Anies Optimistis JICA Setujui Pemindahan Depo MRT ke Stadion

Kompas.com - 07/12/2018, 17:41 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota, Jumat (7/12/2018).KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota, Jumat (7/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku optimistis rencananya memindahkan depo moda raya terpadu ( MRT) fase II Bundaran HI-Kota disetujui Japan International Corporate Agency (JICA). Depo yang semula direncanakan dibangun di Kampung Bandan, kini akan dipindah ke Stadion BMW.

"Saya rasa respons mereka (akan) sangat positif," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (7/12/2018).

Anies mengatakan, pihaknya memang belum mengirimkan permohonan atau pemberitahuan secara resmi soal pemindahan depo. Namun, ia menyebut sudah ada komunikasi dengan JICA soal ini.

"Secara umum lisan sudah, tapi secara formal melalui surat belum," ujar Anies.

Baca juga: Depo MRT Pindah ke Stadion BMW karena Lahan Kampung Bandan Bermasalah

Pemindahan depo, menurut Anies, perlu dilakukan sebab lahan di Kampung Bandan yang direncanakan, masih disengketakan. Selain itu, pemindahan depo juga bertujuan untuk mengantisipasi kemacetan dari dan menuju Stadion BMW ketika nanti sudah jadi dan beroperasi.

"Padahal kalau kita bangun stadion dengan kapasitas puluhan ribu dan asumsinya orang ke sana naik mobil juga, maka bisa dibayangkan tingkat kemacetannya," kata Anies.

JICA sudah mengucurkan pinjaman Rp 9,4 triliun untuk pembangunan fase II MRT rute Bundaran HI-Kampung Bandan. Rute yang sudah disepakati ini berubah menjadi Bundaran HI-Kota, dan akan diperpanjang hingga ke depo Taman BMW.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Pimpinan Pansus Wagub DKI Dukung Fraksi Demokrat yang Mau Laporkan Politisi PSI

Pimpinan Pansus Wagub DKI Dukung Fraksi Demokrat yang Mau Laporkan Politisi PSI

Megapolitan
Bicara Politik Uang dalam Pemilihan Wagub DKI, PSI Bingung Fraksi Demokrat yang Tersinggung

Bicara Politik Uang dalam Pemilihan Wagub DKI, PSI Bingung Fraksi Demokrat yang Tersinggung

Megapolitan
Sampaikan Duplik, Jokdri Berkukuh Tak Bersalah dalam Kasus Perusakan Barang Bukti

Sampaikan Duplik, Jokdri Berkukuh Tak Bersalah dalam Kasus Perusakan Barang Bukti

Megapolitan
Depok Uji Coba Pemutaran Lagu di Lampu Merah, Agustus Mendatang

Depok Uji Coba Pemutaran Lagu di Lampu Merah, Agustus Mendatang

Megapolitan
Kasus Usulan Tak Pasang Foto Presiden, Keluarga Tersangka Ajukan Penangguhan Penahanan

Kasus Usulan Tak Pasang Foto Presiden, Keluarga Tersangka Ajukan Penangguhan Penahanan

Megapolitan
SMP Negeri Dadakan Disebut Anak Haram, Disdik Bekasi Sebut Sudah Sesuai Kajian

SMP Negeri Dadakan Disebut Anak Haram, Disdik Bekasi Sebut Sudah Sesuai Kajian

Megapolitan
Ramai Surat Tilang ETLE, Berikut Tarif Resmi Denda Pelanggaran Lalu Lintas

Ramai Surat Tilang ETLE, Berikut Tarif Resmi Denda Pelanggaran Lalu Lintas

Megapolitan
Warga Diimbau Tak Buang Sampah Lagi ke Kali Tegal Amba

Warga Diimbau Tak Buang Sampah Lagi ke Kali Tegal Amba

Megapolitan
Pro Kontra Warga Depok Tanggapi Wacana Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

Pro Kontra Warga Depok Tanggapi Wacana Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

Megapolitan
Sebuah Mobil Tabrak Separator Busway lalu Terguling di Jalan Jenderal Sudirman

Sebuah Mobil Tabrak Separator Busway lalu Terguling di Jalan Jenderal Sudirman

Megapolitan
10 Anggota PPK Koja dan Cilincing Didakwa 2 Pasal Pelanggaran Pemilu

10 Anggota PPK Koja dan Cilincing Didakwa 2 Pasal Pelanggaran Pemilu

Megapolitan
Politisi PSI: Bukannya Saling Terima Kasih, Malah Melaporkan Saya...

Politisi PSI: Bukannya Saling Terima Kasih, Malah Melaporkan Saya...

Megapolitan
Cerita Dokter Forensik RS Polri Lihat Paru-paru Perokok Berat Saat Autopsi

Cerita Dokter Forensik RS Polri Lihat Paru-paru Perokok Berat Saat Autopsi

Megapolitan
SMP Negeri Bekasi Mendadak Bertambah, Pengelola Sekolah Swasta: Anak Haram!

SMP Negeri Bekasi Mendadak Bertambah, Pengelola Sekolah Swasta: Anak Haram!

Megapolitan
Kata Pengamat, SMP Swasta yang Kekurangan Siswa di Bekasi Sebaiknya Ditutup

Kata Pengamat, SMP Swasta yang Kekurangan Siswa di Bekasi Sebaiknya Ditutup

Megapolitan
Close Ads X