Pemkot Bekasi: Kerusakan Jalan di Kalimalang Tanggung Jawab Pengelola Proyek Becakayu

Kompas.com - 06/12/2018, 19:31 WIB
Tampak kondisi jalan KH. Noer Ali tepatnya di depan Rumah sakir Budi Lestari semakin parah berlubang sehingga arus lalu lintas padat merayap sampai sekitar satu kilometer, Kota Bekasi, Minggu (25/11/2018). KOMPAS.com/-DEAN PAHREVITampak kondisi jalan KH. Noer Ali tepatnya di depan Rumah sakir Budi Lestari semakin parah berlubang sehingga arus lalu lintas padat merayap sampai sekitar satu kilometer, Kota Bekasi, Minggu (25/11/2018).

BEKASI, KOMPAS.com - Kasi Pengembangan Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi Idi Susanto mengatakan, kerusakan jalan akses Kalimalang merupakan tanggung jawab pengelola proyek Tol Becakayu.

Idi mengatakan, kerusakan jalan yang menjadi tanggung jawab pengelola proyek Tol Becakayu yakni dari pertigaan Kapin hingga Bekasi Cyber Park (BCP) di Jalan KH Noer Ali.

"Pokoknya rusak tanggung jawab mereka semua, dari pertigaan Kapin sampai BCP itu tanggung jawab mereka. Kalau rusak kita minta ke dia karena masih ada pekerjaan dia di situ," kata Idi, saat dihubungi Kompas.com, Kamis (6/12/2018).

Baca juga: Keberadaan PKL Disebut Bikin Tambah Macet Jalan Kalimalang

Idi menambahkan, sudah ada kesepakatan terkait hal tersebut bahwa jalan di Kalimalang wilayah Bekasi yang rusak, menjadi tanggung jawab pengelola proyek Tol Becakayu untuk memperbaikinya.

Pemkot Bekasi pun akan terus mengingatkan apabila masih ada titik-titik jalan rusak yang menyebabkan arus lalu lintas tersendat dan membahayakan pengguna jalan.

"Iya, kita ingatkan terus kalau ada rusak kita minta mereka perbaiki, kita minta sebelum tanggal 15 Desember selesai jalan rapi, sebelum libur Natal," ujar Idi.

Sebelumnya, Jalan KH Noer Ali tepatnya di depan Rumah Sakit Budi Lestari yang rusak sedang dalam perbaikan oleh pengelola proyek Tol Becakayu. Pemkot Bekasi pun meminta perbaikan itu rampung sebelum tanggal 15 Desember 2018.

Baca juga: Dampak Rekayasa Lalu Lintas, Jalan Kalimalang Tambah Macet

"Kita minta sebelum tanggal (15/12/2018) mereka selesai, kalau ada kurang-kurang atau apa kita inspeksi dulu, nanti kita sampaikan lagi kalau masih ada yang rusak," pungkas Idi.

Adapun rusaknya Jalan KH Noer Ali imbas dari truk bertonase besar yang kerap melintas di jalan tersebut. Jalan KH Noer Ali adalah jalan golongan III yang merupakan jalan perkotaan dan tidak kuat menahan beban truk-truk bertonase besar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

ART hingga Kenalan Pedagang Ikut Vaksin di Pasar Tanah Abang, Ini Kata PD Pasar Jaya

ART hingga Kenalan Pedagang Ikut Vaksin di Pasar Tanah Abang, Ini Kata PD Pasar Jaya

Megapolitan
Berbuat Cabul kepada Bocah 6 Tahun, Penjaga Warung di Tangsel Ditangkap Warga

Berbuat Cabul kepada Bocah 6 Tahun, Penjaga Warung di Tangsel Ditangkap Warga

Megapolitan
Sejumlah Dosen di Kota Tangerang Berharap Bisa Mengajar di Kampus Usai Vaksinasi

Sejumlah Dosen di Kota Tangerang Berharap Bisa Mengajar di Kampus Usai Vaksinasi

Megapolitan
Upaya Meminimalisasi Banjir di Rawa Buaya, Buat Saluran Gendong hingga Perbaikan Sheetpile

Upaya Meminimalisasi Banjir di Rawa Buaya, Buat Saluran Gendong hingga Perbaikan Sheetpile

Megapolitan
Tidur Saat Memasak, Tukang Bubur Kaget Ketika Bangun Lihat Asap Kebakaran di Tempat Tinggalnya

Tidur Saat Memasak, Tukang Bubur Kaget Ketika Bangun Lihat Asap Kebakaran di Tempat Tinggalnya

Megapolitan
Anak-anak Bermain di Selokan Pademangan, Camat Sebut akibat Jenuh di Rumah Saja

Anak-anak Bermain di Selokan Pademangan, Camat Sebut akibat Jenuh di Rumah Saja

Megapolitan
Timnas U22 Vs Tira Persikabo Digelar Jumat Malam, 238 Polisi Dikerahkan

Timnas U22 Vs Tira Persikabo Digelar Jumat Malam, 238 Polisi Dikerahkan

Megapolitan
Polisi Izinkan Laga Uji Coba Timnas U22 dan U23 Indonesia Digelar Pekan Ini

Polisi Izinkan Laga Uji Coba Timnas U22 dan U23 Indonesia Digelar Pekan Ini

Megapolitan
Ditangkap Tanpa Barang Bukti, Robby Abbas Akan Direhabilitasi

Ditangkap Tanpa Barang Bukti, Robby Abbas Akan Direhabilitasi

Megapolitan
Dalam Duka, Suroto dan Elisabeth Berbesar Hati Memaafkan Pembunuh Ade Sara

Dalam Duka, Suroto dan Elisabeth Berbesar Hati Memaafkan Pembunuh Ade Sara

Megapolitan
Dinkes DKI: Cara Terbaik Hambat Penyebaran Virus Corona B.1.1.7 dengan Isolasi yang Ketat

Dinkes DKI: Cara Terbaik Hambat Penyebaran Virus Corona B.1.1.7 dengan Isolasi yang Ketat

Megapolitan
Kedapatan Bawa Celurit, 2 Orang Ditangkap di Jalan Danau Sunter

Kedapatan Bawa Celurit, 2 Orang Ditangkap di Jalan Danau Sunter

Megapolitan
Harga Cabai Naik, Pedagang Pasar Induk Kramatjati Keluhkan Pasokan Tidak Stabil

Harga Cabai Naik, Pedagang Pasar Induk Kramatjati Keluhkan Pasokan Tidak Stabil

Megapolitan
Suara Orangtua Sikapi KBM Tatap Muka: Khawatir Penularan hingga Tunda Sekolah Anak

Suara Orangtua Sikapi KBM Tatap Muka: Khawatir Penularan hingga Tunda Sekolah Anak

Megapolitan
Harga Cabai Rawit di Pasar Induk Kramatjati Masih Rp 130.000 Per Kilogram

Harga Cabai Rawit di Pasar Induk Kramatjati Masih Rp 130.000 Per Kilogram

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X