Sarana Jaya Akan Terapkan Aturan Ketat bagi Pedagang di Skybridge

Kompas.com - 30/11/2018, 15:08 WIB
446 unit kios untuk pedagang kaki lima (PKL). Foto diambil Jumat (30/11/2018). KOMPAS.com/ RINDI NURIS VELAROSDELA446 unit kios untuk pedagang kaki lima (PKL). Foto diambil Jumat (30/11/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya, Yoory C Pinontoan mengatakan, pihaknya akan menerapkan aturan ketat bagi para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di jembatan multiguna atau skybridge Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Menurut Yoory, aturan itu dibuat agar para pedagang bisa berdagang secara tertib dan mencegah kondisi semrawut di skybridge.

Aturan pertama adalah memberikan name tag bagi masing-masing pedagang.

"(Name tag) itu memastikan menjaga keamanan juga. Jadi, yang tidak berkepentingan tidak bisa berjualan di skybridge. Name tag dilengkapi foto sehingga gak bisa asal dialihkan ke orang lain," kata Yoory di Tanah Abang, Jumat (30/11/2018).

Aturan kedua adalah memberi tanda garis kuning di depan masing-masing kios yang berfungsi sebagai batas area berjualan.

Baca juga: Peresmian Skybridge Tanah Abang Dilakukan 7 Desember

"Pedagang dilarang melewati garis kuning itu. Kalau gak ada garis kuning, nanti pedagang jualannya maju gitu," ungkap Yoory.

Aturan selanjutnya yaitu membatasi jumlah pedagang yang akan berjaga di masing-masing kios. Satu kios hanya bisa diisi oleh dua orang.

"Kita sudah perjanjian dengan mereka sejak awal. Satu kios untuk dua orang saja," kata Yoory.

Nanti, lanjut Yoory, pihaknya akan menyiagakan sekitar 21 petugas keamanan setiap hari untuk memantau aktivitas para pedagang sekaligus menjaga keamanan di skybridge.

"Nanti ada satpam. Setiap ada pelanggaran, kami tegur. Kalau satu dua kali kami tegur tapi masih tetap lakukan (pelanggaran), kami akan kasih punishment, dilarang berjualan selama beberapa hari. Kami harus tegakkan aturan di sini," kata Yoory.

Baca juga: Skybridge Tanah Abang Rampung 100 Persen, Ini Penampakannya

Acara peresmian pengoperasian skybridge Tanah Abang rencananya dilakukan tanggal 7 Desember mendatang. Peresmian masih menunggu pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) selesai membuat sebuah pintu penghubung antara Stasiun Tanah Abang dan skybridge.

Pembangunan skybridge dipastikan rampung 100 persen hari ini. Awalnya, skybridge ditargetkan rampung 15 Oktober. Target itu kemudian diundur hingga 30 Oktober. Target itu lagi-lagi molor.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sering Tawuran dan Membegal, Anggota Geng Motor 'Maju Kena Mundur Kena' Diciduk Polisi

Sering Tawuran dan Membegal, Anggota Geng Motor 'Maju Kena Mundur Kena' Diciduk Polisi

Megapolitan
Wanita Tewas di Margonda Residence Depok, Polisi Temukan Palu

Wanita Tewas di Margonda Residence Depok, Polisi Temukan Palu

Megapolitan
Operasi Patuh Jaya, Pengedara Motor Dominasi Pelanggaran di Jakarta Timur

Operasi Patuh Jaya, Pengedara Motor Dominasi Pelanggaran di Jakarta Timur

Megapolitan
Tipu Pencari Kerja, ASN Kota Tangerang Beraksi Bersama Tiga Oknum Lain

Tipu Pencari Kerja, ASN Kota Tangerang Beraksi Bersama Tiga Oknum Lain

Megapolitan
Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Siap Bantu Jakarta Sediakan Tempat Karantina

Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Siap Bantu Jakarta Sediakan Tempat Karantina

Megapolitan
Terkait Hoaks Obat Covid-19, Polisi Panggil Anji dan Hadi Pranoto Pekan Ini

Terkait Hoaks Obat Covid-19, Polisi Panggil Anji dan Hadi Pranoto Pekan Ini

Megapolitan
Warga Kabupaten Bekasi yang Tak Pakai Masker Bisa Kena Denda Maksimal Rp 250.000

Warga Kabupaten Bekasi yang Tak Pakai Masker Bisa Kena Denda Maksimal Rp 250.000

Megapolitan
Dinkes Jakarta: Persepsi Masyarakat Belum Anggap Covid-19 sebagai  Ancaman

Dinkes Jakarta: Persepsi Masyarakat Belum Anggap Covid-19 sebagai Ancaman

Megapolitan
Pasang Wifi untuk Belajar Siswa Kurang Mampu, F-PAN Minta Pemprov DKI Lakukan Hal yang Sama

Pasang Wifi untuk Belajar Siswa Kurang Mampu, F-PAN Minta Pemprov DKI Lakukan Hal yang Sama

Megapolitan
Kasatpol PP DKI: 595 Tempat Usaha dan 60 Tempat Hiburan Langgar Aturan PSBB

Kasatpol PP DKI: 595 Tempat Usaha dan 60 Tempat Hiburan Langgar Aturan PSBB

Megapolitan
PN Jakarta Barat Ditutup karena Covid-19, Sidang Lucinta Luna Ditunda

PN Jakarta Barat Ditutup karena Covid-19, Sidang Lucinta Luna Ditunda

Megapolitan
Volume Penumpang KA Bandara Soekarno-Hatta Naik 93 persen

Volume Penumpang KA Bandara Soekarno-Hatta Naik 93 persen

Megapolitan
Kekhawatiran Orangtua di Bekasi Saat Izinkan Anak Kembali Belajar di Sekolah

Kekhawatiran Orangtua di Bekasi Saat Izinkan Anak Kembali Belajar di Sekolah

Megapolitan
Hati-hati Anggota Gadungan, Masyarakat Diminta Konfirmasi ke BNN jika Kerabatnya Ditangkap

Hati-hati Anggota Gadungan, Masyarakat Diminta Konfirmasi ke BNN jika Kerabatnya Ditangkap

Megapolitan
Gugus Tugas Tangsel Pastikan Rumah Lawan Covid-19 Tak Ditutup Selama Pandemi Belum Berakhir

Gugus Tugas Tangsel Pastikan Rumah Lawan Covid-19 Tak Ditutup Selama Pandemi Belum Berakhir

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X