Kini, Tim Penggerak PKK Gratis Naik Transjakarta

Kompas.com - 08/12/2018, 21:53 WIB
PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) membuka layanan reguler baru untuk rute perjalanan yakni Stasiun Tanah Abang menuju Stasiun Gondangdia dan kembali lagi menuju Stasiun Tanah Abang. Layanan ini mulai beroperasi sejak Senin (8/10/2018). KOMPAS.com/ RINDI NURIS VELAROSDELAPT Transportasi Jakarta (Transjakarta) membuka layanan reguler baru untuk rute perjalanan yakni Stasiun Tanah Abang menuju Stasiun Gondangdia dan kembali lagi menuju Stasiun Tanah Abang. Layanan ini mulai beroperasi sejak Senin (8/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga ( PKK) dapat menikmati fasilitas gratis naik transjakarta. Kebijakan ini resmi diberlakukan sejak 6 Desember 2018 dengan diterbitkannya Peraturan gubernur Nomor 133 Tahun 2018.

Dalam Pergub itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menambah Tim Penggerak PKK dari 14 kelompok masyarakat yang sudah ditetapkan sebagai pengguna transjakarta gratis.

"Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf o merupakan fasilitator, perencana, pelaksana, pengendali dan penggerak pada masing-masing tingkat pemerintahan untuk terlaksananya program pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga yang merupakan mitra kerja pemertintah dan organisasi kemasyarakatan/lembaga kemasyarakatan lainnya," demikian bunyi penjelasan revisi Pergub.

Dalam Pergub dijelaskan untuk Tim PKK yang ingin memanfaatkan layanan ini harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan PT Transjakarta berkoordinasi dengan Bank DKI.


Sejak pertama kali diundangkan pada 2016, Peraturan Gubernur tentang Pelayanan Transjakarta Gratis dan Bus Gratis bagi Masyarakat telah beberapa kali diubah.

Awalnya, bus hanya gratis bagi PNS dan pensiunannya; tenaga kontrak di lingkungan Pemprov DKI; peserta didik penerima KJP; karyawan swasta penerima upah minimum; penghuni rusunawa; penduduk Kabupaten Kepulauan Seribu; penerima beras keluarga sejahtera di Jabodetabek; anggota TNI dan Polri; veteran RI; penyandang disabilitas; dan penduduk lanjutan usia.

Kemudian pada 2017, mantan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menambah daftar penerima bus gratis yakni marbot (pengurus masjid); pendidik PAUD; dan juru pemantau jentik (jumantik).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hendak Salip Truk dari Kiri, Pengendara Motor Tewas Terlindas di Jalan Siliwangi Bekasi

Hendak Salip Truk dari Kiri, Pengendara Motor Tewas Terlindas di Jalan Siliwangi Bekasi

Megapolitan
Ketua DPRD DKI: Penggunaan Anggaran TGUPP Harus Disesuaikan dengan Jumlah Anggota

Ketua DPRD DKI: Penggunaan Anggaran TGUPP Harus Disesuaikan dengan Jumlah Anggota

Megapolitan
Natal dan Tahun Baru, Aktivitas Penerbangan Diprediksi Naik 1 Persen

Natal dan Tahun Baru, Aktivitas Penerbangan Diprediksi Naik 1 Persen

Megapolitan
Polisi Sebut Pelaku Persekusi Banser NU Bukan dari Kalangan Ormas

Polisi Sebut Pelaku Persekusi Banser NU Bukan dari Kalangan Ormas

Megapolitan
Polisi Duga Pelaku Persekusi Anggota Banser NU Kabur Pasca Viral

Polisi Duga Pelaku Persekusi Anggota Banser NU Kabur Pasca Viral

Megapolitan
Polisi Keluarkan Surat Penangkapan untuk Gathan Saleh

Polisi Keluarkan Surat Penangkapan untuk Gathan Saleh

Megapolitan
Begal Ojek Online dengan Celurit, Dua Pemuda di Cikarang Dibekuk Polisi

Begal Ojek Online dengan Celurit, Dua Pemuda di Cikarang Dibekuk Polisi

Megapolitan
Tempat Penemuan Koin Belanda di Bekasi Diusulkan Jadi Destinasi Wisata

Tempat Penemuan Koin Belanda di Bekasi Diusulkan Jadi Destinasi Wisata

Megapolitan
Interupsi di Rapat Paripurna, Fraksi PSI Sampaikan Sejumlah Catatan Terkait APBD DKI 2020

Interupsi di Rapat Paripurna, Fraksi PSI Sampaikan Sejumlah Catatan Terkait APBD DKI 2020

Megapolitan
Populasi Sarang Tawon di Jakarta Timur Meningkat, Diduga karena Musim Hujan

Populasi Sarang Tawon di Jakarta Timur Meningkat, Diduga karena Musim Hujan

Megapolitan
Anies Pertimbangkan Pangkas Anggota TGUPP

Anies Pertimbangkan Pangkas Anggota TGUPP

Megapolitan
Marco Kusumawijaya Mundur dari TGUPP, Anies: Pekerjaannya Sudah Tuntas

Marco Kusumawijaya Mundur dari TGUPP, Anies: Pekerjaannya Sudah Tuntas

Megapolitan
Terekam CCTV, Pencuri Bawa Kabur Motor Sport yang Parkir di Pinggir Jalan

Terekam CCTV, Pencuri Bawa Kabur Motor Sport yang Parkir di Pinggir Jalan

Megapolitan
Menengok Rumah Ko Ayun yang Dikepung Proyek Bangunan, Hanya Tersisa Celah Seukuran Badan

Menengok Rumah Ko Ayun yang Dikepung Proyek Bangunan, Hanya Tersisa Celah Seukuran Badan

Megapolitan
Rumahnya Dikepung Proyek Bangunan, Istri Ko Ayun Dipaksa Teken Dokumen

Rumahnya Dikepung Proyek Bangunan, Istri Ko Ayun Dipaksa Teken Dokumen

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X