Kompas.com - 19/11/2018, 14:24 WIB
Empat tersangka begal, yaitu Prasetya Abdulrahman (20), Obi (18), Angga Saputra (18), dan KS (17) diringkus polisi dari Polres Depok akhir pekan lalu. Mereka diperlihatkan kepada wartawan di Mapolresta Depok di Jalan Margonda, Depok, Senin (19/11/2018). Kompas.com/Cynthia LovaEmpat tersangka begal, yaitu Prasetya Abdulrahman (20), Obi (18), Angga Saputra (18), dan KS (17) diringkus polisi dari Polres Depok akhir pekan lalu. Mereka diperlihatkan kepada wartawan di Mapolresta Depok di Jalan Margonda, Depok, Senin (19/11/2018).

DEPOK, KOMPAS.com - Tiga dari empat begal yang ditangkap polisi Depok, Jawa Barat, pada Jumat 16/11/2018) dan Sabtu lalu ternyata merupakan residivis. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Depok, Kompol Deddy Kurniawan mengatakan tiga orang itu pernah terlibat sejumlah tindak pidana kekerasan.

“Tiga orang pelaku ini sudah dua kali masuk penjara termasuk yang di bawah umur, mereka yang pertama ditangkap karena tawuran dan bawa senjata tajam,” ucap Deddy di Polresta Depok, Jalan Margonda, Senin.

Baca juga: Polisi Tangkap Komplotan Begal yang Resahkan Warga Depok

Pelaksana Harian (Plh) Kasubbag Humas Polresta Depok AKP Firdaus mengatakan, sudah ada empat korban dari aksi kelompok begal itu.

Di hadapan wartawan, ketiga tersangka yang ternyata residivis tersebut, yaitu Prasetya Abdulrahman (20), Obi (18), dan KS (17), menyatakan mereka saling kenal dan bertetangga.

“Kami semua dekatan rumahnya di Pitara Depok, biasa nongkrongnya di rumahnya Prasetya,” ucap Obi, salah satu eksekutor yang melukai korban dengan senjata tajam.

Obi mengatakan, ia dan teman-temannya mengambil telepon seluler para korban dan menjualnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Ya kami kerjaannya masih belum ada, makanya ambil telepon seluler buat dijual buat makanan sehari-hari, kami bagi rata ini,” kata Obi.

Mereka kini dikenakan Pasal 368, 365 dan 351 dengan ancaman penjara di atas 10 tahun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Besok, Ganjil Genap di Margonda Depok Kembali Berlaku

Besok, Ganjil Genap di Margonda Depok Kembali Berlaku

Megapolitan
Polisi Hentikan Kasus Dugaan Penganiayaan Selebgram Ayu Thalia oleh Nicholas Sean

Polisi Hentikan Kasus Dugaan Penganiayaan Selebgram Ayu Thalia oleh Nicholas Sean

Megapolitan
Seorang Remaja Tewas Saat Berenang di Pelabuhan Sunda Kelapa Saat Banjir Rob

Seorang Remaja Tewas Saat Berenang di Pelabuhan Sunda Kelapa Saat Banjir Rob

Megapolitan
Seorang Nenek Tewas Mengenaskan Tertabrak Kereta di Kebon Jeruk

Seorang Nenek Tewas Mengenaskan Tertabrak Kereta di Kebon Jeruk

Megapolitan
Imbas Ganjil Genap di Margonda, Akses Menuju Depok dari Lenteng Agung Macet Panjang

Imbas Ganjil Genap di Margonda, Akses Menuju Depok dari Lenteng Agung Macet Panjang

Megapolitan
Kasus DBD Naik, PMI Tangsel Sebut Permintan Trombosit Meningkat

Kasus DBD Naik, PMI Tangsel Sebut Permintan Trombosit Meningkat

Megapolitan
Hari Pertama Dibuka, 500 Pengunjung Sudah Reservasi ke Atlantis Ancol

Hari Pertama Dibuka, 500 Pengunjung Sudah Reservasi ke Atlantis Ancol

Megapolitan
Banjir Rob di Jalan Lodan, Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Genangan

Banjir Rob di Jalan Lodan, Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Genangan

Megapolitan
Imbas Ganjil Genap di Margonda, Macet Panjang dari Jalan Kartini

Imbas Ganjil Genap di Margonda, Macet Panjang dari Jalan Kartini

Megapolitan
229 Bus Berhenti Beroperasi Imbas Kecelakaan, Transjakarta Jamin Layanan Tak Terganggu

229 Bus Berhenti Beroperasi Imbas Kecelakaan, Transjakarta Jamin Layanan Tak Terganggu

Megapolitan
RS Harapan Kita: Haji Lulung Bukan Dibuat Koma, tapi Diberi Obat Penenang

RS Harapan Kita: Haji Lulung Bukan Dibuat Koma, tapi Diberi Obat Penenang

Megapolitan
Ganjil Genap di Jalan Margonda Mulai Berlaku Siang Ini, Begini Situasi di Lokasi

Ganjil Genap di Jalan Margonda Mulai Berlaku Siang Ini, Begini Situasi di Lokasi

Megapolitan
Transjakarta Hentikan Sementara Operasional 229 Bus dari 2 Operator yang Terlibat Kecelakaan

Transjakarta Hentikan Sementara Operasional 229 Bus dari 2 Operator yang Terlibat Kecelakaan

Megapolitan
Polisi Tangkap Penipu Rekrutmen CPNS, Korban Dijanjikan Jadi PNS Kemenkumham dengan Setor Rp 35 Juta

Polisi Tangkap Penipu Rekrutmen CPNS, Korban Dijanjikan Jadi PNS Kemenkumham dengan Setor Rp 35 Juta

Megapolitan
Bus Kecelakaan Berulang Kali, Dirut Transjakarta Minta Maaf

Bus Kecelakaan Berulang Kali, Dirut Transjakarta Minta Maaf

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.