Kompas.com - 28/11/2018, 13:49 WIB
Nama mantan wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu  masuk dalam bursa calon wakil gubernur DKI Jakarta. Posisi wakil gubernur DKI telah kosong setelah Sandiaga Uno mundur dari jabatan itu karena akan maju pada Pilrpes 2019 sebagai calon wakil presiden. KOMPAS.com/ DEAN PAHREVINama mantan wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu masuk dalam bursa calon wakil gubernur DKI Jakarta. Posisi wakil gubernur DKI telah kosong setelah Sandiaga Uno mundur dari jabatan itu karena akan maju pada Pilrpes 2019 sebagai calon wakil presiden.

BEKASI, KOMPAS.com - Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu menanggapi santai pernyataan Ketua Fraksi Nasdem DPRD DKI Jakarta Bestari Barus yang menyatakan tidak akan memilih Syaikhu menjadi wakil gubernur DKI Jakarta.

Adapun Bestari tidak ingin memilih Syaikhu karena tidak mengenal sosok mantan Wakil Wali Kota Bekasi itu.

"Mungkin karena belum mengenal ya, siapa itu Syaikhu, tapi saya kira kalau orang-orang yang membaca media atau searching di google akan mendapatkan sosok siapa Syaikhu, begitu juga pak Agung," kata Syaikhu kepada Kompas.com, Rabu (28/11/2018).

Menurut Syaikhu, penolakan memilih dirinya menjadi wagub DKI itu harus beralasan. Sebab, pemilihan wagub DKI itu ialah tataran demokrasi yang harus dijalani dengan baik.

Baca juga: Wagub DKI Masih Kosong, Mendagri Bilang Seharusnya Partai Pengusung Kompak

Apalagi dalam hal ini adalah pemilihan kepala daerah untuk wilayah ibukota Indonesia. Bagi Syaikhu, seseorang harus memahami betul karakter calon kepala daerah yang ada, baru menentukan pilihan.

"Sehingga dengan demikian mudah melihat track record yang dilakukan saya dan Pak Agung. Insya Allah ya kita kan belum banyak komunikasi, mudah-mudahan ada titik temu untuk memberikan dukungan pada para kandidat yang diajukan PKS," ujar Syaikhu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya, Ketua Fraksi Nasdem DPRD DKI Jakarta Bestari Barus mengatakan enggan memilih Ahmad Syaikhu menjadi wagub DKI Jakarta. Sebab, Bestari mengaku tidak mengenal sosok Syaikhu.

Baca juga: Sandiaga: Mudah-mudahan Pak Agung Cocok sama Ruangan Wagub DKI

"Syaikhu? Saya tidak kenal, saya tidak pernah kenal," kata Bestari.

Bestari menegaskan, dirinya hanya akan memilih cawagub DKI yang dikenalnya.

Diketahui, Gerindra dan PKS DKI telah sepakat bahwa kursi wagub DKI menjadi hak PKS. Mantan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu dan Sekretaris DPW PKS DKI Jakarta Agung Yulianto menjadi dua nama yang ditunjuk PKS untuk maju sebagai Cawagub DKI menggantikan Sandiaga Uno.

Baca juga: Syaikhu: Saya Tak Masalah Tidak Jadi Wagub DKI, asal...

Dua nama itu pun sudah dikirimkan DPW PKS DKI kepada DPD partai Gerindra DKI untuk diajukan mengikuti fit and proper test yang akan diselenggarakan kedua partai itu.

Gerindra dan PKS DKI masing-masing sudah memilih dua orang yang akan masuk ke dalam tim fit and proper test.

Gerindra memilih Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Syarif dan peneliti senior LIPI Siti Zuhro. Sementara PKS memilih Ketua DPW PKS DKI Syakir Purnomo dan Ketua Dewan Syariah Wilayah PKS DKI Abdurrahman Suhaimi sebagai anggota tim itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Gencar Gerebek Kantor Pinjol Ilegal, Para Debt Collector Kini Kerja di Kosan

Polisi Gencar Gerebek Kantor Pinjol Ilegal, Para Debt Collector Kini Kerja di Kosan

Megapolitan
Masih Sosialisasi, Polisi Mulai Tilang Pelanggar Ganjil Genap Mulai Kamis

Masih Sosialisasi, Polisi Mulai Tilang Pelanggar Ganjil Genap Mulai Kamis

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] LRT Jabodebek Tabrakan di Jakarta Timur | Dugaan Penyebab Kecelakaan 2 Transjakarta di Cawang

[POPULER JABODETABEK] LRT Jabodebek Tabrakan di Jakarta Timur | Dugaan Penyebab Kecelakaan 2 Transjakarta di Cawang

Megapolitan
Tukang Kebun Cabuli Anak Majikan Usia 6 Tahun di Kembangan

Tukang Kebun Cabuli Anak Majikan Usia 6 Tahun di Kembangan

Megapolitan
Pemkot Tangsel Klaim Belum Ada Kasus Covid-19 Selama Sekolah Tatap Muka

Pemkot Tangsel Klaim Belum Ada Kasus Covid-19 Selama Sekolah Tatap Muka

Megapolitan
UPDATE 25 Oktober: Tambah 6 Kasus Covid-19 di Tangsel, 98 Pasien Masih Dirawat

UPDATE 25 Oktober: Tambah 6 Kasus Covid-19 di Tangsel, 98 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Penipuan Modus Jual Black Dollar, WN Nigeria Diduga Terlibat Jaringan Internasional

Penipuan Modus Jual Black Dollar, WN Nigeria Diduga Terlibat Jaringan Internasional

Megapolitan
Disdik Tangsel Sebut Vaksinasi Covid-19 Pelajar Tingkat SMP Sudah 100 Persen

Disdik Tangsel Sebut Vaksinasi Covid-19 Pelajar Tingkat SMP Sudah 100 Persen

Megapolitan
Bocah 13 Tahun di Kembangan Diperkosa 4 Kali hingga Hamil

Bocah 13 Tahun di Kembangan Diperkosa 4 Kali hingga Hamil

Megapolitan
Anies Ceritakan Kondisi Korban Kecelakaan Bus Transjakarta, Ada yang Harus Dioperasi

Anies Ceritakan Kondisi Korban Kecelakaan Bus Transjakarta, Ada yang Harus Dioperasi

Megapolitan
Anies Minta Investigasi Kecelakaan Maut Transjakarta, Tak Ingin Terulang Lagi

Anies Minta Investigasi Kecelakaan Maut Transjakarta, Tak Ingin Terulang Lagi

Megapolitan
DPRD Depok Godok 4 Raperda Baru, Salah Satunya Tentang Pesantren

DPRD Depok Godok 4 Raperda Baru, Salah Satunya Tentang Pesantren

Megapolitan
Pemkot Tangsel Bakal Izinkan Kantin Sekolah Beroperasi Saat PTM Terbatas

Pemkot Tangsel Bakal Izinkan Kantin Sekolah Beroperasi Saat PTM Terbatas

Megapolitan
Anies: Seluruh Biaya Pengobatan Korban Kecelakatan Bus Transjakarta Akan Ditanggung

Anies: Seluruh Biaya Pengobatan Korban Kecelakatan Bus Transjakarta Akan Ditanggung

Megapolitan
Kamar Kos Penagih Pinjol Ilegal Digerebek, Polisi: Korban Pinjam Rp 1 Juta, Bayar Rp 2 Juta, Ditagih Rp 20 Juta

Kamar Kos Penagih Pinjol Ilegal Digerebek, Polisi: Korban Pinjam Rp 1 Juta, Bayar Rp 2 Juta, Ditagih Rp 20 Juta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.