Pejabat DKI yang Takut Ambil Keputusan Akan Dikurangi Nilainya - Kompas.com

Pejabat DKI yang Takut Ambil Keputusan Akan Dikurangi Nilainya

Kompas.com - 06/12/2018, 19:15 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (6/12/2018).KOMPAS.com/NURSITA SARI Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (6/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengancam akan mengurangi penilaian kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang takut mengambil keputusan. Menurutnya, konsekuensi itu dapat mendorong SKPD untuk lebih berani.

"Jadi, yang berani enggak akan dikasih insentif, karena itu memang sudah tugasnya. Sedangkan yang tidak berani akan diberikan disinsentifkan, tidak berpengaruh pada TKD tapi penilaiannya," kata Anies di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (6/12/2018).

Anies mengaku banyak menerima dokumen terkait permintaan izin dan arahan dari SKPD. Padahal, menurut Anies, mereka dapat memutuskan sendiri.

"Itu bukan satu atau dua SKPD dan bukan satu dan dua kasus, ini semacam kebiasaan Semuanya mohon petunjuk, saya kalau terima memo itu isinya mohon petunjuk semua," ujar Anies.

Sebelumnya, Anies mengeluhkan banyaknya SKPD yang takut mengambil keputusan. Ia menyebut pola ini sudah menjadi tradisi selama bertahun-tahun. Alhasil, banyak kegiatan yang tidak terlaksana.


Terkini Lainnya

Survei LSI: 52 Persen Publik Anggap Korupsi Meningkat

Survei LSI: 52 Persen Publik Anggap Korupsi Meningkat

Nasional
Kata PDI-P soal Rencana Pemindahan Markas Sandiaga dari Jakarta ke Jateng

Kata PDI-P soal Rencana Pemindahan Markas Sandiaga dari Jakarta ke Jateng

Nasional
Erick Thohir Berterima Kasih atas Dukungan DPW PAN Kalsel ke Jokowi-Ma'ruf

Erick Thohir Berterima Kasih atas Dukungan DPW PAN Kalsel ke Jokowi-Ma'ruf

Nasional
Elektabilitas Masih Rendah, Alasan BPN Pindahkan Markas Perjuangan Sandiaga ke Jateng

Elektabilitas Masih Rendah, Alasan BPN Pindahkan Markas Perjuangan Sandiaga ke Jateng

Nasional
Menurut Ma'ruf, Para Ulama Tak Suka Silaturahim Disebut Kampanye

Menurut Ma'ruf, Para Ulama Tak Suka Silaturahim Disebut Kampanye

Nasional
Setelah Mengeroyok, Oknum Jakmania Diduga Rampas Ponsel dan Dompet Pegawai Minimarket di Depok

Setelah Mengeroyok, Oknum Jakmania Diduga Rampas Ponsel dan Dompet Pegawai Minimarket di Depok

Megapolitan
Tidak Menahan Tersangka Korupsi, Kejari Mejayan Dihadiahi Pecut

Tidak Menahan Tersangka Korupsi, Kejari Mejayan Dihadiahi Pecut

Regional
PAN Alihkan Dukungan di Kalimantan Selatan, Ini Respons Tim Jokowi-Ma'ruf

PAN Alihkan Dukungan di Kalimantan Selatan, Ini Respons Tim Jokowi-Ma'ruf

Regional
Suami Istri Mantan TKI di Malaysia Terdaftar Jadi Pemilih Ganda di Pasangkayu

Suami Istri Mantan TKI di Malaysia Terdaftar Jadi Pemilih Ganda di Pasangkayu

Regional
Markas Perjuangan Sandiaga Uno Akan Pindah ke Jateng

Markas Perjuangan Sandiaga Uno Akan Pindah ke Jateng

Nasional
Peringatan Hari HAM dan Potensi Pelanggaran Hak Asasi dalam RKUHP

Peringatan Hari HAM dan Potensi Pelanggaran Hak Asasi dalam RKUHP

Nasional
Beyonce 'Manggung' di Pesta Pernikahan Putri Orang Terkaya India

Beyonce "Manggung" di Pesta Pernikahan Putri Orang Terkaya India

Internasional
Buka Lowongan Guru, Sekolah di China Wajibkan Pelamar Berijazah PhD

Buka Lowongan Guru, Sekolah di China Wajibkan Pelamar Berijazah PhD

Internasional
Kata Kalla soal Alasan Korupsi karena Gaji Rendah

Kata Kalla soal Alasan Korupsi karena Gaji Rendah

Nasional
5 Fakta Duka Keluarga Korban Serangan KKB Nduga, Janji Akan Pulang hingga Tangis Bupati Toraja Utara

5 Fakta Duka Keluarga Korban Serangan KKB Nduga, Janji Akan Pulang hingga Tangis Bupati Toraja Utara

Regional

Close Ads X