Pertemuan Gerinda dan PKS untuk Bahas "Fit and Proper Test" Calon Wagub DKI Ditunda

Kompas.com - 03/12/2018, 12:31 WIB
Wakil Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Syarif di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (6/11/2018). KOMPAS.com/NURSITA SARIWakil Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Syarif di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (6/11/2018).
Penulis Nursita Sari
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pertemuan antara DPD Partai Gerindra DKI Jakarta dan DPW Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) DKI untuk membahas kursi wakil gubernur DKI Jakarta ditunda hingga pekan depan.

Pertemuan itu mulanya akan digelar pada Selasa (4/12/2018) besok.

Wakil Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Syarif mengatakan, pertemuan kedua pihak ditunda karena anggota DPRD DKI Jakarta sedang mengikuti bimbingan teknis (bimtek) di Semarang, Jawa Tengah, pada pekan ini.

Sejumlah pengurus DPD Gerindra dan DPW PKS DKI Jakarta diketahui merupakan anggota Dewan.


"Kita lagi di Semarang, bimtek. Saya sudah komunikasi dengan Pak Syakir (Ketua DPW PKS DKI Syakir Purnomo), ditunda minggu depan," ujar Syarif saat dihubungi wartawan, Senin (3/12/2018).

Baca juga: Gerindra dan PKS yang Kembali Tak Sejalan soal Wagub DKI...

Syarif menyampaikan, pertemuan Gerindra dan PKS DKI kemungkinan dijadwalkan ulang antara Senin sampai Rabu pekan depan.

PKS DKI, kata Syarif, sudah setuju untuk menunda pertemuan.

Dalam pertemuan itu, Gerindra dan PKS DKI rencananya menyamakan persepsi soal uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) kandidat wagub DKI.

Sebab, kedua pihak memiliki perbedaan pemahaman soal tes tersebut.

"Nanti kita bicarakan perbedaan pendapat itu dalam forum, jangan disampaikan pendapat di media dong," kata Syarif.

Ketua Dewan Syariah PKS DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi sebelumnya mengatakan, ada perbedaan pandangan soal fit and proper test antara PKS dan Gerindra DKI.

Sejak awal, PKS DKI memahami fit and proper test sebagai perkenalan kandidat wagub yang diusulkan PKS kepada Gerindra, bukan untuk menyeleksi calon.

Baca juga: Keyakinan Ahmad Syaikhu Menduduki Kursi Wagub DKI

Karena perbedaan persepsi itu, PKS DKI mengundang Gerindra DKI bertemu pada 4 Desember untuk menyamakan persepsi pemilihan dua kandidat wagub DKI, termasuk mekanisme fit and proper test.

Perbedaan persepsi itu membuat dua kandidat wagub pengganti Sandiaga belum juga ditentukan. Akibatnya, kursi wagub pendamping Gubernur DKI Anies Baswedan pun masih kosong.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Atraksi Barongsai di Mal Pondok Indah 'Menghipnotis' Pengunjung

Atraksi Barongsai di Mal Pondok Indah "Menghipnotis" Pengunjung

Megapolitan
Kali Sekretaris Bocor Akibat Debit Air Tinggi, Ditambal Pakai Karung Pasir

Kali Sekretaris Bocor Akibat Debit Air Tinggi, Ditambal Pakai Karung Pasir

Megapolitan
Sempat Banjir, Genangan Air di Sejumlah Titik di Jakarta Kini Sudah Surut

Sempat Banjir, Genangan Air di Sejumlah Titik di Jakarta Kini Sudah Surut

Megapolitan
Pelaku Curanmor di Radio Dalam Belum Tertangkap, Polisi: Wajahnya Kurang Jelas di CCTV

Pelaku Curanmor di Radio Dalam Belum Tertangkap, Polisi: Wajahnya Kurang Jelas di CCTV

Megapolitan
Perempuan Digigit Tikus Saat Nonton di Bioskop, Seberapa Berbahaya bagi Kesehatan?

Perempuan Digigit Tikus Saat Nonton di Bioskop, Seberapa Berbahaya bagi Kesehatan?

Megapolitan
Lampion dan Angpao Paling Laris Diburu Menjelang Imlek

Lampion dan Angpao Paling Laris Diburu Menjelang Imlek

Megapolitan
Mahasiswa Gugat Lamanya Pemilihan Cawagub DKI ke MK, F-Gerindra: Kontruksinya Tidak Nyambung

Mahasiswa Gugat Lamanya Pemilihan Cawagub DKI ke MK, F-Gerindra: Kontruksinya Tidak Nyambung

Megapolitan
Polisi Tangkap Tiga Pengeroyok Pria yang Minta Sumbangan Air Mineral di Pondok Pinang

Polisi Tangkap Tiga Pengeroyok Pria yang Minta Sumbangan Air Mineral di Pondok Pinang

Megapolitan
Seorang Remaja Diduga Tenggelam saat Berenang di Waduk Pegadungan

Seorang Remaja Diduga Tenggelam saat Berenang di Waduk Pegadungan

Megapolitan
Aktivis Perempuan: Trauma Korban Pelecehan Seksual yang Berpakaian Tertutup Jauh Lebih Besar

Aktivis Perempuan: Trauma Korban Pelecehan Seksual yang Berpakaian Tertutup Jauh Lebih Besar

Megapolitan
Pelecehan Seksual di Bekasi, Bukti Pakaian Korban Bukan Pemicu Tindakan Asusila Terjadi

Pelecehan Seksual di Bekasi, Bukti Pakaian Korban Bukan Pemicu Tindakan Asusila Terjadi

Megapolitan
Pemilihan Wakil Gubernur DKI Lama, Mahasiswa Hukum Untar Gugat ke MK

Pemilihan Wakil Gubernur DKI Lama, Mahasiswa Hukum Untar Gugat ke MK

Megapolitan
Jari Wanita Ini Berdarah Digigit Tikus di Saat Nonton Film di Bioskop

Jari Wanita Ini Berdarah Digigit Tikus di Saat Nonton Film di Bioskop

Megapolitan
Banjir di Cikini Disebabkan Saluran Air Tersumbat di Depan Proyek Revitalisasi TIM

Banjir di Cikini Disebabkan Saluran Air Tersumbat di Depan Proyek Revitalisasi TIM

Megapolitan
Pemprov DKI Klaim Sudah Naturalisasi Sungai di 5 Titik

Pemprov DKI Klaim Sudah Naturalisasi Sungai di 5 Titik

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X