Anies: Revitalisasi TIM Memakan Biaya Rp 1 Triliun

Kompas.com - 11/11/2018, 09:40 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam acara seni budaya di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat pada Minggu (11/11/2018). RIMA WAHYUNINGRUM Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam acara seni budaya di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat pada Minggu (11/11/2018).


JAKARTA, KOMPAS.com - Pemprov DKI Jakarta akan melakukan dua aspek dalam revitalisasi kawasan Taman Ismial Marzuki (TIM) yang teletak di Cikini, Jakarta Pusat yakni insfrastruktur dan membangun ekosistem seni.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, pada aspek insfrastruktur pihaknya akan melakukan pembangunan pada awal 2019.

"Insya Allah akan berjalan dua tahun dan ini akan memakan biaya sebesar Rp 1 triliun," kata Anies di Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Minggu (11/11/2018).

Ia berharap agar revitalisasi tak hanya dilakukan pada gedung TIM ,melainkan pada seni budaya Jakarta-nya sendiri. Maka dari itu, pada aspek revitalisasi kedua ia ingin adanya pembangunan ekosistem seni.


"Yang tidak kalah penting kita ingin membangun ekosistem seni budaya di Jakarta dan TIM adalah salah satu simpulnya tapi yang harus jadi ekosistem adalah Jakartanya. Jakarta harus jadi ekosistem buduaya," katanya.

Menurutnya, dalam seni budaya di Jakarta sudah mulai diaktifkan kembali lewat kegiatan musik di kawasan Sudirman. Selanjutnya, ia berharap adanya seni tari dan lukis.

"Kita ingin lahir seniman seniman kelas dunia dari Jakarta ini. Dan itulah usaha revitalisasi TIM itu bagian dari membawa Jakarta menjadi pusat kebudayaan di Asia," katanya.

Pemprov DKI Jakarta baru mengantongi sertifikat kepemilikan tanah kawasan Taman Ismail Marzuki setelah dibangun selama 50 tahun oleh kepemimpinan mantan gubernur Ali Sadikin. Sertifikat didapat dalam Hari Ulang Tahun ke-50 pada Sabtu (10/11/2018).



Terkini Lainnya

BPN Kalbar: Penghitungan 'Real Count' Masih Belum Selesai

BPN Kalbar: Penghitungan "Real Count" Masih Belum Selesai

Regional
Cara Anies 'Paksa' Swasta Buatkan Ruang Terbuka Hijau untuk DKI...

Cara Anies "Paksa" Swasta Buatkan Ruang Terbuka Hijau untuk DKI...

Megapolitan
Klaim Real Count Prabowo-Sandiaga, Begini Cara Kerja BPN di Daerah

Klaim Real Count Prabowo-Sandiaga, Begini Cara Kerja BPN di Daerah

Regional
Ajak Pemilu Damai, Forpimda Magelang Deklarasi Sepakat Tunggu Keputusan KPU

Ajak Pemilu Damai, Forpimda Magelang Deklarasi Sepakat Tunggu Keputusan KPU

Regional
Dirut PLN Sofyan Basir, Tersangka Keempat dalam Kasus PLTU Riau 1

Dirut PLN Sofyan Basir, Tersangka Keempat dalam Kasus PLTU Riau 1

Nasional
3 Fakta Penemuan Jenazah di Atas Ember di Tangerang

3 Fakta Penemuan Jenazah di Atas Ember di Tangerang

Megapolitan
BPN Aceh Kumpulkan Data C1 Secara Manual, Saksi Antar Langsung ke Sekretariat

BPN Aceh Kumpulkan Data C1 Secara Manual, Saksi Antar Langsung ke Sekretariat

Regional
Hasil Sementara Situng KPU di DKI, PAN dan Partai Demokrat Menduduki Urutan Kelima

Hasil Sementara Situng KPU di DKI, PAN dan Partai Demokrat Menduduki Urutan Kelima

Megapolitan
Kericuhan Sekelompok Orang yang Tewaskan Anggota FBR di Daan Mogot

Kericuhan Sekelompok Orang yang Tewaskan Anggota FBR di Daan Mogot

Megapolitan
'Real Count' BPN Sulsel Digelar di Sekretariat DPD Gerindra, Setiap Saksi Foto Hasil Penghitungan Suara di TPS

"Real Count" BPN Sulsel Digelar di Sekretariat DPD Gerindra, Setiap Saksi Foto Hasil Penghitungan Suara di TPS

Regional
3 Pengawas Pemilu di NTT Pingsan Saat Penghitungan Suara di TPS

3 Pengawas Pemilu di NTT Pingsan Saat Penghitungan Suara di TPS

Regional
Peringatan Awal Teror Sri Lanka Berasal dari Tersangka ISIS di India

Peringatan Awal Teror Sri Lanka Berasal dari Tersangka ISIS di India

Internasional
Situng KPU Data 27,16 Persen: Jokowi-Ma'ruf 55,46 Persen, Prabowo-Sandi 44,54 Persen

Situng KPU Data 27,16 Persen: Jokowi-Ma'ruf 55,46 Persen, Prabowo-Sandi 44,54 Persen

Nasional
Kesaksian Rocky Gerung, Jengkel Dibohongi Ratna hingga Dihujat Netizen

Kesaksian Rocky Gerung, Jengkel Dibohongi Ratna hingga Dihujat Netizen

Megapolitan
'Pemilu 2019 Diakui Dunia, Kenapa 'Framing'-nya Menjadi Pemilu Kotor?'

"Pemilu 2019 Diakui Dunia, Kenapa 'Framing'-nya Menjadi Pemilu Kotor?"

Nasional

Close Ads X