Terjebak Kemacetan, Bus Transpatriot Bekasi Tak Bisa Tiba Tepat Waktu

Kompas.com - 07/12/2018, 10:25 WIB
Warga Bekasi terlihat akan menaiki bus Transpatriot yang baru beroperasi hari ini, Senin (26/11/2018). KOMPAS.com/-DEAN PAHREVIWarga Bekasi terlihat akan menaiki bus Transpatriot yang baru beroperasi hari ini, Senin (26/11/2018).

BEKASI, KOMPAS.com - Humas Perusahaan Daerah Mitra Patriot (PDMP) Kota Bekasi Iqbal Daut mengatakan, kemacetan di wilayah Kota Bekasi menjadi penghalang bus transpatriot datang tepat waktu di halte. PDMP merupakan operator bus transpatriot.

Saat ini ada sembilan unit transpatriot yang tersedia. Iqbal mengatakan, setidaknya bus bisa tiba di halte tiap 15 menit sekali (headway). Jika headway bus 15 menit, satu bus membutuhkan waktu 2,5 jam untuk satu kali putaran (rit).

"Kemacetan masih jadi kendala mendasar soal ketepatan waktu tiba bus di tiap halte. Kendala itu ada pada headway yang tidak bisa dihindari," kata Iqbal, Jumat (7/12/2018).

Iqbal menambahkan, terdapat sembilan titik kemacetan di wilayah operasi bus transpatriot. Di titik-titik kemacetan itu, bus minimal terhambat 10 menit.

Baca juga: Belum Ada Keputusan Wali Kota, Naik Transpatriot Masih Gratis

"Normal 2,5 jam, bisa sampai 4 jam, rata-rata kemakan waktu 10 menit di tiap titik kemacetan, jadi kalau ada sembilan titik kemacetan bisa sampai 1,5 jam kemakan waktunya karena macet," ujar Iqbal.

Bus transpatriot melayani dua rute yakni, Terminal Bekasi-Harapan Indah dan Harapan Indah-Terminal Bekasi.

Di rute Terminal Bekasi - Harapan Indah titik kemacetan terdapat di lampu merah Bulak Kapal, depan BTC sampai lampu merah Tol Bekasi Timur, Rawapanjang di halte Setia Kawan hingga Pekayon, Pertokoan Kranji, lampu merah Alexindo Jalan Sultan Agung. 

Dari rute Harapan Indah-Terminal Bekasi titik kemacetan terdapat di Stasiun Kranji, Stasiun Bekasi, lampu merah Pasar Proyek, dan di depan Pasar Baru hingga menuju Terminal Bekasi. 

Dia menjelaskan, karena headway  lebih dari target 15 menit, jumlah perjalanan bus tiap hari jadi tidak maksimal.

"Kalau headway-nya lebih dari 15 menit, jadi yang harusnya jam 5 pagi sampai jam 8 malam bus beroperasi bisa sampai 7 atau 8 rit, ini kami cuma mampu 4, atau 5 atau 6 rit sehari. Itu sudah paling maksimal," kata Iqbal.

Bus transpatriot mulai beroperasi 26 November lalu. Selama ini belum ditetapkan besaran tarif, bus masih digratiskan. Bus beroperasi dari pukul 05.00 hingga pukul 21.00 WIB.

Baca juga: Seminggu Beroperasi, Penumpang Bus Transpatriot Tembus 3.000 Orang

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Baru Revitalisasi Monas: Diminta Dihentikan karena Tak Berizin hingga Pohon Menghilang

Fakta Baru Revitalisasi Monas: Diminta Dihentikan karena Tak Berizin hingga Pohon Menghilang

Megapolitan
5 Fakta Ledakan karena Kebocoran Gas Melon di Bekasi

5 Fakta Ledakan karena Kebocoran Gas Melon di Bekasi

Megapolitan
205 Pohon di Monas yang Akan Dipindahkan Menghilang, Ada Di Mana?

205 Pohon di Monas yang Akan Dipindahkan Menghilang, Ada Di Mana?

Megapolitan
Duduk Perkara Pernyataan Menteri Yasonna hingga Didemo Warga Tanjung Priok

Duduk Perkara Pernyataan Menteri Yasonna hingga Didemo Warga Tanjung Priok

Megapolitan
Kelenteng Boen Tek Bio, Simbol Toleransi di Tengah Pasar Lama Kota Tangerang

Kelenteng Boen Tek Bio, Simbol Toleransi di Tengah Pasar Lama Kota Tangerang

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Yasonna Vs Warga Tanjung Priok | Aksi Heroik Sopir Truk Kejar Perampok

[POPULER JABODETABEK] Yasonna Vs Warga Tanjung Priok | Aksi Heroik Sopir Truk Kejar Perampok

Megapolitan
BMKG: Mayoritas Jabodetabek Hujan Kamis Siang

BMKG: Mayoritas Jabodetabek Hujan Kamis Siang

Megapolitan
Kemacetan di Depan Stasiun Poris Kota Tangerang Bikin Pengendara Emosi

Kemacetan di Depan Stasiun Poris Kota Tangerang Bikin Pengendara Emosi

Megapolitan
Terjebak Macet Saat Kabur, Jambret di Depok Ditangkap Polisi

Terjebak Macet Saat Kabur, Jambret di Depok Ditangkap Polisi

Megapolitan
Diimingi Peran Figuran, Seorang Remaja Jadi Korban Pencabulan Agensi Gadungan

Diimingi Peran Figuran, Seorang Remaja Jadi Korban Pencabulan Agensi Gadungan

Megapolitan
Petugas Sudinhub Jaksel Tolong Ibu Hamil Muda dengan Mobil Derek

Petugas Sudinhub Jaksel Tolong Ibu Hamil Muda dengan Mobil Derek

Megapolitan
Ladang Ganja 5 Hektar di Mandailing Natal Ditemukan, Polisi Sempat Jatuh ke Jurang

Ladang Ganja 5 Hektar di Mandailing Natal Ditemukan, Polisi Sempat Jatuh ke Jurang

Megapolitan
Pengelola Belum Tahu Nasib Taman Rusa dalam Revitalisasi Monas

Pengelola Belum Tahu Nasib Taman Rusa dalam Revitalisasi Monas

Megapolitan
Pemkot Tangsel Berkeberatan dengan Wacana Pencabutan Subsidi Gas 3 Kg

Pemkot Tangsel Berkeberatan dengan Wacana Pencabutan Subsidi Gas 3 Kg

Megapolitan
Wakil Wali Kota Tangsel Harap Gaji Pegawai Honorer yang Jadi PPPK Ditanggung APBN

Wakil Wali Kota Tangsel Harap Gaji Pegawai Honorer yang Jadi PPPK Ditanggung APBN

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X