Perbaikan Air Mancur Menari Monas Ditargetkan Selesai Akhir 2018

Kompas.com - 03/12/2018, 17:01 WIB
Suasana air mancur menari saat diresmikan dalam kampanye kegiatan Yuk Ke Monas di Monas, Sabtu (12/8/2017). Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meresmikan kampanye kegiatan Yuk Ke Monas, dan meresmikan pembaruan fasilitas yaitu toilet, air mancur menari, dan tempat penyimpanan bendera pusaka. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aww/17. ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTASuasana air mancur menari saat diresmikan dalam kampanye kegiatan Yuk Ke Monas di Monas, Sabtu (12/8/2017). Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meresmikan kampanye kegiatan Yuk Ke Monas, dan meresmikan pembaruan fasilitas yaitu toilet, air mancur menari, dan tempat penyimpanan bendera pusaka. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aww/17.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini tengah memperbaiki air mancur Monumen Nasional ( Monas).

Air mancur yang rusak sejak 2009 ini pernah diperbaiki lewat sumbangan pribadi mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, wakilnya Djarot Saiful Hidayat, mantan Kepala Kantor Pengelola Kawasan (KPK) Monas Sabdo Kristianto, dan musisi Addie MS pada 2017.

"Sekarang ya kami anggarkan lah. Sudah dilelang, sedang dalam pekerjaan," kata Plt Kepala Dinas Pariwisata Asiantoro kepada Kompas.com, Senin (3/12/2018).

Baca juga: Sudah Bersih, Air Mancur Monas Berjoget Lagi Agustus 2017

Perbaikan air mancur memakan biaya Rp 8,4 miliar. Menurut Asiantoro, ongkosnya cukup besar sebab banyak komponen yang diperbaiki, mulai dari saluran air, nozel, hingga water screen projection.

"Pompanya saja yang diganti ada 40," ujar dia.

Asiantoro mengatakan, setelah diperbaiki, air mancur Monas akan kembali menari akhir tahun ini.

"Air mancur ini dulu dibangun di zaman Bang Yos (Gubernur Sutiyoso) dan jadi salah satu yang terbesar di Asia Tenggara, sekarang kami akan kembalikan," ujar Asiantoro.

Air mancur menari pertama kali diresmikan pada 2005, saat Gubernur DKI Jakarta dijabat  Sutiyoso. Air mancur itu rusak pada 2009 dan kolamnya tak lagi terawat.

Baca juga: Terpopuler, Pengalaman Mati Suri hingga Air Mancur Monas Kembali Menari

Setelah delapan tahun tahun tak berfungsi, air mancur menari di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, akhirnya dapat dinikmati kembali sejak 12 Agustus 2017.

Saat itu, pihak UPK Monas sempat mencari dana Corporate Social Responsibility (CSR), tetapi tak kunjung dapat. Sementara itu, dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI juga terbatas sehingga tak mungkin dipakai untuk perbaikan air mancur.

Ahok memberikan perangkat kelistrikan hingga kabel agar air mancur menari bisa kembali menyala. Ahok sendiri disebut menyumbang sekitar Rp 200 juta atau setengah dari biaya perbaikan saat itu.

Sumbangan lainnya datang dari musisi Addie MS. Addie menyumbang aransemen lagu untuk mengiringi gerakan air mancur. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terdampak Pandemi Covid-19, Garuda Indonesia Akhiri Kontrak 700 Karyawan

Terdampak Pandemi Covid-19, Garuda Indonesia Akhiri Kontrak 700 Karyawan

Megapolitan
Tim Termuda dari UI Raih Juara 3 Kompetisi Metalurgi Internasional di China

Tim Termuda dari UI Raih Juara 3 Kompetisi Metalurgi Internasional di China

Megapolitan
Lurah di Jakarta Diimbau Adakan Kegiatan Kepemudaan untuk Peringati Hari Sumpah Pemuda

Lurah di Jakarta Diimbau Adakan Kegiatan Kepemudaan untuk Peringati Hari Sumpah Pemuda

Megapolitan
Gagas Limbah Metal Jadi Bahan Bangunan, Mahasiswa UI Juara 3 Dunia Metal Cup 2020

Gagas Limbah Metal Jadi Bahan Bangunan, Mahasiswa UI Juara 3 Dunia Metal Cup 2020

Megapolitan
Mobilitas Masyarakat Meningkat Saat PSBB Transisi, Paling Tinggi di Tempat Kerja

Mobilitas Masyarakat Meningkat Saat PSBB Transisi, Paling Tinggi di Tempat Kerja

Megapolitan
Motif Pembunuhan PSK di Bekasi Janggal, Pelaku Mau Ambil Rp 1,8 Juta tapi Tak Jadi

Motif Pembunuhan PSK di Bekasi Janggal, Pelaku Mau Ambil Rp 1,8 Juta tapi Tak Jadi

Megapolitan
Pengamat Sebut Guru Intoleran di SMA Jaktim Kurang Kompeten dan Tak Tahan Kritik

Pengamat Sebut Guru Intoleran di SMA Jaktim Kurang Kompeten dan Tak Tahan Kritik

Megapolitan
Pasutri Spesialis Ganjal ATM Ditangkap Saat Beraksi di Pondok Aren

Pasutri Spesialis Ganjal ATM Ditangkap Saat Beraksi di Pondok Aren

Megapolitan
Anies: Libur Panjang Memang Menggoda, tapi Covid-19 Masih di Sekitar Kita...

Anies: Libur Panjang Memang Menggoda, tapi Covid-19 Masih di Sekitar Kita...

Megapolitan
Hari Pertama Operasi Zebra 2020 di Jakarta, 3.577 Pelanggar Ditilang

Hari Pertama Operasi Zebra 2020 di Jakarta, 3.577 Pelanggar Ditilang

Megapolitan
Banjir di Perumahan Kota Bekasi Surut Pagi Ini, Warga Mulai Bersih-bersih

Banjir di Perumahan Kota Bekasi Surut Pagi Ini, Warga Mulai Bersih-bersih

Megapolitan
Viral Percakapan Rasial Guru SMA di Jaktim, Disdik Diminta Data Pengajar Intoleran

Viral Percakapan Rasial Guru SMA di Jaktim, Disdik Diminta Data Pengajar Intoleran

Megapolitan
Sehari Pelaksanaan Operasi Zebra, Satlantas Jakpus Tindak 354 Pelanggar

Sehari Pelaksanaan Operasi Zebra, Satlantas Jakpus Tindak 354 Pelanggar

Megapolitan
Wali Kota Jakbar Minta Camat Siagakan Posko Banjir dan Tempat Pengungsian

Wali Kota Jakbar Minta Camat Siagakan Posko Banjir dan Tempat Pengungsian

Megapolitan
203 Kendaraan Ditilang pada Hari Pertama Operasi Zebra di Jakbar

203 Kendaraan Ditilang pada Hari Pertama Operasi Zebra di Jakbar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X