KY Tetap Investigasi Laporan Iuran Hakim meski Jubirnya Dilaporkan

Kompas.com - 05/12/2018, 14:33 WIB
Ketua Komisi Yudisial (KY), Jaja Ahmad Jayus, di Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Rabu (5/12/2018). KOMPAS.com/DAVID OLIVER PURBAKetua Komisi Yudisial (KY), Jaja Ahmad Jayus, di Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Rabu (5/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komisi Yudisial ( KY) Jaja Ahmad Jayus mengatakan, pihaknya masih terus menginvestigasi keluhan sejumlah hakim di daerah yang mengaku dimintai iuran untuk membiayai kejuaraan nasional tenis beregu memperebutkan Piala Ketua Mahkamah Agung.

Jaja mengatakan, investigasi tetap dilakukan meski Juru Bicara KY Farid Wajdi dilaporkan ke polisi atas dugaan pencemaran nama baik karena menyampaikan keluhan para hakim ke media.

"Secara kelembagaan, lembaga tetap berjalan, proses. Kalau ada laporan yang berkaitan dengan itu, hasil investigasi, kalau ada berkaitan dengan itu tetap jalan secara kelembagaan," ujar Jaja di halaman Gedung Direskrimum Polda Metro Jaya, Rabu (5/12/2018).

Baca juga: Jubir MA Dilaporkan ke Polisi, Pers Diminta Aktif Meminta Perlindungan ke Dewan Pers


Jaja mengatakan, proses investigasi masih dilakukan sampai saat ini. Pihaknya tidak bisa memberi tahu identitas para pelapor karena telah masuk dalam pokok perkara.

Jaja mengatakan, meski pelaporan terhadap Farid dan investigasi keluhan hakim masih berlangsung, hubungan dua lembaga, KY dan Mahkamah Agung, masih terjalin dengan baik.

"Hubungan KY dan MA biasa-biasa saja. Saya kemarin ketemu dengan Ketua MA, santai saja," ujar Jaja.

Komisi Yudisial menerima keluhan dari sejumlah hakim di daerah, yang merasa terbebani dengan adanya iuran untuk membiayai kejuaraan nasional tenis beregu memperebutkan Piala Ketua Mahkamah Agung yang digelar di Provinsi Bali pada 10-15 September 2018.

Baca juga: Ketua KY: Laporan Dugaan Pencemaran Nama Baik adalah Sengketa Pers

Keluhan dari sejumlah hakim itulah yang disampaikan Farid dalam keterangannya kepada Harian Kompas. Namun, Juru Bicara MA Suhadi telah membantah adanya iuran itu.

Farid dilaporkan ke polisi oleh Ketua Pengadilan Tinggi Medan Cicut Sutiarso dan Ketua Umum Persatuan Tenis Warga Peradilan (PTWP) Syamsul Maarif, dengan tuduhan telah melakukan pencemaran nama baik.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Minggu, Kawasan Monas Akan Ditutup karena Ada Pelantikan Presiden

Minggu, Kawasan Monas Akan Ditutup karena Ada Pelantikan Presiden

Megapolitan
Seorang Guru Ngaji di Jatinegara Diduga Cabuli 7 Bocah Perempuan

Seorang Guru Ngaji di Jatinegara Diduga Cabuli 7 Bocah Perempuan

Megapolitan
Ada Pelantikan Presiden, KRL Rangkasbitung-Tanah Abang Hanya Sampai Stasiun Kebayoran

Ada Pelantikan Presiden, KRL Rangkasbitung-Tanah Abang Hanya Sampai Stasiun Kebayoran

Megapolitan
Nenek Arpah Ditipu, Sertifikat Tanah Ternyata Dipakai Tetangga untuk Pinjam Uang

Nenek Arpah Ditipu, Sertifikat Tanah Ternyata Dipakai Tetangga untuk Pinjam Uang

Megapolitan
Pelantikan Presiden Besok, Ini Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Gedung DPR

Pelantikan Presiden Besok, Ini Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Gedung DPR

Megapolitan
Jelang Pelantikan Presiden, 6 Tamu Negara Menginap di Hotel Fairmont

Jelang Pelantikan Presiden, 6 Tamu Negara Menginap di Hotel Fairmont

Megapolitan
Mahathir Mohammad Akan Hadiri Pelantikan Presiden RI 2019-2024 Besok

Mahathir Mohammad Akan Hadiri Pelantikan Presiden RI 2019-2024 Besok

Megapolitan
Jelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Bandara Halim Bersiap Sambut Tamu Kenegaraan

Jelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Bandara Halim Bersiap Sambut Tamu Kenegaraan

Megapolitan
Klarifikasi Fans K-pop yang Wajahnya Terpampang di Billboard di Bekasi

Klarifikasi Fans K-pop yang Wajahnya Terpampang di Billboard di Bekasi

Megapolitan
Fakta Baru Aksi Teror Abdul Basith, Berencana Gagalkan Pelantikan Presiden dengan Bom

Fakta Baru Aksi Teror Abdul Basith, Berencana Gagalkan Pelantikan Presiden dengan Bom

Megapolitan
Cerita tentang Affan yang Meninggal karena Tersambar Kereta, dari Izin Bermain Hingga Bertengkar dengan Ibu

Cerita tentang Affan yang Meninggal karena Tersambar Kereta, dari Izin Bermain Hingga Bertengkar dengan Ibu

Megapolitan
Fakta Nenek Arpah Ditipu Tetangga, Dibawa ke Notaris dengan Modus Jalan-jalan dan Tanah Dihargai Rp 300.000

Fakta Nenek Arpah Ditipu Tetangga, Dibawa ke Notaris dengan Modus Jalan-jalan dan Tanah Dihargai Rp 300.000

Megapolitan
Bus Zhong Tong dan Keyakinan Kembali Mengaspal di Jakarta...

Bus Zhong Tong dan Keyakinan Kembali Mengaspal di Jakarta...

Megapolitan
Rumah Terendam Permanen, Beberapa Warga Hengkang dari Kampung Apung

Rumah Terendam Permanen, Beberapa Warga Hengkang dari Kampung Apung

Megapolitan
Cuaca di Jakarta Diprediksi Cerah Berawan Sepanjang Hari

Cuaca di Jakarta Diprediksi Cerah Berawan Sepanjang Hari

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X