Satpol PP Sita 3.756 Botol Miras di Kartini dan Pancoran Mas Depok

Kompas.com - 19/11/2018, 20:43 WIB
Ilustrasi miras oplosan. KOMPAS.COM/ M WismabrataIlustrasi miras oplosan.

DEPOK, KOMPAS.com - Personel Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol PP) Kota Depok menyita 3.756 botol minuman keras di dua wilayah rawan menjadi tempat distribusi minuman keras, Minggu (18/11/2018) dini hari.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Yayan Arianto mengatakan, dua titik rawan tersebut ada di daerah Jalan Kartini Depok dan wilayah Pancoran Mas.

“Tempat ini memang rawan para agen-agen mendistribusikan minuman-minuman keras ke warung-warung kelontong di dua daerah tersebut,” ucap Yayan, di Balai Kota Depok, Jalan Margonda, Depok, Senin (19/11/2018).

Baca juga: Usai Komsumsi Miras, Seorang Pelajar Tewas di Tangan Sepupunya

Yayan mengatakan, pihaknya menemukan miras tersebut di dalam mobil boks saat akan didistribusikan ke warung-warung kelontong.

“Iya jadi kami awalnya membuntuti supir truk yang membawa miras tersebut yang menurunkan mirasnya di toko-toko di Jalan Kartini, kemudian truk tersebut lanjut lagi mendistribusikan mirasnya ke daerah Pancoran Mas,” ucap Yayan.

Yayan mengatakan, pihaknya akan terus gencar memberantas tempat penjual minuman keras yang berkedok warung-warung di Kota Depok.

“Ya kami akan terus gencar melakukan operasi tersebut, karena melalui minuman ini akan menimbulkan orang melakukan tindak pidana,” tutur Yayan.

Baca juga: Setelah Dicekoki Miras, Siswi SMP Diperkosa 4 Laki-Laki di Tangerang

Pihaknya akan memberi sanksi tindak pidana ringan (tipiring) terhadap orang yang mendistribusikan miras sesuai Perda Kota Depok Nomor 16 Tahun 2014 tentang Pembinaan dan Pengawasan Ketertiban Umum. 

"Ya, kami akan hukum dengan tipiring tiga bulan penjara. Tapi ini kan cuma supir yang kami temukan, pihak kami sedang cari siapa orang atau dalangnya. Bos dari supir ini yang membawa ribuan miras tersebut," ucap Yayan.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pedagang Pasar Kemiri Kembangan Utara Diminta Patuhi Imbauan Kurangi Aktivitas

Pedagang Pasar Kemiri Kembangan Utara Diminta Patuhi Imbauan Kurangi Aktivitas

Megapolitan
Mulai 12 April, Penumpang Transjakarta, MRT, LRT Wajib Pakai Masker

Mulai 12 April, Penumpang Transjakarta, MRT, LRT Wajib Pakai Masker

Megapolitan
18 Orang Ditangkap karena Berkerumun Saat Ada Wabah Covid-19

18 Orang Ditangkap karena Berkerumun Saat Ada Wabah Covid-19

Megapolitan
Dampak Covid-19, Sebanyak 139.288 Pekerja di Jakarta Kena PHK dan Dirumahkan

Dampak Covid-19, Sebanyak 139.288 Pekerja di Jakarta Kena PHK dan Dirumahkan

Megapolitan
Abaikan Imbauan Pemerintah, Warga Padati Pasar Kemiri Kembangan Utara

Abaikan Imbauan Pemerintah, Warga Padati Pasar Kemiri Kembangan Utara

Megapolitan
[UPDATE]: Sebaran 1.071 Pasien Positif Covid-19 di 191 Kelurahan Jakarta

[UPDATE]: Sebaran 1.071 Pasien Positif Covid-19 di 191 Kelurahan Jakarta

Megapolitan
Dapat Hak Asimilasi Dampak Covid-19, 130 Warga Binaan Lapas Salemba Bebas

Dapat Hak Asimilasi Dampak Covid-19, 130 Warga Binaan Lapas Salemba Bebas

Megapolitan
Ombudsman Jakarta Dukung Gubernur DKI Ajukan PSBB

Ombudsman Jakarta Dukung Gubernur DKI Ajukan PSBB

Megapolitan
Jasa Marga: Kecelakaan yang Menewaskan Wakil Jaksa Agung merupakan Kecelakaan Tunggal

Jasa Marga: Kecelakaan yang Menewaskan Wakil Jaksa Agung merupakan Kecelakaan Tunggal

Megapolitan
Setelah Didata Pemprov DKI, Pendaftar Kartu Pekerja Akan Diverifikasi Pemerintah Pusat

Setelah Didata Pemprov DKI, Pendaftar Kartu Pekerja Akan Diverifikasi Pemerintah Pusat

Megapolitan
Dampak Covid-19, Pemprov DKI Sebut 88.835 Pekerja Kena PHK dan Dirumahkan

Dampak Covid-19, Pemprov DKI Sebut 88.835 Pekerja Kena PHK dan Dirumahkan

Megapolitan
Polres Jakbar Buat 'Warteg Peduli', Salurkan Makanan Gratis untuk Warga Kurang Mampu

Polres Jakbar Buat "Warteg Peduli", Salurkan Makanan Gratis untuk Warga Kurang Mampu

Megapolitan
1.500 Hotel Tutup karena Covid-19, Pengusaha Minta Keringanan Pajak

1.500 Hotel Tutup karena Covid-19, Pengusaha Minta Keringanan Pajak

Megapolitan
Anies Minta Masyarakat Tak Beli Masker Medis, Bisa Gunakan Masker Kain

Anies Minta Masyarakat Tak Beli Masker Medis, Bisa Gunakan Masker Kain

Megapolitan
Besok, Jenazah Wakil Jaksa Agung Arminsyah Dimakamkan di TPU Pedongkelan

Besok, Jenazah Wakil Jaksa Agung Arminsyah Dimakamkan di TPU Pedongkelan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X