Anies Senang dengan 2 Kandidat Cawagub DKI dari PKS

Kompas.com - 30/11/2018, 18:46 WIB
Gubernur DKI Jaklarta Anies Baswedan menghadiri sidang tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Tahun 2018 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/2017). Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato, yakni pidato kenegaraan dalam rangka Hari Ulang Tahun RI ke 73.

KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBEL Gubernur DKI Jaklarta Anies Baswedan menghadiri sidang tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Tahun 2018 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/2017). Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato, yakni pidato kenegaraan dalam rangka Hari Ulang Tahun RI ke 73.

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengatakan senang dengan dua calon wakil gubernur DKI dari Partai Keadilan Sejahtera ( PKS), Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto.

Anies mengatakan, keduanya berjanji bakal mengikuti visinya sebagai Gubernur jika terpilih menjabat mengisi kursi wagub DKI.

"Pertama kali saya mendengar langsung dari mereka komitmen bahwa akan mengikuti visi Gubernur, akan berjalan sesuai arahan Gubernur," kata Anies di Gedung DPRD DKI, Kamis, (29/11/2018).

Baca juga: Gerindra dan PKS yang Kembali Tak Sejalan soal Wagub DKI...

Menurut Anies, komitmen itu disampaikan Syaikhu dan Agung Yulianto ketika mereka bertiga diundang dalam acara Mata Najwa, beberapa pekan lalu.

Anies menyebut, itu pertama kalinya dia bertemu dengan Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto.

Oleh karena itu, Anies mengaku kini tinggal menunggu kedua nama itu diproses PKS dan Partai Gerindra selaku partai pengusung.

"Kita tunggu saja sampai nama resmi, baru saya komentari," ujar Anies.

Baca juga: Wagub DKI Masih Kosong, Mendagri Bilang Seharusnya Partai Pengusung Kompak

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS DKI telah menyerahkan nama calon wagub DKI kepada Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra DKI.

Dua nama itu tetap sama sedari awal, yakni Syaikhu dan Agung.

Sayangnya, PKS dan Gerindra tak kunjung sepakat memilih pengganti Sandiaga.

Pembahasan berlangsung alot hingga dua partai pengusung Anies-Sandi ini sepakat membentuk tim fit and proper test untuk menyeleksi calon wagub DKI.

Tim itu tak kunjung terbentuk lantaran ada perbedaan sikap di kedua partai tersebut.




Close Ads X