Mapolsek Penjaringan Diserang, Seorang Polisi Terluka

Kompas.com - 09/11/2018, 12:57 WIB
Petugas menginterogasi pelaku penyerangan Mapolsek Metro Penjaringan, Jumat (9/11/2018). Dokumentasi/ Polsek Metro PenjaringanPetugas menginterogasi pelaku penyerangan Mapolsek Metro Penjaringan, Jumat (9/11/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang polisi luka ringan dalam penyerangan Mapolsek Penjaringan yang dilakukan Rohandi, Jumat (9/11/2018) dini hari tadi.

Kapolsek Metro Penjaringan AKBP Rachmat Sumekar mengatakan, polisi bernama AKP M A Irawan mengalami luka di lengan kanan.

"Benar satu anggota kami terluka," kata Rachmat saat dikonfirmasi wartawan.

Baca juga: Polisi Pastikan Penyerang Mapolsek Penjaringan Bukan Teroris

Berdasarkan keterangan yang diterima Kompas.com, Irawan terluka karena terkena sabetan golok yang dipegang Rohandi.

"(Pelaku) menyerang petugas kepolisian dan korban terjatuh terkena sabetan golok pelaku dan mengenai tangannya hingga luka ringan," ujarnya. 

Selain Irawan, sejumlah aparat polisi juga diserang Rohandi.

Namun, serangan yang dilakukan Rohandi tidak mengalami luka di badan polisi-polisi itu.

Baca juga: Dini Hari, Polsek Penjaringan Diserang Orang Depresi

Kaca Ruangan PPA Mapolsek Penjaringan juga rusak akibat serangan yang dilakukan oleh pria berusia 31 tahun tersebut.

"Pelaku memecahkan pintu kaca ruangan dengan golok yang dipegangnya dan menyerang Aipda Dedi dan Aipda Giyarto," ujar Rachmat.

Diberitakan sebelumnya, Rohandi nekat menyerang Mapolsek Metro Penjaringan pukul 01.35 karena mengalami depresi akibat penyakitnya yang tidak kunjung sembuh.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kegiatan Tatap Muka Diizinkan, SMPN 2 Bekasi Tetap Belajar Daring karena Alasan Ini

Kegiatan Tatap Muka Diizinkan, SMPN 2 Bekasi Tetap Belajar Daring karena Alasan Ini

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Ingin Ojek Online Diizinkan Angkut Penumpang

Wali Kota Tangerang Ingin Ojek Online Diizinkan Angkut Penumpang

Megapolitan
Mewaspadai Pasar sebagai Klaster Penyebaran Covid-19 di Jakarta...

Mewaspadai Pasar sebagai Klaster Penyebaran Covid-19 di Jakarta...

Megapolitan
Wali Kota Tangerang: Pelanggaran PSBB Semakin Banyak

Wali Kota Tangerang: Pelanggaran PSBB Semakin Banyak

Megapolitan
3 Pilot Ditangkap karena Pakai Sabu, Alvin Lie: Pengawasan Masih Bolong-bolong

3 Pilot Ditangkap karena Pakai Sabu, Alvin Lie: Pengawasan Masih Bolong-bolong

Megapolitan
Pandemi Covid-19, Begini Prosedur Hewan Kurban Diangkut ke Kepulauan Seribu

Pandemi Covid-19, Begini Prosedur Hewan Kurban Diangkut ke Kepulauan Seribu

Megapolitan
Polisi Sudah Periksa 20 Saksi Terkait Kematian Wartawan Metro TV

Polisi Sudah Periksa 20 Saksi Terkait Kematian Wartawan Metro TV

Megapolitan
Waktu Operasional Uji Coba Bus Listrik Transjakarta Diperpanjang Jadi 12 Jam

Waktu Operasional Uji Coba Bus Listrik Transjakarta Diperpanjang Jadi 12 Jam

Megapolitan
Kebakaran di Bekasi, Tiga Penghuni Rumah Tewas

Kebakaran di Bekasi, Tiga Penghuni Rumah Tewas

Megapolitan
Urai Kepadatan Penumpang di Stasiun Bogor, Jadwal Keberangkatan KRL Mulai Pukul 03.41 WIB

Urai Kepadatan Penumpang di Stasiun Bogor, Jadwal Keberangkatan KRL Mulai Pukul 03.41 WIB

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Penonaktifan Lurah Grogol Selatan karena e-KTP Djoko Tjandra | Tiga Kali Lonjakan Kasus Covid-19 di Jakarta

[POPULER JABODETABEK] Penonaktifan Lurah Grogol Selatan karena e-KTP Djoko Tjandra | Tiga Kali Lonjakan Kasus Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Hari Ini SMAN 2 Bekasi Lakukan Pembukaan Masa Pengenalan Sekolah secara Tatap Muka

Hari Ini SMAN 2 Bekasi Lakukan Pembukaan Masa Pengenalan Sekolah secara Tatap Muka

Megapolitan
Murid di Depok Belajar dari Rumah hingga Akhir 2020

Murid di Depok Belajar dari Rumah hingga Akhir 2020

Megapolitan
Reklamasi Ancol Diklaim Bisa Atasi Banjir Jakarta, tapi Bisa Ancam Pemulihan Teluk Jakarta

Reklamasi Ancol Diklaim Bisa Atasi Banjir Jakarta, tapi Bisa Ancam Pemulihan Teluk Jakarta

Megapolitan
Ini Alasan PSBB Kota Tangerang Diperpanjang hingga 26 Juli 2020

Ini Alasan PSBB Kota Tangerang Diperpanjang hingga 26 Juli 2020

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X