Setelah 50 Tahun, DKI Baru Kantongi Sertifikat Taman Ismail Marzuki

Kompas.com - 10/11/2018, 22:33 WIB
Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) DKI Jakarta Jaya menyerahkan sertifikat tanah kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM) kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-50 TIM, Sabtu (10/11/2018) malam. KOMPAS.com/NURSITA SARIKepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) DKI Jakarta Jaya menyerahkan sertifikat tanah kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM) kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-50 TIM, Sabtu (10/11/2018) malam.
Penulis Nursita Sari
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta baru mengantongi sertifikat kepemilikan tanah Taman Ismail Marzuki ( TIM) setelah membangun kawasan itu 50 tahun yang lalu pada era mantan Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin.

Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) DKI Jakarta Jaya menyerahkan sertifikat itu kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 TIM, Sabtu (10/11/2018) malam.

"BPN menyerahkan sertifikat tanah. Sekarang secara legal wilayah tanah di TIM ini adalah bagian dari aset Pemprov DKI," ujar Anies saat memberikan sambutan di kawasan TIM, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat.

Baca juga: Sabtu-Minggu, Jalan Cikini Ditutup untuk Perayaan HUT Taman Ismail Marzuki


Anies menyampaikan, sebelum sertifikat itu terbit, Pemprov DKI baru bisa mengklaim kepemilikan aset TIM secara non-formal karena tidak memiliki dokumen sertifikat itu.

Setelah sertifikat dikantongi dan TIM secara legal merupakan aset Pemprov DKI, lanjut Anies, pemerintah memiliki keleluasaan mengerjakan banyak hal di TIM.

Salah satu yang akan dikerjakan Pemprov DKI yakni merevitalisasi kawasan TIM.

"Pemenangnya sudah ditentukan lama, kalau tidak salah 10 tahun lalu, pemenang sayembara desain TIM, Bung Andra Matin. Insya Allah tahun depan revitalisasi TIM akan mulai kita lakukan di tempat ini," kata Anies.

Revitalisasi TIM rencananya dikerjakan oleh BUMD DKI, PT Jakarta Propertindo. Pembangunan membutuhkan waktu dua tahun dengan anggaran sekitar Rp 1,8 triliun.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Pengungkapan Klinik Psikotropika, Pemilik Tak Punya Izin, Jutaan Butir Akan Dijual

Fakta Pengungkapan Klinik Psikotropika, Pemilik Tak Punya Izin, Jutaan Butir Akan Dijual

Megapolitan
Hujan Deras Sabtu Dini Hari, 10 RT di DKI Tergenang

Hujan Deras Sabtu Dini Hari, 10 RT di DKI Tergenang

Megapolitan
Aksi 212 Berantas Korupsi, Dijaga Ribuan Polisi dan Selesai Tepat Waktu

Aksi 212 Berantas Korupsi, Dijaga Ribuan Polisi dan Selesai Tepat Waktu

Megapolitan
Kabar Terbaru Zat Radioaktif di Tangsel, Mengontaminasi Dua Warga Batan Indah

Kabar Terbaru Zat Radioaktif di Tangsel, Mengontaminasi Dua Warga Batan Indah

Megapolitan
Robohnya Atap SMKN 24: Antara Cuaca Buruk dan Indikasi Kecurangan Saat Direhab

Robohnya Atap SMKN 24: Antara Cuaca Buruk dan Indikasi Kecurangan Saat Direhab

Megapolitan
BMKG: Jakarta Diprediksi Turun Hujan Lokal Sore Ini

BMKG: Jakarta Diprediksi Turun Hujan Lokal Sore Ini

Megapolitan
Kritik Formula E di Monas, Ikatan Arsitek: Mereka Enggak Peduli soal Kesakralan

Kritik Formula E di Monas, Ikatan Arsitek: Mereka Enggak Peduli soal Kesakralan

Megapolitan
Minta Bayaran Rp 450.000 Setelah Antar 3 Penumpang, 3 Tukang Ojek Ditangkap Polisi

Minta Bayaran Rp 450.000 Setelah Antar 3 Penumpang, 3 Tukang Ojek Ditangkap Polisi

Megapolitan
Remaja yang Diduga Diperkosa Oknum PNS Papua Minta Perlindungan LPSK

Remaja yang Diduga Diperkosa Oknum PNS Papua Minta Perlindungan LPSK

Megapolitan
50 Kg Ganja di Dalam Bus di Tangerang Milik Dua Napi

50 Kg Ganja di Dalam Bus di Tangerang Milik Dua Napi

Megapolitan
Riset Sebut Ciliwung Masuk Sungai Terkotor di Dunia, Ini Komentar Pemprov DKI

Riset Sebut Ciliwung Masuk Sungai Terkotor di Dunia, Ini Komentar Pemprov DKI

Megapolitan
Anggota Komisi E DPRD Dorong Kasus Robohnya Atap SMKN 24 Jaktim Dibawa ke Jalur Hukum

Anggota Komisi E DPRD Dorong Kasus Robohnya Atap SMKN 24 Jaktim Dibawa ke Jalur Hukum

Megapolitan
Diduga Korsleting Listrik, Rumah Dua Lantai di Duren Sawit Terbakar

Diduga Korsleting Listrik, Rumah Dua Lantai di Duren Sawit Terbakar

Megapolitan
Ini Efek jika Sembarangan Mengkonsumsi Psikotropika Trihexyphenidyl

Ini Efek jika Sembarangan Mengkonsumsi Psikotropika Trihexyphenidyl

Megapolitan
PT INKA Siapkan Tenaga Ahli untuk Kaji Pembangunan Jalur Trem di Bogor

PT INKA Siapkan Tenaga Ahli untuk Kaji Pembangunan Jalur Trem di Bogor

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X