Embung Berbentuk Hati untuk Menjaga Kawasan Jagakarsa dari Banjir - Kompas.com

Embung Berbentuk Hati untuk Menjaga Kawasan Jagakarsa dari Banjir

Kompas.com - 07/12/2018, 06:18 WIB
Embung di Jalan Aselih, Cipedak, Jagakarsa yang sedang dibangun Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan.DOK SUKU DINAS SUMBER DAYA AIR JAKARTA SELATAN Embung di Jalan Aselih, Cipedak, Jagakarsa yang sedang dibangun Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan Holi Susanto mengatakan, saat ini pihaknya tengah menyelesaikan pembangunan embung di Jalan Aselih, Cipedak, Jagakarsa.

Embung itu bakal menjaga kawasan Jagakarsa dari banjir di musim penghujan ini.

"Embung ini sudah ada sejak dulu dan dengan ditatanya embung diharapkan air Kali Krukut yang saat hujan debit airnya tinggi dan limpas, bisa tertampung," kata Holi kepada Kompas.com, Kamis (6/12/2018).

Baca juga: Lahan Embung di Cempaka Putih Terbengkalai

Menurut Holi, ketinggian Jalan Aselih dan sekitarnya cukup rendah. Sehingga kita hujan, kawasan ini kerap tergenang dan membanjiri permukiman RT 12 RW 01 Cipedak. Embung ini lama tak berfungsi mengurangi banjir lantaran banyak sampah.

Warga kerap membuang sampah ke dalam embung. Selain menimbulkan penyakit, kondisi ini menyumbat air dari Kali Krukut.

"Dengan adanya pembuatan inlet dan outlet serta pintu air, maka sirkulasi embung akan lebih baik," kata Holi.

Selain itu, waduk akan dilengkapi dengan taman dan jogging track. Harapannya, embung ini juga dapat jadi ruang publik warga sekitar.

"Embung ini jika dilihat dari atas akan membentuk hati, bukan rekayasa, tapi alam yang membentuknya. Kami turap sehingga kelihatan bentuk hatinya," ujar Holi.

Embung ini akan dinamai Embung Cinta Aselih. Luasnya 3.695 meter persegi dengan daya tampung 16.000 meter kubik. Pembangunan yang dimulai sejak 13 September 2018, ditargetkan selesai di 15 Desember 2018.



Close Ads X