[HOAKS] BIN Keluarkan Surat Edaran Siaga 1 Jelang Aksi Reuni 212

Kompas.com - 01/12/2018, 11:48 WIB
Hoaks surat edaran mengatasnamakan Badan Intelijen Negara (BIN) yang berisi perintah dari Kepala BIN kepada seluruh pegawai BIN untuk melakukan Siaga 1 jelas Reuni 212.WhatsApp Hoaks surat edaran mengatasnamakan Badan Intelijen Negara (BIN) yang berisi perintah dari Kepala BIN kepada seluruh pegawai BIN untuk melakukan Siaga 1 jelas Reuni 212.
hoaks

hoaks!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar.

KOMPAS.com - Saat ini beredar foto yang menayangkan surat edaran mengatasnamakan Badan Intelijen Negara (BIN) mengenai status Siaga 1 jelang kegiatan Reuni 212.

Adapan foto ini tersebar di aplikasi pesan WhatsApp sejak kemarin, Jumat (30/11/2018).

Narasi yang beredar:

Berdasarkan penelusuran Kompas.com, surat edaran ini meminta seluruh pegawai BIN untuk Siaga 1 mengantisipasi situasi dan kondisi yang mengganggu stabilitas keamanan nasional terkait Reuni 212 yang akan digelar pada Minggu (2/12/2018).


Dalam surat disebutkan, upaya melakukan Siaga 1 ini berdasarkan perintah dari Kepala BIN Budi Gunawan pada Kamis (28/11/2018).

Kemudian, surat bernomor SE-116/XI/2018 ini juga memuat pemberitahuan kepada para pejabat BIN untuk tidak meninggalkan tempat tanpa seizin pimpinan, kecuali bagi yang bertugas khusus.

Surat edaran ini dilengkapi logo BIN dan ditandatangani oleh Sekretaris Utama BIN pada 8 November 2018.

Penelusuran Kompas.com:

Juru Bicara BIN, Wawan Hari Purwanto, menegaskan bahwa surat edaran tersebut palsu atau hoaks.

"BIN tidak mengeluarkan surat itu, jadi tidak ada nilai kebenarannya, itu hoaks," ujar Wawan saat dihubungi Kompas.com pada Sabtu (1/12/2018).

Menurut Wawan, pihak BIN mendapatkan informasi adanya penyebaran surat edaran palsu ini pada Jumat (30/11/2018).

Saat ini, pihak BIN masih melakukan pencarian terhadap pelaku yang menciptakan surat edaran tersebut.

Selain itu, Wawan juga mengimbau kepada masyarakat terhadap beredarnya surat Siaga 1 jelang aksi Reuni 212.

"Masyarakat agar tidak memercayainya sebelum melakukan cek dan ricek. Sekarang sudah diklarifikasi bahwa surat edaran itu adalah hoaks," ujar Wawan.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


HOAKS ATAU FAKTA?

Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini

closeLaporkan Hoaks checkCek Fakta Lain

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Suami Pernah Ingatkan Nunung Berobat agar Berhenti Konsumsi Narkoba

Suami Pernah Ingatkan Nunung Berobat agar Berhenti Konsumsi Narkoba

Megapolitan
Sidang Praperadilan Empat Pengamen Cipulir Salah Tangkap Ditunda hingga Esok

Sidang Praperadilan Empat Pengamen Cipulir Salah Tangkap Ditunda hingga Esok

Megapolitan
Pimpinan DPRD DKI Sibuk Jadi Alasan Rapat Paripurna untuk Pilih Wagub Ditunda

Pimpinan DPRD DKI Sibuk Jadi Alasan Rapat Paripurna untuk Pilih Wagub Ditunda

Megapolitan
Beda Versi dengan Pertamina soal Penyebab Kecelakaan, Ini Kata Polisi

Beda Versi dengan Pertamina soal Penyebab Kecelakaan, Ini Kata Polisi

Megapolitan
Pedagang Keluhkan Sepinya Sentra Buku Pasar Kenari

Pedagang Keluhkan Sepinya Sentra Buku Pasar Kenari

Megapolitan
Nunung Sempat Coba Bohongi Polisi Saat Ditangkap di Rumahnya

Nunung Sempat Coba Bohongi Polisi Saat Ditangkap di Rumahnya

Megapolitan
Fraksi PKB DPRD DKI: Wagub Enggak Perlu-perlu Banget, Tidak Urgent

Fraksi PKB DPRD DKI: Wagub Enggak Perlu-perlu Banget, Tidak Urgent

Megapolitan
Sempat Ditunda, Sidang Praperadilan 4 Pengamen Korban Salah Tangkap Digelar

Sempat Ditunda, Sidang Praperadilan 4 Pengamen Korban Salah Tangkap Digelar

Megapolitan
Seniman Instalasi Bambu Getih Getah Resah Publik Hanya Soroti Anggaran

Seniman Instalasi Bambu Getih Getah Resah Publik Hanya Soroti Anggaran

Megapolitan
Nunung Genggam Erat Tangan Suami Saat Sampaikan Permohonan Maaf

Nunung Genggam Erat Tangan Suami Saat Sampaikan Permohonan Maaf

Megapolitan
Ahok: Saya Tak Mungkin Jadi Menteri, Saya Sudah Cacat di Republik Ini

Ahok: Saya Tak Mungkin Jadi Menteri, Saya Sudah Cacat di Republik Ini

Megapolitan
Polisi Mengaku Awalnya Tidak Tahu Pembeli Sabu adalah Nunung

Polisi Mengaku Awalnya Tidak Tahu Pembeli Sabu adalah Nunung

Megapolitan
Nunung Tak Kooperatif Saat Ditangkap Polisi

Nunung Tak Kooperatif Saat Ditangkap Polisi

Megapolitan
Tangkap Nunung dan Suami, Polisi Tegaskan Tak Pernah Menarget Profesi Tertentu

Tangkap Nunung dan Suami, Polisi Tegaskan Tak Pernah Menarget Profesi Tertentu

Megapolitan
Suami Nunung Minta Kado Ultah supaya Istri Stop Pakai Narkoba

Suami Nunung Minta Kado Ultah supaya Istri Stop Pakai Narkoba

Megapolitan
Close Ads X