Pemprov DKI Percaya PKL "Happy" di "Skybridge" Tanah Abang

Kompas.com - 13/11/2018, 12:33 WIB
Lapak pedagang Jati Baru, Tanah Abang, Jakarta Pusat  berpindah ke trotoar dan membuat trotoar menjadi padat pada Minggu (14/10/2018). Mereka berpindah ke trotoar karena tenda tempat berdagang dihilangkan untuk dibangun skybridge Tanah Abang. RIMA WAHYUNINGRUMLapak pedagang Jati Baru, Tanah Abang, Jakarta Pusat berpindah ke trotoar dan membuat trotoar menjadi padat pada Minggu (14/10/2018). Mereka berpindah ke trotoar karena tenda tempat berdagang dihilangkan untuk dibangun skybridge Tanah Abang.

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan DKI Jakarta Adi Ariantara mengatakan, para pedagang kaki lima ( PKL) sangat senang mendapatkan kios untuk berjualan di jembatan penyeberangan multiguna atau skybridge Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Para PKL itu mulanya berjualan di Jalan Jatibaru Raya, tepatnya di bawah skybridge yang kini tengah dibangun.

"Setahu saya, waktu soft launch itu, mereka (PKL) sangat happy-lah dapat tempat di situ (skybridge), daripada mereka di bawah (Jalan Jatibaru), diusir-usir," ujar Adi saat dihubungi, Selasa (13/11/2018).

Baca juga: Ada Skybridge, PKL yang Okupasi Jalan Jatibaru Akan Ditertibkan

Adi menyampaikan, skybridge Tanah Abang dibangun salah satunya untuk memfasilitasi para PKL berjualan.

Saat para PKL mendapatkan kios di skybridge, mereka diharapkan tidak lagi mengokupasi trotoar dan jalan sehingga lalu lintas di Jalan Jatibaru Raya tidak terganggu.

"Kan pemerintah membina bagaimana mereka mendapatkan akses tempat, akses pasar, nah kami fasilitasi (di skybridge)," kata dia.

Adi menuturkan, ada 446 PKL yang akan menempati kios-kios yang ada di skybridge Tanah Abang. Mereka sudah didata oleh Pemerintah Kota Jakarta Pusat.

Sebanyak 446 PKL itu harus membayar service charge Rp 500.000 per bulan untuk biaya kebersihan, keamanan, dan penerangan, mulai Januari 2019.

Baca juga: DKI Bangun Skybridge Tanah Abang tetapi Belum Sepakati 5 Hal dengan PT KAI

Adi belum bisa memastikan apakah para PKL itu keberatan atau tidak dengan biaya tersebut. Namun yang pasti, Adi menyebut service charge itu bagian dari pembinaan para PKL.

"Namanya membina enggak sekadar semuanya gratis. Kalau semuanya gratis, kami bukan membina, tapi merusak mereka. Jadi, service charge bagian dari proses mereka untuk berusaha," ucapnya.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ancol Siapkan Pengibaran Bendera Merah Putih di Dalam Air

Ancol Siapkan Pengibaran Bendera Merah Putih di Dalam Air

Megapolitan
Penusuk Pria hingga Tewas di Warnet Duren Sawit Ditangkap

Penusuk Pria hingga Tewas di Warnet Duren Sawit Ditangkap

Megapolitan
UPDATE 15 Agustus Depok: 47 Kasus Baru Covid-19, Penambahan Tertinggi Selama Pandemi

UPDATE 15 Agustus Depok: 47 Kasus Baru Covid-19, Penambahan Tertinggi Selama Pandemi

Megapolitan
Cegah Kembali Kasus Covid-19, Mal AEON BSD Antar Jemput Karyawan hingga Rapid Test Berkala

Cegah Kembali Kasus Covid-19, Mal AEON BSD Antar Jemput Karyawan hingga Rapid Test Berkala

Megapolitan
UPDATE 15 Agustus: Bertambah 598 Kasus Covid-19 di Jakarta

UPDATE 15 Agustus: Bertambah 598 Kasus Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Pedagang Kelontong di Bekasi Tewas oleh Perampok, Seorang Bocah Sempat Lihat Pelaku

Pedagang Kelontong di Bekasi Tewas oleh Perampok, Seorang Bocah Sempat Lihat Pelaku

Megapolitan
Buat Gaduh di Pesawat Garuda, Mumtaz Diingatkan Hanum Rais

Buat Gaduh di Pesawat Garuda, Mumtaz Diingatkan Hanum Rais

Megapolitan
Pedagang Kelontong di Bekasi Dibunuh, Uang dan Rokok Dirampas Pelaku

Pedagang Kelontong di Bekasi Dibunuh, Uang dan Rokok Dirampas Pelaku

Megapolitan
Airin Minta ASN di Tangsel Ikut Lomba Tiktok Meriahkan HUT ke-75 RI

Airin Minta ASN di Tangsel Ikut Lomba Tiktok Meriahkan HUT ke-75 RI

Megapolitan
Pegawai Giant Positif Covid-19, Jumlah Pengunjung Margo City Depok Menurun

Pegawai Giant Positif Covid-19, Jumlah Pengunjung Margo City Depok Menurun

Megapolitan
Jasad Pria Ditemukan di Kamar Mandi Rumah di Bekasi, Ada Luka di Leher dan Perut

Jasad Pria Ditemukan di Kamar Mandi Rumah di Bekasi, Ada Luka di Leher dan Perut

Megapolitan
Libur Panjang, 167.414 Kendaraan Tinggalkan Jakarta Jumat Kemarin

Libur Panjang, 167.414 Kendaraan Tinggalkan Jakarta Jumat Kemarin

Megapolitan
Polisi: Ada Saksi yang Sempat Bicara dengan Penembak Pengusaha di Kelapa Gading

Polisi: Ada Saksi yang Sempat Bicara dengan Penembak Pengusaha di Kelapa Gading

Megapolitan
Bocah 5 Tahun Terjepit di Antara Tiang dan Dinding Saat Main Petak Umpet

Bocah 5 Tahun Terjepit di Antara Tiang dan Dinding Saat Main Petak Umpet

Megapolitan
Urai Kepadatan di Tol Jakarta-Cikampek, Contraflow Diberlakukan di Km 47

Urai Kepadatan di Tol Jakarta-Cikampek, Contraflow Diberlakukan di Km 47

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X