Pencarian Hari Ke-11 Lion Air: 195 Kantong Jenazah, 71 Teridentifikasi

Kompas.com - 09/11/2018, 06:43 WIB
Sebanyak 20 kantong jenazah berisi bagian tubuh tiba di Dermaga JICT 2 Pelabuhan Tanjung Priok, Selasa (6/11/2018) sore.KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D Sebanyak 20 kantong jenazah berisi bagian tubuh tiba di Dermaga JICT 2 Pelabuhan Tanjung Priok, Selasa (6/11/2018) sore.

JAKARTA, KOMPAS.com - Proses pencarian korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 memasuki hari kesebelas pada Kamis (8/11/2018) kemarin.

Dalam pencarian yang hanya dilakukan oleh personel dari Badan SAR Nasional ( Basarnas) itu, masih ada beberapa bagian tubuh yang ditemukan dari perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat.

Baca juga: 4 Jenazah Korban Lion Air GT 610 Dipulangkan ke Bangka Belitung Besok

Sementara, jumlah korban yang diidentifikasi oleh RS Polri juga semakin banyak. Berikut rangkuman proses pencarian korban dan pesawat Lion Air pada hari kesebelas.

Delapan Kantong Jenazah Diserahkan ke RS Polri

Kepala Bagian Humas Basarnas Suhri Sinaga menyatakan ada delapan kantong jenazah berisi bagian tubuh yang diserahkan ke RS Polri pada Kamis kemarin.

Dengan demikian, terdapat total 195 kantong jenazah yang sudah diserahkan ke RS Polri sejak hari pertama pencarian pada Senin (29/10/2018).

"Kemarin 187 (kantong jenazah), sehingga pada sore ini pukul 19.00 WIB kami menyerahkan 8 kantong ke pihak DVI. Kemudian totalnya berjumlah 195 kantong, itu yang kami dapat," kata Suhri di Dermaga JICT 2 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Baca juga: Keluarga Korban Lion Air Diimbau Waspadai Oknum yang Mengatasnamakan DVI

Suhri menyebut, bagian-bagian tubuh yang diserahkan oleh Basarnas ditemukan di bawah permukaan perairan Tanjung Karawang.

20 Korban Baru Teridentifikasi

RS Polri kembali mengidentifikasi 20 korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610. Dengan demikian, total sudah ada 71 korban yang telah diidentifikasi.

Nama-nama korban yang berhasil diidentifikasi pada Kamis kemarin adalah Tri Haszka Hafidzi, Inayah Fatma Kurnia Dewi, Hesti Nuraini, Junior Pribadi, Mery Yulyanda, Yunita, Daryanto, Arif Yustian, Denny Maulana, dan Shintia Melina.

Baca juga: 5 Fakta Pencarian Korban Lion Air JT 610, Dua Jasad Bayi hingga Serpihan Kokpit Diangkat

Kemudian Tan Toni, Indra Bayu Aji, Linda, Filzaladi, Ary Budiastuti, Wendy, Hasnawati, Dolar, Abdul Efendi, dan Hedy.

KNKT Masih Belum Temukan Black Box CVR

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih belum menemukan black box berisi Cockpit Voice Recorder (CVR) serta badan pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610.

"Belum ditemukan. Hanya serpihan saja. Selama ini (serpihan) kami pindahkan ke BTKP (Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran). Tim kami masih mencari di lapangan fokus CVR," kata Investigator KNKT Ardi Gunawan.

Proses pencarian black box dan badan pesawat disebut akan mengikuti masa pencarian korban oleh Basarnas yang berlangsung hingga Sabtu (10/11/2018) besok.

Namun, bila black box belum juga ditemukan, KNKT tetap bisa melanjutkan masa pencariannya.

Baca juga: FDR dan CVR Black Box Lion Air JT 610 Terpisah karena Benturan Keras

CVR penting untuk ditemukan guna kelancaran proses penyelidikan kecelakaan pesawat Lion Air JT 610. Sebelumnya, petugas gabungan telah menemukan black box berisi Flight Data Recorder yang sudah mulai diteliti. 

Pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang jatuh di Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018) pagi, 13 menit setelah mengudara dari Bandara Soekarno-Hatta.

Pesawat itu mengangkut 181 penumpang dan 8 awak. Semua penumpang dan awak diduga tewas dalam kecelakaan itu.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Akhir April, Pra-Uji Coba Bus Listrik di Jakarta

Akhir April, Pra-Uji Coba Bus Listrik di Jakarta

Megapolitan
Triennial Seni Grafis Indonesia VI, Memacu Kemajuan Dunia Seni Grafis

Triennial Seni Grafis Indonesia VI, Memacu Kemajuan Dunia Seni Grafis

Edukasi
Dua Petugas Panwas di NTT Gugur saat Awasi Pemilu 2019

Dua Petugas Panwas di NTT Gugur saat Awasi Pemilu 2019

Regional
Anies Revisi Pergub Pembebasan PBB, Apa Alasannya?

Anies Revisi Pergub Pembebasan PBB, Apa Alasannya?

Megapolitan
Jadi Tersangka, Sofyan Basir Diduga Menerima Janji Fee Terkait Proyek PLTU Riau-1

Jadi Tersangka, Sofyan Basir Diduga Menerima Janji Fee Terkait Proyek PLTU Riau-1

Nasional
Golkar Babel Laporkan Dugaan Manipulasi Data Pemilu ke Bawaslu

Golkar Babel Laporkan Dugaan Manipulasi Data Pemilu ke Bawaslu

Regional
Selandia Baru: Belum Ada Intelijen Hubungan Serangan Bom Sri Lanka dengan Teror Christchurch

Selandia Baru: Belum Ada Intelijen Hubungan Serangan Bom Sri Lanka dengan Teror Christchurch

Internasional
Lagi, Petugas KPPS di Bekasi Meninggal Dunia akibat Kelelahan

Lagi, Petugas KPPS di Bekasi Meninggal Dunia akibat Kelelahan

Megapolitan
Sebulan Beroperasi, Metrotrans Terintegrasi MRT Dukuh Atas Masih Sepi Peminat

Sebulan Beroperasi, Metrotrans Terintegrasi MRT Dukuh Atas Masih Sepi Peminat

Megapolitan
Bertemu Sekjen Parpol Koalisi, Sandiaga Konsolidasikan Pusat Pengumpulan Formulur C1

Bertemu Sekjen Parpol Koalisi, Sandiaga Konsolidasikan Pusat Pengumpulan Formulur C1

Nasional
Divonis Mati, Sari Pembunuh Mantan Jurnalis Dufi Menangis

Divonis Mati, Sari Pembunuh Mantan Jurnalis Dufi Menangis

Regional
Anies: Swasta Sediakan RTH, Dapat Diskon PBB 50 Persen

Anies: Swasta Sediakan RTH, Dapat Diskon PBB 50 Persen

Megapolitan
Sri Mulyani: Presiden Berharap Pertumbuhan Ekonomi 2020 Tembus 5,6 Persen

Sri Mulyani: Presiden Berharap Pertumbuhan Ekonomi 2020 Tembus 5,6 Persen

Nasional
Pantau Rekapitulasi di Penjaringan, Sandi: Ini Bukan soal Menang atau Kalah

Pantau Rekapitulasi di Penjaringan, Sandi: Ini Bukan soal Menang atau Kalah

Megapolitan
Bocah Fikri yang Hanyut Belum Ditemukan, Petugas Terkendala Arus Deras Ciliwung

Bocah Fikri yang Hanyut Belum Ditemukan, Petugas Terkendala Arus Deras Ciliwung

Megapolitan

Close Ads X