Kompas.com - 09/11/2018, 08:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk mengidentifikasi korban pesawat Lion Air JT 610 registrasi PK LQP, diperlukan beberapa fase yang cukup panjang.

Vice Commander Disaster Victim Identification (DVI) Polri Triawan Marsudi menjelaskan ada empat fase atau prosedur yang dipakai mengacu pada kepada standar buku interpol DVI Guideline untuk bisa mengungkap identitas para korban.

Fase pertama yakni olah tempat kejadian perkara (TKP), fase kedua postmortem, ketiga antemortem, serta fase terakhir yakni rekonsiliasi.

Baca juga: Daftar 71 Korban Lion Air JT 610 yang Telah Teridentifikasi

"Untuk kasus Lion Air ini fase pertama adalah TKP di mana, di laut. Yang main siapa? Basarnas sebagai tim evakuasi. Ideal kalau di satu tempat olah TKP itu harus ada tanda pakai nomor dan sebagainya," kata Triawan, di RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu.

Setelah dari laut, jenazah akan dibawa dan diberi label oleh tim yang siaga di darat.

Triawan mengatakan, olah TKP berperan penting untuk menentukan kecepatan dan kemudahan keberhasilan dalam mengidentifikasi korban.

"Sehingga membuat tim identifikasi di postmortem maupun di tim rekonsiliasi itu akan lebih mudah menyatakan bahwa match-nya dinyatakan sebagai individu itu lebih mudah," jelasnya.

Setelah dari TKP, jenazah memasuki fase kedua di postmortem.

Baca juga: Keluarga Korban Lion Air Diimbau Waspadai Oknum yang Mengatasnamakan DVI

Pada fase postmortem terdapat tim patologi yang memeriksa jenazah untuk mengetahui penyebab kematian, tim odontologi yang memeriksa gigi korban, tim DNA yang memeriksa DNA keluarga korban, dan tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) untuk memeriksa sidik jari korban.

"Kalo yang datang dalam kondisi body part di postmortem dilihat apa yang ada. Data-data setelah yang bersangkutan meninggal itulah yang namanya data postmortem," lanjut Triawan.

Ketiga adalah fase antemortem yang menangani dan menerima data dari keluarga korban seperti identitas, data diri, jenis kelamin, properti korban, dan sebagainya.

"Proses DVI itu proses pencocokkan, ada parameter atau ukuran yang dipakai yaitu identifier primer dan sekunder," tambahnya.

Ia menjelaskan, identifier primer merupakan identifier yang tingkat keyakinan ataupun tingkat absolutnya paling tinggi. Misalnya sidik jari, gigi-gerigi, dan DNA.

Baca juga: 5 Fakta Pencarian Korban Lion Air JT 610, Dua Jasad Bayi hingga Serpihan Kokpit Diangkat

Sidik jari bisa didapat dari dokumen dan data korban seperti KTP, ijazah, dan dokumen lain.

Untuk gigi, didapat dari data catatan gigi korban semasa hidup, misalnya berobat ke dokter gigi.

Sedangkan sekunder merupakan tanda medis dan properti. Medis adalah tanda yang menempel di tubuh seperti bekas luka, bekas operasi, dan tato.

Untuk properti atau barang milik korban seperti sikat gigi dan baju terakhir yang dipakai namun belum dicuci.

"Dalam proses identifikasi prinsip kehati-hatian itu yang diutamakan. Prosedur utama adalah primer yang diutamakan primer itu yang absolut. Setelah ditanya-tanya semua pihak keluarga itu kalo bisa membawa data primer tadi. Semakin banyak semakin bagus tergantung tingkat akurasi saat rapat rekonsiliasi. Primernya harus didulukan," ungkapnya.

Baca juga: RS Polri Terima 186 Kantong Jenazah Korban Lion Air JT 610

Fase terakhir adalah rekonsiliasi, yakni pencocokan data antemortem dan postmortem.

"Di sidang kami nyatakan, setiap sore dilakukan. Dari postmortem bawa data, antemortem bawa data. Masuk proses matching direkonsiliasi," kata dia.

Triawan mengungkapkan, rekonsiliasi bukan sekadar pencocokkan. Misal yang dipakai adalah DNA, maka DNA dari antemortem diproses dan diambil sampel.

Kemudian DNA dari postmortem juga diambil, diolah dan dicocokkan.

