Gubernur DKI Kritik Transjakarta Koridor 13 yang Tak Terintegrasi Stasiun MRT - Kompas.com

Gubernur DKI Kritik Transjakarta Koridor 13 yang Tak Terintegrasi Stasiun MRT

Kompas.com - 10/11/2018, 15:58 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Lapangan Silang Monas Selatan, Jakarta Pusat, Sabtu (10/11/2018).KOMPAS.com/NURSITA SARI Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Lapangan Silang Monas Selatan, Jakarta Pusat, Sabtu (10/11/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengkritik pengoperasian koridor 13 transjakarta rute Kapten Tendean-Ciledug yang tidak terintegrasi dengan stasiun mass rapid transit ( MRT) di Jalan Sisingamangaraja, Jakarta Selatan.

"Kalau Koridor 13, naik itu, mau pindah ke MRT, bagaimana coba nanti? Jauhnya luar biasa. Stasiun MRT-nya di mana, lintasan TJ-nya di mana," ujar Anies di di Lapangan Silang Monas Selatan, Jakarta Pusat, Sabtu (10/11/2018).

Baca juga: Empat Halte Transjakarta akan Terintegrasi MRT

Anies menyampaikan, perusahaan transportasi, termasuk badan usaha milik daerah (BUMD) DKI, selama ini hanya memikirkan usahanya masing-masing.


Hal ini mengakibatkan tidak adanya integrasi. Meskipun demikian, Anies mengaku tidak menyalahkan siapa pun.

"Jangan nyalahin yang lain. Karena itu, saya dudukkan semuanya, saya katakan bahwa tidak boleh lagi berpikir hanya modanya sendiri, semuanya harus berpikir sebagai satu-kesatuan sehingga warga Jakarta merasakan manfaat naik kendaraan umum," kata dia.

Menurut Anies, warga mau sepenuhnya menggunakan transportasi umum jika antar-moda itu terintegrasi atau nyambung.

Baca juga: PT MRT Jakarta Uji Coba Angkut Karung Pasir Setara 1.950 Penumpang

Oleh karena itu, Anies ingin mengintegrasikan semua angkutan umum di Jakarta, dari mulai angkot, transjakarta, LRT, hingga MRT nantinya.

"Kita akan membuat rute transportasi massal yang bisa menjangkau di atas 90 persen wilayah dan penduduk DKI. Karena itu, nanti harus ada pengaturan rute lagi," ucap Anies.


Terkini Lainnya

Sosok Ira Koesno, Kontroversi Era Reformasi hingga Debat Perdana dalam Sejarah

Sosok Ira Koesno, Kontroversi Era Reformasi hingga Debat Perdana dalam Sejarah

Nasional
Jalani Tes Urine Terkait Penangkapan Asistennya, Ivan Gunawan Negatif Narkoba

Jalani Tes Urine Terkait Penangkapan Asistennya, Ivan Gunawan Negatif Narkoba

Megapolitan
Tim Prabowo-Sandiaga Nilai Hasil Survei Jokowi Tak Sejalan dengan Kenyataan

Tim Prabowo-Sandiaga Nilai Hasil Survei Jokowi Tak Sejalan dengan Kenyataan

Nasional
Kamis Malam, Wapres Kalla Gelar Nobar Debat Pilpres di Rumah Dinas

Kamis Malam, Wapres Kalla Gelar Nobar Debat Pilpres di Rumah Dinas

Nasional
Ahmad Dhani dan Barang Bukti Kasus Vlog Idiot Diserahkan Polisi ke Kejaksaan

Ahmad Dhani dan Barang Bukti Kasus Vlog Idiot Diserahkan Polisi ke Kejaksaan

Regional
Dua Buronan Perampok Spesialis Rumah Kosong di Depok Ditangkap

Dua Buronan Perampok Spesialis Rumah Kosong di Depok Ditangkap

Megapolitan
Dapat Undangan, SBY Pilih Nonton Debat Pertama Pilpres di Rumah

Dapat Undangan, SBY Pilih Nonton Debat Pertama Pilpres di Rumah

Nasional
Ada Kegiatan, Waketum PSSI Joko Driyono Tak Penuhi Panggilan Satgas Antimafia Bola

Ada Kegiatan, Waketum PSSI Joko Driyono Tak Penuhi Panggilan Satgas Antimafia Bola

Nasional
Jelang Debat Perdana, Ma'ruf Amin Bilang 'Sudah Mantaplah'

Jelang Debat Perdana, Ma'ruf Amin Bilang "Sudah Mantaplah"

Nasional
Otoritas Australia Tahan 7 Warga Malaysia Usai Gerebek Sebuah Rumah

Otoritas Australia Tahan 7 Warga Malaysia Usai Gerebek Sebuah Rumah

Internasional
Bupati Instruksikan Anak Gizi Buruk Akut Dibawa ke Rumah Sakit

Bupati Instruksikan Anak Gizi Buruk Akut Dibawa ke Rumah Sakit

Regional
Polisi Amankan Tiga Orang Diduga Provokator Bentrokan Tanah Abang

Polisi Amankan Tiga Orang Diduga Provokator Bentrokan Tanah Abang

Megapolitan
Massa Pendukung Diminta Tak Saling Ejek Saat Debat Pilpres

Massa Pendukung Diminta Tak Saling Ejek Saat Debat Pilpres

Nasional
245.000 Narapidana Belum Memiliki e-KTP

245.000 Narapidana Belum Memiliki e-KTP

Megapolitan
Setubuhi Anak Tetangga di Bawah Umur, Pria Ini Terancam 15 Tahun Penjara

Setubuhi Anak Tetangga di Bawah Umur, Pria Ini Terancam 15 Tahun Penjara

Megapolitan

Close Ads X