Lebih dari Sebulan ETLE Diterapkan, 193 Kendaraan Diblokir - Kompas.com

Lebih dari Sebulan ETLE Diterapkan, 193 Kendaraan Diblokir

Kompas.com - 07/12/2018, 13:38 WIB
Kondisi perempatan Rawamangun. Perempatan ini menjadi rencana penempatan kameran CCTV untum ETLEKompas.com/Setyo Adi Kondisi perempatan Rawamangun. Perempatan ini menjadi rencana penempatan kameran CCTV untum ETLE

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto mengatakan, setelah lebih dari sebulan tilang elektronik dengan sistem electronic traffic law enforcement atau E-TLE diterapkan, 193 kendaraan diblokir.

Adapun E-TLE diterapkan sejak 1 November 2018.

"Jadi dari tanggal 1 November sampai 6 Desember, atau 36 hari ada sebanyak 193 kendaraan yang telah diblokir," ujar Budiyanto, Jumat (7/12/2018).

Baca juga: Polda Metro Jaya Ajukan Penambahan 50 CCTV ETLE pada Pemprov DKI

Budiyanto mengatakan, kendaraan diblokir apabila tak melakukan tahapan-tahapan dalam sistem tilang elektronik setelah pengendara tersebut melakukan pelanggaran.

Tahapan-tahapan dalam sistem tilang elektronik ini yaitu tiga hari untuk proses konfirmasi, 7 hari untuk proses klarifikasi, dan 7 hari untuk menyelesaikan denda tilang.

"Sedangkan yang sudah membayar denda tilang sebanyak 439 pemilik kendaraan dari 679 pelanggar yang sudah melakukan konfirmasi," kata dia.

Penerapan tilang ini dilakukan setelah Ditlantas Polda Metro Jaya melakukan uji coba pada awal hingga akhir Oktober 2018.

Baca juga: Gubernur DKI Berharap Tilang ETLE Tekan Penunggak Pajak Kendaraan

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf mengatakan, sistem itu mengandalkan kamera CCTV berteknologi canggih yang akan memantau pelanggaran lalu lintas.

Selama ini, kamera CCTV ETLE terpasang di Simpang Patung Kuda dan Simpang Sarinah Jakarta Pusat.


Terkini Lainnya

Ridwan Kamil: Investor Tiongkok Berminat Bangun Taman Rekreasi di Jababeka

Ridwan Kamil: Investor Tiongkok Berminat Bangun Taman Rekreasi di Jababeka

Regional
Lurah Pondok Kelapa Belum Bisa Pastikan Ribuan E-KTP yang Ditemukan di Sawah Milik Warganya

Lurah Pondok Kelapa Belum Bisa Pastikan Ribuan E-KTP yang Ditemukan di Sawah Milik Warganya

Megapolitan
8 Perempuan Hebat di Balik Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia...

8 Perempuan Hebat di Balik Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia...

Nasional
Urus IMB di DKI Kini Bisa Lewat Aplikasi JAKEVO

Urus IMB di DKI Kini Bisa Lewat Aplikasi JAKEVO

Megapolitan
Usai Santap Bakso Rp 12.000 Per Porsi, SBY Bernyanyi Bersama Pengamen

Usai Santap Bakso Rp 12.000 Per Porsi, SBY Bernyanyi Bersama Pengamen

Regional
Napi Kabur Dibantu Kekasihnya yang Jadi Pegawai TU Rutan Cipinang

Napi Kabur Dibantu Kekasihnya yang Jadi Pegawai TU Rutan Cipinang

Megapolitan
Hemat APBN, Bawaslu Baru Bentuk Pengawas TPS 23 Hari Jelang Pemilu

Hemat APBN, Bawaslu Baru Bentuk Pengawas TPS 23 Hari Jelang Pemilu

Nasional
Geser Inggris, Rusia Jadi Produsen Senjata Terbesar Kedua di Dunia

Geser Inggris, Rusia Jadi Produsen Senjata Terbesar Kedua di Dunia

Internasional
Longsor Akibat Hujan Putuskan Akses Jalan, 2 Desa Terisolasi

Longsor Akibat Hujan Putuskan Akses Jalan, 2 Desa Terisolasi

Regional
Survei LSI: KPK Paling Dikenal dan Dinilai Efektif Berantas Korupsi

Survei LSI: KPK Paling Dikenal dan Dinilai Efektif Berantas Korupsi

Nasional
Biografi Tokoh Dunia: Robert Henry Lawrence Jr, Astronot Afrika-Amerika Pertama

Biografi Tokoh Dunia: Robert Henry Lawrence Jr, Astronot Afrika-Amerika Pertama

Internasional
Pemprov Jabar Bagikan 2 Juta Benih Kopi Bersertifikat Kepada Petani

Pemprov Jabar Bagikan 2 Juta Benih Kopi Bersertifikat Kepada Petani

Regional
Refleksi Komnas HAM di Hari HAM Internasional

Refleksi Komnas HAM di Hari HAM Internasional

Nasional
Bus Transjakarta Dicoret, Anies Bilang Vandalime Tak Bisa Dibiarkan

Bus Transjakarta Dicoret, Anies Bilang Vandalime Tak Bisa Dibiarkan

Megapolitan
Saat Jokowi Bandingkan Minat Gibran, Kaesang dan Bobby Terjun ke Politik

Saat Jokowi Bandingkan Minat Gibran, Kaesang dan Bobby Terjun ke Politik

Regional

Close Ads X