"Secara enggak langsung di DNA sudah proses rekon dulu tapi disahkan di sidang rekonsiliasi. Setelah itu baru dirilis," tutupnya.

Setelah semua fase dilalui, korban baru bisa diidentifikasi dan diungkap identitasnya, baik keluarga maupun ke publik.

Hingga Jumat (9/11/2018) pagi, tercatat sudah ada 71 korban yang berhasil diidentifikasi dari total 189 korban.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rute KRL Bogor dan Bekasi ke Jakarta Berubah Mulai 28 Mei, Ini Penjelasan DJKA

Rute KRL Bogor dan Bekasi ke Jakarta Berubah Mulai 28 Mei, Ini Penjelasan DJKA

Megapolitan
Rute KRL Commuterline Bogor dan Bekasi-Cikarang Alami Perubahan Mulai 28 Mei 2022

Rute KRL Commuterline Bogor dan Bekasi-Cikarang Alami Perubahan Mulai 28 Mei 2022

Megapolitan
Polisi Benarkan Rombongan Peziarah yang Kecelakaan di Ciamis Berasal dari Sukamulya Tangerang

Polisi Benarkan Rombongan Peziarah yang Kecelakaan di Ciamis Berasal dari Sukamulya Tangerang

Megapolitan
Jam 'Car Free Day' Selesai, Jalan MH Thamrin Kembali Dapat Dilintasi Kendaraan

Jam "Car Free Day" Selesai, Jalan MH Thamrin Kembali Dapat Dilintasi Kendaraan

Megapolitan
Ikuti 'Car Free Day' di Bundaran HI, Warga Antusias Berfoto di Patung Selamat Datang

Ikuti "Car Free Day" di Bundaran HI, Warga Antusias Berfoto di Patung Selamat Datang

Megapolitan
16 Warga Tangerang Kecelakaan Lalu Lintas di Ciamis, 1 Korban Meninggal dan 15 Luka-luka

16 Warga Tangerang Kecelakaan Lalu Lintas di Ciamis, 1 Korban Meninggal dan 15 Luka-luka

Megapolitan
Hari Pertama Car Free Day 2022: Masyarakat Antusias, Bundaran HI 'Spot' Favorit

Hari Pertama Car Free Day 2022: Masyarakat Antusias, Bundaran HI "Spot" Favorit

Megapolitan
Kegiatan 'Car Free Day' Kembali Digelar, Warga Padati Kawasan Bundaran HI

Kegiatan "Car Free Day" Kembali Digelar, Warga Padati Kawasan Bundaran HI

Megapolitan
Pembukaan Car Free Day, Warga Membeludak, Petugas Sulit Kontrol Kepatuhan Scan PeduliLindungi

Pembukaan Car Free Day, Warga Membeludak, Petugas Sulit Kontrol Kepatuhan Scan PeduliLindungi

Megapolitan
Sedih Bulldog Kesayangannya Mati usai Dititipkan, Ini Harapan Sang Pemilik

Sedih Bulldog Kesayangannya Mati usai Dititipkan, Ini Harapan Sang Pemilik

Megapolitan
UPDATE 21 Mei: Kasus Covid-19 Tangsel Tambah 19, Pasien yang Masih Dirawat 108 Orang

UPDATE 21 Mei: Kasus Covid-19 Tangsel Tambah 19, Pasien yang Masih Dirawat 108 Orang

Megapolitan
UPDATE 21 Mei: Covid-19 di Kota Tangerang Tambah 10 Kasus

UPDATE 21 Mei: Covid-19 di Kota Tangerang Tambah 10 Kasus

Megapolitan
Sudinhub Jakpus Turunkan Personel Berikan Informasi Rute 'Car Free Day'

Sudinhub Jakpus Turunkan Personel Berikan Informasi Rute "Car Free Day"

Megapolitan
Awal Mula Munculnya Petisi Online Warga Tangsel yang Minta Sebuah Pet Shop Ditutup

Awal Mula Munculnya Petisi Online Warga Tangsel yang Minta Sebuah Pet Shop Ditutup

Megapolitan
Car Free Day Jakarta Kembali Dibuka Hari Ini, Berikut Pembatasan dan Aturannya

Car Free Day Jakarta Kembali Dibuka Hari Ini, Berikut Pembatasan dan Aturannya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.