Sempitnya Saluran Air Jadi Penyebab Genangan di Jakarta Barat

Kompas.com - 04/12/2018, 14:11 WIB
 Perumahan Pakuwon, Cengkareng terendam banjir hingga sepinggang orang dewasa. Warga perumahan ini mengungsi ke posko banjir terdekat karena tempat tinggalnya mulai tak layak dihuni. Foto diambil pada Rabu (11/02/2015). Dimas Jarot Bayu/Kompas.com Perumahan Pakuwon, Cengkareng terendam banjir hingga sepinggang orang dewasa. Warga perumahan ini mengungsi ke posko banjir terdekat karena tempat tinggalnya mulai tak layak dihuni. Foto diambil pada Rabu (11/02/2015).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wali Kota Jakarta Barat Rustam Effendi mengatakan, penyebab genangan pada musim hujan di wilayahnya diakibatkan saluran yang sempit.

Adapun titik genangan yang muncul pada musim hujan kali ini berada di wilayah Kebon Jeruk, yaitu Jalan Arjuna Selatan dan Jalan Asem, ketika hujan pada Senin (3/12/2018) sore.

"Masih ada genangan-genangan, tetapi kan alhamdulillah itu tidak lama. Hujan, genangan, begitu hujan surut, surut juga. Artinya kan berfungsi (salurannya), memang saluran ini menyempit kondisinya," kata Rustam di Gedung Wali Kota Jakarta Barat, Kembangan, Selasa (4/12/2018).

Baca juga: Menerobos Genangan Air, Pengemudi Wajib Perhatikan Ini

Pada kedua titik genangan tersebut sempat menunjukkan ketinggian berkisar 30-40 centimeter. Akibatnya, arus kendaraan mobil dan sepeda motor di Jalan Arjuna Selatan terhambat dan menimbulkan kemacetan.

Selain itu, hunian warga di sekitarnya, yaitu Jalan Asem, juga ikut terendam. Ketinggian air bahkan telah melebihi saluran dan mencapai lutut orang dewasa.

Rustam mengatakan, terdapat 60 titik lokasi genangan dan banjir yang menjadi langganan di wilayahnya. Ia pun berupaya untuk mengurangi jumlah titik tersebut.

Baca juga: Penjelasan Camat Soal Titik-titik Genangan di Kebon Jeruk

Adapun salah satu caranya telah diinstruksikan sebelumnya kepada unit-unit terkait untuk penanganan saluran air jelang musim hujan di Jakarta Barat.

"Tetapi masih seperti itu (tergenang), kenapa? Sudah (salurannya) sempit, kecil, termasuk masyarakatnya juga sama-sama harus kita bagikan kepeduliannya (tentang lingkungannya). Banyak bangunan-bangunan, seperti itu kondisinya. Ke depannya kami perbaiki lah," katanya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Polisi Gadungan yang Peras Pemuda di Bintaro Sempat Todongkan Senjata ke Anggota Buser

5 Polisi Gadungan yang Peras Pemuda di Bintaro Sempat Todongkan Senjata ke Anggota Buser

Megapolitan
Puluhan Kendaraan dari Luar Jakarta Dipaksa Putar Balik Saat Hendak Masuk Jaksel

Puluhan Kendaraan dari Luar Jakarta Dipaksa Putar Balik Saat Hendak Masuk Jaksel

Megapolitan
Lucinta Luna Tidak Didampingi Kuasa Hukum Saat Sidang Perdana

Lucinta Luna Tidak Didampingi Kuasa Hukum Saat Sidang Perdana

Megapolitan
Sambut New Normal, Wali Kota Tangerang Minta Mal Punya Alat Monitor Jumlah Pengunjung

Sambut New Normal, Wali Kota Tangerang Minta Mal Punya Alat Monitor Jumlah Pengunjung

Megapolitan
Lion Air Group Hentikan Penerbangan hingga 31 Mei, Ini Penjelasannya

Lion Air Group Hentikan Penerbangan hingga 31 Mei, Ini Penjelasannya

Megapolitan
Skenario New Normal Sekolah di Kota Tangerang: Satu Meja Satu Siswa, Kelas Bertambah

Skenario New Normal Sekolah di Kota Tangerang: Satu Meja Satu Siswa, Kelas Bertambah

Megapolitan
Syahrini Laporkan Pemilik Akun Medsos, Diduga Terkait Pornografi dan Pencemaran Nama Baik

Syahrini Laporkan Pemilik Akun Medsos, Diduga Terkait Pornografi dan Pencemaran Nama Baik

Megapolitan
5 Polisi Gadungan yang Peras Pemuda di Bintaro Sudah Lima Kali Beraksi di Tangsel dan Jakarta

5 Polisi Gadungan yang Peras Pemuda di Bintaro Sudah Lima Kali Beraksi di Tangsel dan Jakarta

Megapolitan
Bertambah 137 Orang, Kurva Kasus Positif Covid-19 Jakarta Kembali Naik Setelah 4 Hari Turun

Bertambah 137 Orang, Kurva Kasus Positif Covid-19 Jakarta Kembali Naik Setelah 4 Hari Turun

Megapolitan
Ini Kronologi Diketahuinya Satu Keluarga di Bekasi Terinfeksi Covid-19

Ini Kronologi Diketahuinya Satu Keluarga di Bekasi Terinfeksi Covid-19

Megapolitan
5 Aktivis Papua yang Kibarkan Bendera Bintang Kejora Bebas Setelah Jalani Vonis 9 Bulan Penjara

5 Aktivis Papua yang Kibarkan Bendera Bintang Kejora Bebas Setelah Jalani Vonis 9 Bulan Penjara

Megapolitan
5 Polisi Gadungan Peras Pemuda di Bintaro, Selipkan Bubuk Tawas Dianggap Sabu

5 Polisi Gadungan Peras Pemuda di Bintaro, Selipkan Bubuk Tawas Dianggap Sabu

Megapolitan
Taufik Dukung Penerapan New Normal Jakarta dengan Pengawasan Ketat

Taufik Dukung Penerapan New Normal Jakarta dengan Pengawasan Ketat

Megapolitan
Mobil Suzuki Swift Terbakar di Dekat Gerbang Tol Halim, Sopir Selamat

Mobil Suzuki Swift Terbakar di Dekat Gerbang Tol Halim, Sopir Selamat

Megapolitan
Calon Penumpang Harus Punya SIKM untuk Beli Tiket Kereta Api dari dan Menuju Gambir

Calon Penumpang Harus Punya SIKM untuk Beli Tiket Kereta Api dari dan Menuju Gambir

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X