Kegiatan Adminitrasi di Tangerang Tak Lagi Gunakan Kertas Mulai 2020

Kompas.com - 25/11/2018, 21:36 WIB
Ilustrasi kantor rumah Fresh HomeIlustrasi kantor rumah

TANGERANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Tangerang menargetkan seluruh kegiatan administrasi di kantor pemerintahan di Tangerang tak lagi menggunakan kertas mulai tahun 2020.

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, program tersebut bertujuan untuk memberikan kemudahan serta efisiensi pelayanan kepada warga Tangerang.

"(Tahun) 2020 target total paperless. Pingin-nya semua pelayanan di kota terintegrasi dan paperless. Makanya 2019 kami kejar aturan dan dasar hukumnya," ujar Arief saat dihubungi Kompas.com, Minggu (25/11/2018).

Baca juga: Pemkot Tangerang Tambah 4 Koridor Trans Kota Tangerang Awal 2019

Arief mengatakan, seluruh administrasi yang sebelumnya menggunakan kertas akan diganti menggunakan aplikasi. Warga hanya perlu mengunduh syarat administrasi yang dibutuhkan, misalnya kartu keluarga atau kartu tanda penduduk (KTP) ke aplikasi yang sudah dibuat.

Setelah itu, masyarakat hanya perlu menunggu pemberitahuan selanjutnya dari pihak kelurahan maupun kecamatan untuk melakukan verifikasi data.

Arief akan mengeluarkan peraturan wali kota sebagai payung hukum aturan tersebut. Pemkot Tangerang dibantu sejumlah pengembang teknologi secara bertahap mengembangkan aplikasi untuk mendukung program tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami sekarang sudah mulai dari digitalisasi arsip. Ke depan inginnya masyarakat enggak perlu bawa KTP atau fotocopy KTP. Yang nerbitin pemerintah tapi kenapa bawa KTP dan KK lagi," ujar Arief.

"Saya berharap jangan sampai birokrasi di Kota Tangerang ketinggalan," kata Arief.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seorang Remaja Tewas Saat Berenang di Pelabuhan Sunda Kelapa Saat Banjir Rob

Seorang Remaja Tewas Saat Berenang di Pelabuhan Sunda Kelapa Saat Banjir Rob

Megapolitan
Seorang Nenek Tewas Mengenaskan Tertabrak Kereta di Kebon Jeruk

Seorang Nenek Tewas Mengenaskan Tertabrak Kereta di Kebon Jeruk

Megapolitan
Imbas Ganjil Genap di Margonda, Akses Menuju Depok dari Lenteng Agung Macet Panjang

Imbas Ganjil Genap di Margonda, Akses Menuju Depok dari Lenteng Agung Macet Panjang

Megapolitan
Kasus DBD Naik, PMI Tangsel Sebut Permintan Trombosit Meningkat

Kasus DBD Naik, PMI Tangsel Sebut Permintan Trombosit Meningkat

Megapolitan
Hari Pertama Dibuka, 500 Pengunjung Sudah Reservasi ke Atlantis Ancol

Hari Pertama Dibuka, 500 Pengunjung Sudah Reservasi ke Atlantis Ancol

Megapolitan
Banjir Rob di Jalan Lodan, Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Genangan

Banjir Rob di Jalan Lodan, Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Genangan

Megapolitan
Imbas Ganjil Genap di Margonda, Macet Panjang dari Jalan Kartini

Imbas Ganjil Genap di Margonda, Macet Panjang dari Jalan Kartini

Megapolitan
229 Bus Berhenti Beroperasi Imbas Kecelakaan, Transjakarta Jamin Layanan Tak Terganggu

229 Bus Berhenti Beroperasi Imbas Kecelakaan, Transjakarta Jamin Layanan Tak Terganggu

Megapolitan
RS Harapan Kita: Haji Lulung Bukan Dibuat Koma, tapi Diberi Obat Penenang

RS Harapan Kita: Haji Lulung Bukan Dibuat Koma, tapi Diberi Obat Penenang

Megapolitan
Ganjil Genap di Jalan Margonda Mulai Berlaku Siang Ini, Begini Situasi di Lokasi

Ganjil Genap di Jalan Margonda Mulai Berlaku Siang Ini, Begini Situasi di Lokasi

Megapolitan
Transjakarta Hentikan Sementara Operasional 229 Bus dari 2 Operator yang Terlibat Kecelakaan

Transjakarta Hentikan Sementara Operasional 229 Bus dari 2 Operator yang Terlibat Kecelakaan

Megapolitan
Polisi Tangkap Penipu Rekrutmen CPNS, Korban Dijanjikan Jadi PNS Kemenkumham dengan Setor Rp 35 Juta

Polisi Tangkap Penipu Rekrutmen CPNS, Korban Dijanjikan Jadi PNS Kemenkumham dengan Setor Rp 35 Juta

Megapolitan
Bus Kecelakaan Berulang Kali, Dirut Transjakarta Minta Maaf

Bus Kecelakaan Berulang Kali, Dirut Transjakarta Minta Maaf

Megapolitan
Banjir Rob Terjang Jalan Lodan Raya Ancol, Petugas Evakuasi Warga

Banjir Rob Terjang Jalan Lodan Raya Ancol, Petugas Evakuasi Warga

Megapolitan
Polisi Periksa 3 Pembeli Aset Keluarga Nirina Zubir

Polisi Periksa 3 Pembeli Aset Keluarga Nirina Zubir

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.