Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Belajar dari Bank Sampah dan Pengolahan Sampah Beromzet Rp 4,5 Miliar

Kompas.com - 03/12/2018, 13:09 WIB
Rindi Nuris Velarosdela,
Kontributor Amerika Serikat, Andri Donnal Putera

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.comKementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bertekad mengurangi jumlah sampah nasional melalui program bank sampah.

Direktur Jenderal Pengelolaan Limbah, Sampah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) KLHK Rosa Vivien Ratnawati mengatakan, perkembangan program bank sampah di seluruh Indonesia meningkat dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

"Pada tahun 2015, jumlah bank sampah di Indonesia sebanyak 1.172 unit dan tahun 2017 jumlah bank sampah di Indonesia mencapai 5.244 unit yang tersebar di 34 provinsi dan 219 kabupaten/kota di Indonesia," kata Vivien di Grand Mercure Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (3/12/2018).

Baca juga: Rumah di Bantaran Kali Gendong Persulit Petugas Membersihkan Sampah

Vivien menjelaskan, program bank sampah adalah program yang mengajak masyarakat untuk memilah sampah organik dan non-organik untuk ditukarkan menggunakan uang pada bank-bank sampah yang telah tersebar di 34 provinsi di Indonesia.

Namun, ada juga bank sampah yang menerapkan penukaran sampah untuk pembayaran listrik, pembelian sembako, pembayaran biaya kesehatan, dan mendapatkan emas.

"Program bank sampah itu bisa mengubah paradigma masyarakat untuk memaknai sampah sebagai sesuatu yang mempunyai nilai untuk dimanfaatkan kembali sekaligus mengurangi jumlah sampah nasional," kata Vivien.

Baca juga: Rumah di Bantaran Kali Gendong Persulit Petugas Membersihkan Sampah

Pada bank sampah, sampah organik akan didaur ulang menjadi kompos. Sementara sampah non-organik akan diolah kembali agar bisa bermanfaat secara ekonomis.

Vivien menyebut, ada salah satu contoh bank sampah yang menghasilkan omzet mencapai Rp 4,5 miliar per tahun dari pengolahan sampah. Bank sampah itu berada di Jakarta Barat.

"(Omset Rp 4,5 miliar) itu merupakan angka yang fantastis yang didapat dari pengelolaan sampah yang berasal dari masyarakat," kata Vivien.

"Diharapkan, ke depan keberadaan bank sampah bisa memberikan solusi terbaik dalam pencapaian target pengurangan sampah. Saya mengajak kepada seluruh pemerintah daerah untuk mendorong menciptakan program-program berbasis bank sampah," lanjut dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Satu Keluarga Tertimpa Dahan Pohon Saat Sedang Piknik di Ragunan

Satu Keluarga Tertimpa Dahan Pohon Saat Sedang Piknik di Ragunan

Megapolitan
Lebaran Usai, Pemprov DKI Bakal Data Pendatang Baru di Jakarta Sebulan ke Depan

Lebaran Usai, Pemprov DKI Bakal Data Pendatang Baru di Jakarta Sebulan ke Depan

Megapolitan
Perempuan yang Bunuh Diri Sambil 'Live' Beberapa Kali Mencoba Akhiri Hidup

Perempuan yang Bunuh Diri Sambil "Live" Beberapa Kali Mencoba Akhiri Hidup

Megapolitan
PDI-P Lirik Sekda Supian Suri, Sebut Kandidat Kuat Calon Wali Kota Depok

PDI-P Lirik Sekda Supian Suri, Sebut Kandidat Kuat Calon Wali Kota Depok

Megapolitan
PKS Belum Tentukan Kandidat untuk Pilwalkot Bogor 2024

PKS Belum Tentukan Kandidat untuk Pilwalkot Bogor 2024

Megapolitan
Pengemudi yang Ngaku Adik Jenderal Sembunyikan Fortuner di Rumah Kakaknya, Pelat TNI Palsu Dibuang

Pengemudi yang Ngaku Adik Jenderal Sembunyikan Fortuner di Rumah Kakaknya, Pelat TNI Palsu Dibuang

Megapolitan
Kisah Kuli Panggul Sering Ditolak Pelanggan karena Sudah Tua, Sukardi: Saya Masih Kuat...

Kisah Kuli Panggul Sering Ditolak Pelanggan karena Sudah Tua, Sukardi: Saya Masih Kuat...

Megapolitan
Pengendara Kabur Usai Serempet Mobil di Bekasi, Polisi: Panik Diteriaki Warga

Pengendara Kabur Usai Serempet Mobil di Bekasi, Polisi: Panik Diteriaki Warga

Megapolitan
Anak yang Aniaya Ibu Kandung di Cengkareng Ditetapkan Jadi Tersangka

Anak yang Aniaya Ibu Kandung di Cengkareng Ditetapkan Jadi Tersangka

Megapolitan
Mobil 'Seruduk' Belasan Kendaraan di Depan Tol Bekasi, Berawal dari Tabrak Lari

Mobil "Seruduk" Belasan Kendaraan di Depan Tol Bekasi, Berawal dari Tabrak Lari

Megapolitan
Perjuangan Mudik Ridwan Mahasiswa di Bandung, Kerja Sampingan demi Beli Tiket Bus

Perjuangan Mudik Ridwan Mahasiswa di Bandung, Kerja Sampingan demi Beli Tiket Bus

Megapolitan
PKS Usulkan 3 Nama untuk Pilkada DKI: Sohibul Iman, Mardani Ali Sera, dan Khoirudin

PKS Usulkan 3 Nama untuk Pilkada DKI: Sohibul Iman, Mardani Ali Sera, dan Khoirudin

Megapolitan
Polisi Tangkap Pengemudi Fortuner yang Mengaku Adik Jenderal dan Pakai Pelat Palsu TNI

Polisi Tangkap Pengemudi Fortuner yang Mengaku Adik Jenderal dan Pakai Pelat Palsu TNI

Megapolitan
Putaran Balik di Depan Citywalk Sudirman Ditutup Permanen

Putaran Balik di Depan Citywalk Sudirman Ditutup Permanen

Megapolitan
Penutupan JLNT Casablanca Setiap Malam Berlaku Permanen

Penutupan JLNT Casablanca Setiap Malam Berlaku Permanen

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com