Ini 6 Titik Rawan Banjir di Depok - Kompas.com

Ini 6 Titik Rawan Banjir di Depok

Kompas.com - 05/12/2018, 20:21 WIB
Taman Duta Banjir, Rabu (5/12/2018).KOMPAS.com/CYNTHIA LOVA Taman Duta Banjir, Rabu (5/12/2018).

DEPOK, KOMPAS.com- Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok ada enam titik rawan banjir yang tercatat dari Februari hingga November 2018.

Enam titik rawan banjir di Depok, yaitu RT 08/02 Kelurahan Tirta Jaya Kecamatan, PP Tahfidz Daarul Quaran RT 1/12 Kelurahan Pasir Gunung Selatan Cimanggis, Gang Kapuk RT 04 RW 001 dan RT 02 RW 02 Kelurahan Pondok Cina, Soto Kudus RT 02 RW 02 Kelurahan Pondok Cina, Outlet Situ Pengarengan Taman Duta, dan Pondok Petir RT 02 RW 05.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Depok, Citra Indah Yulianti mengatakan, tinggi genangan biasanya berkisar 50-75 sentimeter. Saat lima ruas jalan tersebut tergenang, arus lalu lintas kerap tersendat.

Baca juga: Drainase Tersumbat Sampah Jadi Penyebab Banjir Taman Duta, Depok

“Yang paling parah itu memang banjir di Taman Duta bisa sedengkul kaki orang dewasa,” ujar Citra saat dikonfirmasi, Rabu (5/12/2018).

Pada tanggal 29 Oktober lalu setelah hujan deras di Depok, sepanjang jalan perumahan Taman Duta tergenang banjir setinggi lutut orang dewasa. Sejumlah kendaraan juga mogok karena memaksa menerjang banjir.

Kepala Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) Kota Depok, Manto, mengatakan banjir di Depok khususnya di Pondok Duta disebabkan drainase dan kali yang tersumbat sampah.

“Jadi ketika sampah menumpuk, kemudian hujan terus-menerus sehingga air kali itu tidak semua dapat ditampung dan ini yang kemudian membuat air kali ini meluap dan banjir. Ditambah lokasi titik banjir yg berada di cekungan,” ujar Manto.

Ia berharap, ada kesadaran warga untuk tidak membuang sampah ke kali.

“Harus ada kesadaran, kan itu melanggar peraturan tentang tata tertib buang sampah, seyogyanya dipilah dari rumah tangga antara sampah organik dan non-organik. Sampah non- organik bisa bernilai ekonomi,” kata Manto.



Close Ads X