBR di Daan Mogot

Megapolitan
'Real Count' BPN Sulsel Digelar di Sekretariat DPD Gerindra, Setiap Saksi Foto Hasil Penghitungan Suara di TPS

"Real Count" BPN Sulsel Digelar di Sekretariat DPD Gerindra, Setiap Saksi Foto Hasil Penghitungan Suara di TPS

Regional
3 Pengawas Pemilu di NTT Pingsan Saat Penghitungan Suara di TPS

3 Pengawas Pemilu di NTT Pingsan Saat Penghitungan Suara di TPS

Regional
Peringatan Awal Teror Sri Lanka Berasal dari Tersangka ISIS di India

Peringatan Awal Teror Sri Lanka Berasal dari Tersangka ISIS di India

Internasional
Situng KPU Data 27,16 Persen: Jokowi-Ma'ruf 55,46 Persen, Prabowo-Sandi 44,54 Persen

Situng KPU Data 27,16 Persen: Jokowi-Ma'ruf 55,46 Persen, Prabowo-Sandi 44,54 Persen

Nasional
Kesaksian Rocky Gerung, Jengkel Dibohongi Ratna hingga Dihujat Netizen

Kesaksian Rocky Gerung, Jengkel Dibohongi Ratna hingga Dihujat Netizen

Megapolitan
'Pemilu 2019 Diakui Dunia, Kenapa 'Framing'-nya Menjadi Pemilu Kotor?'

"Pemilu 2019 Diakui Dunia, Kenapa 'Framing'-nya Menjadi Pemilu Kotor?"

Nasional

Close Ads X