Kompas.com - 15/11/2018, 14:50 WIB
Dua pelaku begal DW (17) dan RRT (18), ditangkap, Kamis (15/11/2018). Kompas.com/Cynthia LovaDua pelaku begal DW (17) dan RRT (18), ditangkap, Kamis (15/11/2018).

DEPOK, KOMPAS.com - Polresta Depok menangkap dua orang begal yang melakukan aksinya di Grand Depok City (GDC), Jalan Boulevard Cilodong, Depok, Jawa Barat, Rabu (15/11/2018) kemarin. Dua pelaku berinisial DW (17) dan RRT (18).

Para pelaku melukai korban bernama Aldi Pratama di bagian pinggang hingga luka parah dan membuatnya dalam kondisi kritis di rumah sakit.

Dari hasil pemeriksaan, DW yang memiliki senjata tajam mengaku dirinya sengaja membawa barang itu untuk melancarkan aksinya. Senjata tajam itu ia beli dari media sosial.

“Ya saya beli dari Facebook seharga Rp 150.000,” ucap DW, di Polresta Depok, Kamis (15/11/2018).

Baca juga: Polisi Tangkap 2 Begal yang Tusuk Korbannya hingga Kritis di GDC Depok

DW yang tinggal di Margonda ini mengatakan, senjata tajam itu biasa dipakai olehnya untuk berjaga-jaga kalau ada yang mengajak ia tawuran.

“Biasa saya pakai ini untuk tawuran, karena saya butuh uang makanya saya pakai buat memeras orang,” ucap DW.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal ini pun dibenarkan oleh Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polresta Depok, Kompol Deddy Kurniawan.

“Ya dari pengakuan pelaku, ia mendapatkan senjata tajam ini ia beli dari media sosial. Biasanya pelaku pakai untuk tawuran,” ucap Deddy.

Baca juga: Dua Begal di Tangsel Dapat Pendampingan karena di Bawah Umur

Deddy mengatakan pihaknya akan mendalami kasus ini lebih lanjut dan mencari tahu siapa yang menjual senjata tajam milik pelaku yang didapatkannya dari media sosial.

“Kami masih dalami kasus ini ya, pelaku sudah berapa kali melakukan (kejahatan) ini dan dari media sosial mana pelaku mendapatkan sajam ini, karena kan masih di bawah umur,” ucap Deddy.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinkes Kota Tangerang Akan Gelar Vaksinasi Door to Door

Dinkes Kota Tangerang Akan Gelar Vaksinasi Door to Door

Megapolitan
Ombudsman: 3 Petugas Lapas Tangerang yang Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Bisa Dinonaktifkan

Ombudsman: 3 Petugas Lapas Tangerang yang Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Bisa Dinonaktifkan

Megapolitan
Tak Ada Izin, Tower BTS di Jatibening Disegel

Tak Ada Izin, Tower BTS di Jatibening Disegel

Megapolitan
Pemprov DKI Surati Kemendikbud Minta Penjelasan Data Klaster Sekolah Tatap Muka

Pemprov DKI Surati Kemendikbud Minta Penjelasan Data Klaster Sekolah Tatap Muka

Megapolitan
Pemkot Bekasi Minta Pemprov DKI Olah Sampah Bantargebang Jadi Energi Terbarukan

Pemkot Bekasi Minta Pemprov DKI Olah Sampah Bantargebang Jadi Energi Terbarukan

Megapolitan
Polisi Siap Mediasi Atta Halilintar dengan Savas Fresh

Polisi Siap Mediasi Atta Halilintar dengan Savas Fresh

Megapolitan
73,4 Persen Warga Lansia di Kota Tangerang Telah Divaksin Covid-19 Dosis Pertama

73,4 Persen Warga Lansia di Kota Tangerang Telah Divaksin Covid-19 Dosis Pertama

Megapolitan
Dinkes Klaim Tak Ada Klaster Covid-19 Sekolah Tatap Muka di Kota Tangerang

Dinkes Klaim Tak Ada Klaster Covid-19 Sekolah Tatap Muka di Kota Tangerang

Megapolitan
Belum Ada Upaya Damai, Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Atta Halilintar Berlanjut

Belum Ada Upaya Damai, Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Atta Halilintar Berlanjut

Megapolitan
Soal Penonaktifan 3 Tersangka Kasus Kebakaran Lapas Tangerang, Kemenkumham: Kalapas yang Pertimbangkan

Soal Penonaktifan 3 Tersangka Kasus Kebakaran Lapas Tangerang, Kemenkumham: Kalapas yang Pertimbangkan

Megapolitan
Polisi Cari Unsur Pidana di Balik Kebakaran Cahaya Swalayan

Polisi Cari Unsur Pidana di Balik Kebakaran Cahaya Swalayan

Megapolitan
Tidak Ada Laporan Temuan Klaster Covid-19 dari PTM di Jakarta Pusat

Tidak Ada Laporan Temuan Klaster Covid-19 dari PTM di Jakarta Pusat

Megapolitan
Instruksi Anies, Banjir Jakarta Surut Kurang dari 6 Jam

Instruksi Anies, Banjir Jakarta Surut Kurang dari 6 Jam

Megapolitan
Pengelola TPS Ilegal di Kota Tangerang: Kalau Ditutup, Saya Ikut Pemerintah

Pengelola TPS Ilegal di Kota Tangerang: Kalau Ditutup, Saya Ikut Pemerintah

Megapolitan
Data Vaksinasi Depok Cantumkan 14 Orang Selain Nakes Terima Dosis 3, Ini Penjelasan Dinkes

Data Vaksinasi Depok Cantumkan 14 Orang Selain Nakes Terima Dosis 3, Ini Penjelasan Dinkes

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.