Jasa Raharja Salurkan Santunan ke 38 Ahli Waris Korban JT 610

Kompas.com - 09/11/2018, 10:53 WIB
Jenasah Herjuno Darpito Korban Lion Air Tiba di Rumah Orang Tuanya di Nogosari 1, Desa Bandung, Kecamatan Playen, Gunungkidul Rabu (7/11/2018) Kompas.com/Markus YuwonoJenasah Herjuno Darpito Korban Lion Air Tiba di Rumah Orang Tuanya di Nogosari 1, Desa Bandung, Kecamatan Playen, Gunungkidul Rabu (7/11/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Jasa Raharja (Persero) telah menyerahkan santunan kepada ahli waris korban kecelakaan pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 dan registrasi PQ-LQP rute Jakarta-Pangkal Pinang. Penyerahan santunan dilakukan secara bertahap.

"Jasa Raharja telah menyerahkan santunan kepada 38 ahli waris. Penyerahan santunan dilaksanakan secara bertahap kepada ahli waris korban yang telah teridentifikasi oleh tim DVI Mabes Polri," kata Direktur Utama Jasa Raharja Budi Rahardjo Slamet dalam keterangannya, Jumat (9/11/2018).

Baca juga: 2 Dari 6 Anggota DPRD Bangka Belitung Korban Lion Air JT 610 Dipulangkan

Santunan diserahkan melalui kantor cabang dan perwakilan Jasa Raharja yang ada di sejumlah provinsi berdasarkan domisili para ahli waris.


Adapun 38 ahli waris di antaranya berada di Bangka Belitung (11 orang), Banten (7 orang), DKI Jakarta (10 orang), Jawa Barat (4 orang), dan Sumatera Selatan (2 orang).

Selanjutnya di Jambi (1 orang), Jawa Tengah (1 orang), Jawa Timur (1 orang), dan Sumatera Barat (1 orang).

"Petugas kami telah membantu melengkapi 188 berkas administrasi ahli waris dengan mendatangi tempat kediaman sekaligus menyampaikan turut prihatin atas musibah tersebut dan di antaranya berdoa bersama dengan keluarga korban," kata Budi.

Baca juga: Fase-fase Mengungkap Identitas Korban Lion Air JT 610

Santunan diberikan berdasarkan hasil mengumpulkan informasi Jasa Raharja di Posko Basarnas Tanjung Priok dan di RS Polri Kramatjati.

Ada pula dari Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta Timur, Terminal 1B Bandara Soekarno Hatta, dan Posko Bandara Depati Amir di Pangkal Pinang.

"Diharapkan seluruh penyerahan dapat dilakukan dalam waktu dekat," katanya.

Kecelakaan Lion Air JT 610 terjadi pada Senin (29/10/2018) dengan rute penerbangan Jakarta-Pangkal Pinang pukul 06.20 WIB.

Pesawat yang membawa 188 penumpang dan awak pesawat terjatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, 13 menit setelah mengudara.

Dari Rabu (31/10/2018) hingga Kamis (8/11/2018), tim Disaster Victim Identification Kepolisian Republik Indonesia (DVI Polri) telah mengidentifikasi 71 jenazah dan diserahkan kepada keluarga di RS Polri Kramatjati.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mobil Satpol PP Jakbar Lawan Arus dan Bikin Macet, Kasatpol Sebut Sedang Bawa Copet

Mobil Satpol PP Jakbar Lawan Arus dan Bikin Macet, Kasatpol Sebut Sedang Bawa Copet

Megapolitan
Gara-gara Mobil Satpol PP Lawan Arus, Jalan Puri Kembangan Macet Panjang Sore Tadi

Gara-gara Mobil Satpol PP Lawan Arus, Jalan Puri Kembangan Macet Panjang Sore Tadi

Megapolitan
Lutfi Alfian, Pemuda yang Sempat Viral Fotonya Saat Demo DPR Didakwa 3 Pasal Alternatif

Lutfi Alfian, Pemuda yang Sempat Viral Fotonya Saat Demo DPR Didakwa 3 Pasal Alternatif

Megapolitan
Masih Direvitalisasi, Tak Ada Pagar Pembatas Antara Kali dan Trotoar di Dekat Kantor Wali Kota Jakbar

Masih Direvitalisasi, Tak Ada Pagar Pembatas Antara Kali dan Trotoar di Dekat Kantor Wali Kota Jakbar

Megapolitan
Kasus Persekusi Anggota Banser Bermula dari Senggolan Sepeda Motor

Kasus Persekusi Anggota Banser Bermula dari Senggolan Sepeda Motor

Megapolitan
Anggaran Belum Cair, Portal Pembatas di Dekat Halte Transjakarta Grogol Masih Rusak

Anggaran Belum Cair, Portal Pembatas di Dekat Halte Transjakarta Grogol Masih Rusak

Megapolitan
Jaksa Sebut Lutfi Alfian Bukan Pelajar, Kenakan Seragam Hanya untuk Buat Onar

Jaksa Sebut Lutfi Alfian Bukan Pelajar, Kenakan Seragam Hanya untuk Buat Onar

Megapolitan
Mobil Lexus hingga Fortuner Terjaring Razia Pajak Kendaraan di Parkiran Mal

Mobil Lexus hingga Fortuner Terjaring Razia Pajak Kendaraan di Parkiran Mal

Megapolitan
Laporan VP Garuda Indonesia soal Tudingan Germo Berlanjut ke Pemeriksaan Saksi

Laporan VP Garuda Indonesia soal Tudingan Germo Berlanjut ke Pemeriksaan Saksi

Megapolitan
Didakwa Buat Onar Saat Demo di DPR, Lutfi Alfian Tak Ajukan Eksepsi

Didakwa Buat Onar Saat Demo di DPR, Lutfi Alfian Tak Ajukan Eksepsi

Megapolitan
Ikut Pemilihan RW di Jatiasih Harus Bayar Rp 15 Juta, DPRD: Tak Melanggar tapi Tidak Masuk Akal

Ikut Pemilihan RW di Jatiasih Harus Bayar Rp 15 Juta, DPRD: Tak Melanggar tapi Tidak Masuk Akal

Megapolitan
Tanggapi Janji Ari Askhara Beri Koper Tumi ke Awak Kabin, Karyawan Garuda: Itu Perlengkapan Kerja

Tanggapi Janji Ari Askhara Beri Koper Tumi ke Awak Kabin, Karyawan Garuda: Itu Perlengkapan Kerja

Megapolitan
Warga Jakarta Utara, Kini Bikin SKCK, Tes Urin, hingga Bayar Pajak Bisa di Mall

Warga Jakarta Utara, Kini Bikin SKCK, Tes Urin, hingga Bayar Pajak Bisa di Mall

Megapolitan
Petugas Damkar Kesulitan Cari Sarang Kobra di Jakasampurna, Bekasi

Petugas Damkar Kesulitan Cari Sarang Kobra di Jakasampurna, Bekasi

Megapolitan
Alasan Masih Muda, Lutfi Alfian Ajukan Penangguhan Penahanan

Alasan Masih Muda, Lutfi Alfian Ajukan Penangguhan Penahanan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X