Pemprov DKI Bagikan Karung Agar Warga Tak Buang Sampah ke Kali - Kompas.com

Pemprov DKI Bagikan Karung Agar Warga Tak Buang Sampah ke Kali

Kompas.com - 18/11/2018, 14:16 WIB
Foto udara hunian warga disekitar bantaran Kali Ciliwung yang membelah Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur dan Bukit Duri, Jakarta Selatan, Selasa (26/6/2018). DPRD DKI Jakarta meminta Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta segera memulai lagi normalisasi sungai.

KOMPAS/AGUS SUSANTO (AGS)
26-06-2018 *** Local Caption *** Foto udara hunian warga disekitar bantaran Kali Ciliwung yang membelah Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur dan Bukit Duri, Jakarta Selatan, Selasa (26/6/2018). DPRD DKI Jakarta meminta Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta segera memulai lagi normalisasi sungai.

KOMPAS/AGUS SUSANTO (AGS)
26-6-2018KOMPAS/AGUS SUSANTO Foto udara hunian warga disekitar bantaran Kali Ciliwung yang membelah Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur dan Bukit Duri, Jakarta Selatan, Selasa (26/6/2018). DPRD DKI Jakarta meminta Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta segera memulai lagi normalisasi sungai. KOMPAS/AGUS SUSANTO (AGS) 26-06-2018 *** Local Caption *** Foto udara hunian warga disekitar bantaran Kali Ciliwung yang membelah Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur dan Bukit Duri, Jakarta Selatan, Selasa (26/6/2018). DPRD DKI Jakarta meminta Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta segera memulai lagi normalisasi sungai. KOMPAS/AGUS SUSANTO (AGS) 26-6-2018

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji mengimbau warga untuk tidak membuang sampah ke kali, termasuk pada musim hujan ini. Salah satu caranya yakni dengan membagikan karung sebagai tempat sampah.

"(Kami) door to door membagikan karung, terutama untuk warga di bantaran kali, sekaligus melakukan sosialisasi untuk imbauan tidak membuang sampah ke sungai atau kali," ujar Isnawa melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Minggu (18/11/2018).

Baca juga: Musim Hujan, Tumpukan Sampah DKI Diprediksi di 12 Titik Ini

Cara lain yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup agar warga tertib membuang sampah yakni dengan melakukan gerebek sampah setiap akhir pekan. Gerebek sampah dilakukan di kali-kali dan permukiman padat penduduk.

"Imbauan yang sudah kami lakukan kepada masyarakat berupa acara gerebek sampah di setiap Sabtu dan Minggu," kata Isnawa.

Menurut Isnawa, volume sampah di Jakarta yang biasanya 7.000-an ton per hari bisa meningkat 2 hingga 3 persen pada musim hujan.

Baca juga: Kadis: Sampah di DKI Meningkat pada Musim Hujan

Salah satunya disebabkan oleh perilaku warga Jakarta dan sekitarnya yang membuang sampah ke saluran air dan kali. Sampah-sampah itu terbawa arus sungai dan masuk ke kota Jakarta.

Peningkatan volume sampah juga disebabkan sampah kiriman dari hulu yang terbawa arus sungai.

"(Volume sampah pada musim hujan) biasanya meningkat, apalagi sampah dari hulu, Bogor, Depok, melalui Sungai Ciliwung, termasuk sampah dari permukiman yang ada di saluran warga juga masuk ke kali, sungai," ucap Isnawa.



Close Ads X