Ini Penyebab Kolong Tol JORR Bekasi Kerap Banjir Menurut Wakil Wali Kota

Kompas.com - 29/11/2018, 14:54 WIB
Tampak Banjir setinggi lutut orang dewasa menggenang di kolong Tol JORR Jalan KH.Noer Ali, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Senin (26/11/2018). KOMPAS.com/ DEAN PAHREVITampak Banjir setinggi lutut orang dewasa menggenang di kolong Tol JORR Jalan KH.Noer Ali, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Senin (26/11/2018).
Penulis Dean Pahrevi
|

BEKASI, KOMPAS.com - Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, penyebab genangan air di kolong Tol JORR, Jalan KH Noer Ali, saat hujan turun ialah sampah yang menyumbat saluran air.

Menurut Tri, permukaan kolong tol itu lebih rendah dari wilayah sekitarnya sehingga air akan mengalir ke sana ketika hujan.

Seharusnya, kata dia, saluran air di kolong tol tersebut menampung air hujan kemudian mengalirkannya ke sungai melalui sedotan pompa air.

Namun, saluran air di sana tersumbat sampah sehingga pompa tersebut tidak efektif.


"Pompanya pada saat dia lama tak berfungsi, yang disedot itu biasanya sampah, nah sedotan itulah yang kemudian tertutup," kata Tri saat ditemui Kompas.com di pinggir Sungai Kalimalang, Kota Bekasi, Kamis (29/11/2018).

Baca juga: Jalan KH. Noer Ali di Musim Hujan: Rusak dan Kolong Tol Kerap Banjir

Oleh karena itu, harus ada petugas yang membersihkan sampah sehingga pompa tersebut bisa berfungsi menyedot air.

Tri mengatakan, penyebab banjir juga karena pompa yang harusnya berjalan otomatis tidak berfungsi. Ketika pompa otomatis tidak berfungsi, pompa harus dijalankan secara manual.

"Ada persoalan teknis, otomatisnya tidak berfungsi, pada saat itu harus ada petugas yang ada di lokasi. Kita sudah bentuk satgas dari berbagai instansi untuk sama-sama jagain nih pompa," ujar Tri.

Ia pun meminta warga Kota Bekasi agar selalu menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan.

Dengan demikian, tidak ada lagi sampah yang menyumbat saluran air, khsusnya saluran air di kolong Tol JORR.

Baca juga: Sudah Diperbaiki, Jalan KH. Noer Ali Bekasi Kembali Rusak

Saat hujan mengguyur wilayah Kota Bekasi, kolong Tol JORR kerap terendam banjir.

Pada Senin (26/11/2018), usai hujan deras, kolong Tol JORR digenangi banjir setinggi lutut orang dewasa.

Arus lalu lintas pun lumpuh sementara dari arah Jakarta menuju Bekasi. Sejumlah kendaraan juga mogok karena memaksa menerjang banjir.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Stres Mau Nikah Diduga Jadi Motif ART Aniaya Bayi 2 Tahun di Depok

Stres Mau Nikah Diduga Jadi Motif ART Aniaya Bayi 2 Tahun di Depok

Megapolitan
Rumah 4 Lantai Dibongkar Satpol PP Jaksel karena Langgar Peraturan Perizinan

Rumah 4 Lantai Dibongkar Satpol PP Jaksel karena Langgar Peraturan Perizinan

Megapolitan
30 Pelajar Diamankan Terkait Perusakan SMK di Depok, 5 Orang Jadi Tersangka

30 Pelajar Diamankan Terkait Perusakan SMK di Depok, 5 Orang Jadi Tersangka

Megapolitan
Raup Rp 2,5 Miliar dari Gelapkan 62 Mobil, Djeni Terlilit Utang

Raup Rp 2,5 Miliar dari Gelapkan 62 Mobil, Djeni Terlilit Utang

Megapolitan
Dishub DKI: Kami Tidak Bisa Larang Penggunaan Bus Zhong Tong

Dishub DKI: Kami Tidak Bisa Larang Penggunaan Bus Zhong Tong

Megapolitan
Pengasuh Aniaya Bocah, Orangtua Korban Penasaran Apa Motifnya

Pengasuh Aniaya Bocah, Orangtua Korban Penasaran Apa Motifnya

Megapolitan
1 November, 59 Bus Zhongtong Beroperasi di Jakarta

1 November, 59 Bus Zhongtong Beroperasi di Jakarta

Megapolitan
Orang Tua YM Curiga karena Pengasuh Mengurung Diri 2 Malam Bersama Anaknya

Orang Tua YM Curiga karena Pengasuh Mengurung Diri 2 Malam Bersama Anaknya

Megapolitan
Kisah Warga Kampung Starling, Demo Bawa Rezeki dan Satpol PP Paling Dihindari

Kisah Warga Kampung Starling, Demo Bawa Rezeki dan Satpol PP Paling Dihindari

Megapolitan
Pemprov DKI Bahas Kenaikan UMP DKI 2020 Sebesar 8 Persen

Pemprov DKI Bahas Kenaikan UMP DKI 2020 Sebesar 8 Persen

Megapolitan
Keluarga Kaget Dengar Djeni Raup Rp 2,5 Miliar dari Penggelapan 62 Mobil

Keluarga Kaget Dengar Djeni Raup Rp 2,5 Miliar dari Penggelapan 62 Mobil

Megapolitan
Sutradara Amir Mirza Gumay Simpan Sabu di Bawah Kitchen Set Rumah

Sutradara Amir Mirza Gumay Simpan Sabu di Bawah Kitchen Set Rumah

Megapolitan
Tujuh Titik Kabel Semrawut di Jakarta Selatan Segera Ditertibkan

Tujuh Titik Kabel Semrawut di Jakarta Selatan Segera Ditertibkan

Megapolitan
Keluarga Djeni Didatangi Banyak Korban Sebelum Penangkapan

Keluarga Djeni Didatangi Banyak Korban Sebelum Penangkapan

Megapolitan
MRT Jakarta Tertibkan Penjualan Benda Tajam di Dalam Stasiun

MRT Jakarta Tertibkan Penjualan Benda Tajam di Dalam Stasiun

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X