Panitia Umumkan Identitas Orang Hilang setelah Reuni Akbar 212 Berakhir

Kompas.com - 02/12/2018, 14:40 WIB
Peserta reuni akbar 212 berjalan dari Stasiun Gondangdia menuju kawasan Monas, Minggu (2/12/2018). KOMPAS.com/JESSI CARINA Peserta reuni akbar 212 berjalan dari Stasiun Gondangdia menuju kawasan Monas, Minggu (2/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah aksi reuni akbar alumni 212 berakhir, panitia mengumumkan identitas sejumlah peserta yang terpisah dari keluarga ataupun rombongannya.

Sebagian besar peserta yang diumumkan adalah anak kecil yang terpisah dari orang tuanya.

"Annisa asal Cilegon umur 9 tahun menunggu orang tuanya di samping panggung," ujar salah satu panitia menggunakan pengeras suara, Minggu (2/12/2018).

"Abdul Rasyid asal Surabaya ditunggu ibunya yang berasal dari Banten di samping panggung," sambung panitia lainnya.


Baca juga: BERITA FOTO: Ramainya Suasana di Sekitar Stasiun Gondangdia saat Reuni 212

Selain itu, panitia juga mengumumkan pencarian ataupun penemuan barang-barang para peserta yang hilang.

"Bagi yang menemukan kunci motor dan STNK atas nama Yudi harap mengembalikan segera ke panitia di atas panggung," kata panitia.

"Ditemukan sebuah tas berwarna hitam berisi tiket pesawat menuju Surabaya beserta dompet dan dokumen-dokumen," sambung panitia lainnya.

Pengumuman nama-nama barang dan identitas orang hilang sempat dihentikan 30 menit karena adzan zuhur berkumandang.

Baca juga: Reuni 212 Selesai, Transjakarta Kembali Beroperasi Normal

Selanjutnya, para peserta juga mengerjakan shalat zuhur secara berjamaah di depan panggung utama di kawasan Monas. Para peserta reuni ada yang menggelar tikar sebagai alas shalat. Ada juga yang menggunakan sajadah.

Acara reuni akbar alumni 212 diselenggarakan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Minggu mulai pukul 07.00 WIB. Aksi resmi berakhir pukul 11.05 WIB atau lebih cepat satu jam dari jadwal sebelumnya.

Sejumlah tokoh menghadiri reuni akbar itu diantaranya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Amien Rais, Hidayat Nur Wahid, Zulkifli Hasan, dan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Pemprov DKI Akan Bagikan Tanaman Lidah Mertua untuk Tekan Polusi Udara

Pemprov DKI Akan Bagikan Tanaman Lidah Mertua untuk Tekan Polusi Udara

Megapolitan
Berkaca pada Kasus Nunung, Tahu Kerabat Konsumsi Narkoba tapi Tak Melapor Ada Akibatnya…

Berkaca pada Kasus Nunung, Tahu Kerabat Konsumsi Narkoba tapi Tak Melapor Ada Akibatnya…

Megapolitan
Sidang Praperadilan, Kivlan Zen Minta Penetapan Tersangka Dibatalkan

Sidang Praperadilan, Kivlan Zen Minta Penetapan Tersangka Dibatalkan

Megapolitan
Melihat Wajah Jakarta Melalui Ilusi Hologram

Melihat Wajah Jakarta Melalui Ilusi Hologram

Megapolitan
Anies Bilang Tak Punya Kewenangan untuk Desak Pemilihan Wagub

Anies Bilang Tak Punya Kewenangan untuk Desak Pemilihan Wagub

Megapolitan
Petugas UNHCR Mengecek Tempat Penampuan Pencari Suaka di Kalideres

Petugas UNHCR Mengecek Tempat Penampuan Pencari Suaka di Kalideres

Megapolitan
Putra Nunung Tak Tahu Ibunya Konsumsi Narkoba Jenis Sabu

Putra Nunung Tak Tahu Ibunya Konsumsi Narkoba Jenis Sabu

Megapolitan
Kivlan Zen Layangkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan ke Ryamizard Ryacudu

Kivlan Zen Layangkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan ke Ryamizard Ryacudu

Megapolitan
Situasi di Penampungan Imigran Kondusif Setelah Warga Afghanisatan dan Somalia Ribut

Situasi di Penampungan Imigran Kondusif Setelah Warga Afghanisatan dan Somalia Ribut

Megapolitan
Suami Pernah Ingatkan Nunung Berobat agar Berhenti Konsumsi Narkoba

Suami Pernah Ingatkan Nunung Berobat agar Berhenti Konsumsi Narkoba

Megapolitan
Sidang Praperadilan Empat Pengamen Cipulir Salah Tangkap Ditunda hingga Esok

Sidang Praperadilan Empat Pengamen Cipulir Salah Tangkap Ditunda hingga Esok

Megapolitan
Pimpinan DPRD DKI Sibuk Jadi Alasan Rapat Paripurna untuk Pilih Wagub Ditunda

Pimpinan DPRD DKI Sibuk Jadi Alasan Rapat Paripurna untuk Pilih Wagub Ditunda

Megapolitan
Beda Versi dengan Pertamina soal Penyebab Kecelakaan, Ini Kata Polisi

Beda Versi dengan Pertamina soal Penyebab Kecelakaan, Ini Kata Polisi

Megapolitan
Pedagang Keluhkan Sepinya Sentra Buku Pasar Kenari

Pedagang Keluhkan Sepinya Sentra Buku Pasar Kenari

Megapolitan
Nunung Sempat Coba Bohongi Polisi Saat Ditangkap di Rumahnya

Nunung Sempat Coba Bohongi Polisi Saat Ditangkap di Rumahnya

Megapolitan
Close Ads X